JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

Jurnal Akademika KimiaJurnal Akademika Kimia

Minyak atsiri adalah minyak nabati yang memberikan aroma khas pada tumbuhan dan mengandung bahan-bahan penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hasil minyak atsiri kulit jeruk lemon dan jeruk purut melalui ekstraksi dan distilasi. Metode yang digunakan dalam distilasi adalah distilasi sederhana, sedangkan untuk ekstraksi adalah macerasi. Hasil menunjukkan bahwa kadar air kulit jeruk lemon adalah 3,37%. Untuk kulit jeruk purut, kadar airnya adalah 2,72% dibandingkan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang tidak sesuai karena kadar air memiliki nilai 7-14%. Hasil minyak atsiri yang diperoleh dari distilasi kulit jeruk lemon adalah 2,29% dan jeruk purut 1,02%. Hasil minyak atsiri yang diperoleh dari ekstraksi kulit jeruk lemon adalah 1,07%, dan jeruk purut adalah 1,32%. Uji identifikasi minyak atsiri yang didistilasi tidak menunjukkan noda pada kertas saring, yang menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh adalah minyak atsiri. Sebaliknya, uji identifikasi minyak atsiri yang diekstraksi menunjukkan adanya noda pada kertas saring, yang menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh bukan minyak atsiri. Untuk menentukan kualitas minyak atsiri yang dihasilkan dengan mengkarakterisasi indeks bias, warna, dan bau. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa indeks bias untuk distilasi kulit jeruk lemon adalah 1,3381, dan untuk jeruk purut adalah 1,4698. Indeks bias untuk ekstraksi kulit jeruk lemon adalah 1,3812, dan jeruk purut adalah 1,369. Ketika dibandingkan dengan SNI 8028-1:2014, secara umum tidak sesuai karena belum mencapai 1,507, kecuali bahwa distilasi kulit jeruk purut memenuhi persyaratan SNI, sedangkan warna dan bau sesuai dengan SNI.

Berdasarkan hasil penelitian, persentase hasil minyak atsiri jeruk purut dan kulit jeruk lemon melalui ekstraksi dan distilasi, yaitu jeruk purut distilasi (1,02%), kulit jeruk lemon distilasi (2,29%), kulit jeruk lemon ekstraksi (1,07%), dan jeruk purut ekstraksi (1,32%).Perlakuan yang berbeda menghasilkan persentase hasil yang berbeda, dengan persentase hasil tertinggi dalam distilasi kulit jeruk lemon.Hasil indeks bias yang diperoleh pada sampel distilasi kulit jeruk purut adalah 1,4698, sampel distilasi kulit jeruk lemon adalah 1,3381, hasil ekstraksi kulit jeruk purut adalah 1,3690, dan ekstraksi kulit jeruk lemon adalah 1,3812.Ketika dibandingkan, hasil yang diperoleh memiliki perbedaan 1 dan 2 poin terkait persyaratan kualitas, yaitu 1,507-1,515 SNI minyak patchouli, karena tidak ada SNI untuk indeks bias sampel kulit jeruk, diduga disebabkan oleh perbedaan sampel yang digunakan dalam mengekstraksi minyak atsiri.Dapat disimpulkan bahwa indeks bias masih kurang dari angka SNI.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara berbagai metode ekstraksi dan distilasi untuk menentukan metode yang paling efektif dalam menghasilkan minyak atsiri dengan kualitas tinggi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan minyak atsiri jeruk lemon dan jeruk purut dalam berbagai aplikasi, seperti kosmetik, makanan, dan farmasi. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengoptimalkan proses ekstraksi dan distilasi dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti waktu, suhu, dan jenis pelarut yang digunakan.

Read online
File size590.34 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test