AMIKOM PURWOKERTOAMIKOM PURWOKERTO

ProbisnisProbisnis

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis . Penelitian ini menggunakan data panel dari laporan keuangan Bank Perkreditan Rakyat yang berlokasi di Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen pada tahun 2017-2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan mendapatkan total sampel sebanyak 24 bank selama 5 tahun pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) CAR tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit, (2) DPK tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit, (3) NPL berpengaruh negatif terhadap penyaluran kredit, (4) LDR berpengaruh positif terhadap penyaluran kredit, (5) Suku bunga memoderasi pengaruh CAR terhadap penyaluran kredit, (6) Suku bunga memoderasi pengaruh DPK terhadap penyaluran kredit, (7) Suku bunga memoderasi pengaruh NPL terhadap penyaluran kredit. Implikasi pada penelitian ini yaitu bank diharapkan selalu memperhatikan kinerja keuangan perbankan, mematuhi Peraturan Bank Indonesia mengenai ketentuan tentang perbankan, dan menjaga tingkat penyaluran kredit kepada masyarakat.

CAR dan DPK tidak berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit BPR.NPL berpengaruh negatif sementara LDR berpengaruh positif terhadap penyaluran kredit.Suku bunga berperan sebagai moderator yang memperkuat pengaruh CAR, DPK, dan NPL terhadap penyaluran kredit.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh kinerja keuangan terhadap penyaluran kredit dengan memperluas cakupan populasi mencakup Bank Perkreditan Rakyat di seluruh provinsi Indonesia serta membandingkannya dengan bank umum, guna menguji apakah temuan sebelumnya dapat digeneralisasikan pada konteks geografis yang lebih luas. Selanjutnya, studi dapat memperpanjang rentang waktu analisis hingga tahun 2024 atau lebih, sehingga dapat menilai dampak pemulihan pasca‑COVID‑19 serta kebijakan moneter terkini terhadap hubungan antara variabel‑variabel keuangan dan penyaluran kredit. Selain itu, peneliti dapat menambahkan variabel‑variabel keuangan lain seperti Return on Assets (ROA), Biaya Operasional terhadap Pendapatan (BOPO), serta rasio likuiditas, dan mengintegrasikan faktor makroekonomi seperti inflasi, pertumbuhan PDB, dan suku bunga acuan, untuk menguji apakah model moderasi suku bunga tetap signifikan ketika variabel‑variabel tersebut dimasukkan, serta mengeksplorasi kemungkinan efek non‑linier atau interaksi ganda antara faktor‑faktor tersebut.

Read online
File size276.89 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test