UNISKAUNISKA

Mizan: Jurnal Ilmu HukumMizan: Jurnal Ilmu Hukum

Maraknya perjanjian kredit sebagai salah satu lini perekonomian yang dibutuhkan di masyarakat menjadikan hadirnya PT. Bank Perkreditan Rakyat Nusamba Ngunut Kabupaten Tulungagung yang menjadi bagian dari BPR Nusamba Group. Namun hal demikian tetap memiliki potensi terhambatnya perjanjian kredit yang ditandatangani oleh debitur dan kreditur, sehingga perjanjian kredit sulit terlaksana pun bank menjadi harus memutar strategi untuk menyelesaikan kendala tersebut. Penelitian ini hadir untuk menganalisis pelaksanaan perjanjian kredit perbankan di PT. Bank Perkreditan Rakyat Nusamba Ngunut Kabupaten Tulungagung dan menganalisis bentuk kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan perjanjian kredit perbankan PT. Bank Perkreditan Rakyat Nusamba Ngunut Kabupaten Tulungagung.

Bank Perkreditan Rakyat Nusamba Ngunut Kabupaten Tulungagung didasarkan pada SOP yang ada di PT.Bank Perkreditan Rakyat Nusamba Ngunut Kabupaten Tulungagung yang dibuat mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 tentang Kualitas Aset Bank Perekonomian Rakyat dan juga Pedoman Kebijakan Prosedur Perkreditan, dengan jaminan yang dapat diagunkan berupa benda bergerak, benda tidak bergerak, hingga pada surat berharga.Dengan jangka waktu pemberian kredit yang beragam.Bentuk kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan perjanjian kredit perbankan di PT.Bank Perkreditan Rakyat Nusamba Ngunut Kabupaten Tulungagung adalah berupa terjadinya kredit macet sebagaimana kategori debitur yang ditentukan pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 tentang Kualitas Aset Bank Perekonomian Rakyat, di mana oleh PT.Bank Perkreditan Rakyat Nusamba Ngunut Kabupaten Tulungagung menyelesaikan kredit macet ini dengan berbagai cara mulai dari melalui SMS Gateway, penagihan secara langsung oleh Desk Collection, program AYDA, diajukan proses lelang di KPKNL, Untuk jaminan kendaraan debitur dengan bermotor, untuk menyerahkan secara sukarela kendaraan tersebut kepada bank dan bank akan melakukan penjualan agunan tersebut sebagai pengganti pembayaran pelunasan, selain itu jika benar-benar nasabah tidak dapat dilakukan penagihan dan lain-lain, maka jika nasabah sudah dalam kategori macet, dan pembentukan PPKA atau Penyisihan Penilaian Kualitas Aset yang merupakan penyisihan sebesar persentase tertentu berdasarkan kualitas Aset untuk keperluan perhitungan kewajiban penyediaan modal minimum PT.Bank Perkreditan Rakyat Nusamba Ngunut telah mencapai 100%maka debitur akan dilakukan penghapusan buku oleh PT.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara pelaksanaan perjanjian kredit perbankan di PT. Bank Perkreditan Rakyat Nusamba Ngunut dengan bank-bank lainnya di Indonesia, khususnya dalam hal penanganan kredit macet. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian mengenai efektivitas dan efisiensi sistem penagihan langsung yang diterapkan oleh PT. Bank Perkreditan Rakyat Nusamba Ngunut dalam menangani kredit macet. Terakhir, penelitian tentang peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam menjamin keamanan nasabah dan dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat terhadap bank juga dapat menjadi topik menarik untuk diteliti.

Read online
File size198.92 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test