MAYADANIMAYADANI

Masyarakat Berdaya dan InovasiMasyarakat Berdaya dan Inovasi

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, yang ditandai oleh tinggi atau panjang badan di bawah normal. Kasus stunting yang masih cukup tinggi di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya faktor sosial ekonomi dan kurangnya pengetahuan tentang upaya pencegahan stunting. Untuk kasus stunting yang terjadi di Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu pada tahun 2023 sebanyak 28 kasus stunting dan gizi kurang. Namun, sebagian besar masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut, khususnya Desa Temiang di wilayah Panti Saung Sahabat Anak, masih belum mengetahui upaya-upaya pencegahan stunting pada anak. Masyarakat di wilayah tersebut juga mengalami keluhan cara untuk meningkatkan asupan nutrisi pada anak dan dampaknya terhadap pertumbuhan anak. Sebagai solusi membantu permasalahan tersebut, edukasi kesehatan tentang stunting dengan metode Photovoice diberikan kepada anak-anak di sekitar Panti Saung Sahabat Anak Indramayu. Kegiatan tersebut bertujuan agar anak-anak memahami terkait dengan stunting dan dampaknya pertumbuhan serta upaya mencegah stunting pada anak-anak dengan memahami gaya hidup yang sehat dan asupan nutrisi yang sehat untuk perbaikan gizi pada anak. Hasil dari kegiatan edukasi kesehatan ini berupa meningkatnya pengetahuan anak tentang stunting dan tersedianya booklet pencegahan stunting dengan materi yang mudah dipahami.

Edukasi kesehatan tentang pencegahan stunting memberikan pengaruh positif untuk anak-anak dimana ditunjukkan dengan peningkatan pengetahuan anak-anak tentang stunting dan upaya-upaya untuk mencegah stunting.Selain itu, anak-anak menunjukkan sikap yang positif dengan mampu memilih makanan yang sehat dengan kandungan gizi yang tinggi dibandingkan makanan yang dapat menyebabkan penyakit infeksi yang berdampak pada pertumbuhan yang terhambat.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki sejauh mana metode photovoice meningkatkan pengetahuan dan perilaku gizi anak secara berkelanjutan selama satu hingga dua tahun setelah intervensi, sehingga dapat mengukur dampak jangka panjang pada prevalensi stunting. Selain itu, dapat dilakukan perbandingan efektivitas antara pendekatan photovoice dengan metode edukasi tradisional seperti ceramah atau materi cetak untuk menentukan strategi paling efisien dalam meningkatkan kepatuhan nutrisi pada anak-anak. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran orang tua dengan menguji program photovoice yang melibatkan kedua generasi, guna menilai kontribusi partisipasi keluarga terhadap perubahan pola makan dan penurunan risiko stunting di komunitas serupa. Selanjutnya, studi multikawasan dapat memperluas penerapan photovoice pada daerah dengan kondisi sosioekonomi berbeda untuk melihat apakah hasil peningkatan pengetahuan dapat direplikasi secara luas. Evaluasi tambahan mengenai efek simulasi nutrisi sehat yang dipadukan dengan photovoice dapat memberikan wawasan tentang sinergi dua metode dalam memperbaiki asupan gizi anak. Akhirnya, penelitian kualitatif dapat menggali persepsi anak terhadap gambar photovoice guna mengidentifikasi faktor motivasi yang paling efektif dalam mengubah perilaku makan.

  1. Enhancing Educational and Environmental Awareness Outcomes Through Photovoice - Nadav L. Sprague, Uzoma... doi.org/10.1177/16094069211016719Enhancing Educational and Environmental Awareness Outcomes Through Photovoice Nadav L Sprague Uzoma doi 10 1177 16094069211016719
  2. Using Photovoice to Explore Teen Parents’ Perspectives on Raising Healthy Children - Melissa Tremblay,... doi.org/10.1177/07435584211034871Using Photovoice to Explore Teen ParentsAo Perspectives on Raising Healthy Children Melissa Tremblay doi 10 1177 07435584211034871
  3. Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak : Literature Review | Media Publikasi... doi.org/10.56338/mppki.v6i1.2911Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Literature Review Media Publikasi doi 10 56338 mppki v6i1 2911
  4. Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Sekolah Sebagai Salah Satu Wujud Gerakan Peduli dan Berbudaya... doi.org/10.35584/reinforcementanddevelopmentjournal.v2i1.122Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat PHBS Sekolah Sebagai Salah Satu Wujud Gerakan Peduli dan Berbudaya doi 10 35584 reinforcementanddevelopmentjournal v2i1 122
Read online
File size449.58 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test