MAYADANIMAYADANI

Masyarakat Berdaya dan InovasiMasyarakat Berdaya dan Inovasi

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan tingkat motivasi belajar siswa SMP dengan kemampuan akademik yang rendah sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan goal setting. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan rancangan one group pretest- post test design. Lokasi penelitian dilakukan pada SMPIT X Banjarbaru. Pelatihan goal setting ini memiliki perbedaan dengan penelitian sebelumnya dalam hal kriteris subjek yang memiliki dinamika kelompok dengan latar belakang keluarga dengan kelekatan yang menghindar. Kriteria inklusi partisipan dalam penelitian adalah siswa laki-laki kelas VIII yang memiliki kemampuan akademik yang rendah serta tingkat motivasi belajar rendah dan sedang yang diukur melalui dokumen belajar dan skala motivasi belajar yang berisi 4 aspek motivasi belajar menurut Chermis dan Goleman (2001). Total subjek penelitian berjumlah 6 orang dengan bentuk intervensi pelatihan Goal Setting. Hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan tingkat motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan intervensi pelatihan Goal Setting. Tingkat motivasi belajar siswa pada posttest (Mean:76) lebih tinggi dibandingkan nilai pretest (Mean: 45,33), selain itu terlihat pelatihan Goal Setting berpengaruh pada motivasi belajar dengan nilai sig. (2-tailed) < 0,05 yang menunjukkan hipotesis diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pelatihan Goal Setting berpengaruh dalam peningkatan motivasi belajar siswa SMPIT X Banjarbaru.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan goal setting secara efektif meningkatkan motivasi belajar siswa SMP dengan kemampuan akademik rendah, yang dibuktikan dengan peningkatan keterampilan membuat tujuan, inisiatif, ketertiban di kelas, serta nilai UAS subjek.Hasil ini memperkuat temuan sebelumnya dan mengindikasikan bahwa pelatihan serupa dapat diterapkan di sekolah, terutama untuk kelompok siswa dengan latar belakang dan dinamika serupa.Sebagai saran, penelitian lanjutan sebaiknya melibatkan kelompok kontrol atau beberapa kelompok uji untuk menguji efektivitas modul secara lebih komprehensif, memberikan bukti empiris yang kuat bagi praktisi.

Penelitian ini menunjukkan hasil positif dari SMP. Namun, untuk memperkuat temuan ini dan memastikan manfaatnya lebih luas, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dilakukan. Pertama, meskipun penelitian ini berhasil pada kelompok siswa tertentu, akan sangat bermanfaat jika dilakukan studi yang lebih komprehensif dengan melibatkan kelompok kontrol. Ini akan memungkinkan peneliti untuk membandingkan secara langsung kemajuan siswa yang menerima pelatihan dengan siswa yang tidak, sehingga keefektifan pelatihan goal setting dapat terbukti secara lebih meyakinkan dan dapat digeneralisasi ke berbagai kondisi sekolah lain. Selain itu, mengingat motivasi belajar seringkali berfluktuasi, studi selanjutnya perlu meneliti apakah peningkatan motivasi yang terjadi setelah pelatihan ini dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Penelitian dapat melakukan pemantauan berkala selama beberapa bulan atau bahkan satu tahun untuk melihat stabilitas efek pelatihan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi keberlanjutan motivasi belajar siswa. Terakhir, karena latar belakang keluarga disebutkan sebagai salah satu kriteria subjek dan peran orang tua sangat penting, menarik untuk mengeksplorasi bagaimana keterlibatan aktif orang tua dalam proses goal setting atau dukungan keluarga dapat memperkuat motivasi belajar anak. Apakah program pelatihan yang juga melibatkan orang tua dapat menghasilkan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan? Dengan demikian, penelitian masa depan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan rekomendasi praktis yang lebih luas bagi dunia pendidikan.

  1. MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA REMAJA MELALUI KONSELING BEHAVIORAL DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT... doi.org/10.30659/jp.18.1.1-22MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA REMAJA MELALUI KONSELING BEHAVIORAL DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT doi 10 30659 jp 18 1 1 22
  2. Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Arab pada Siswa Sekolah Menengah Atas Melalui Pelatihan Goal Setting... doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol8.iss2.art4Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Arab pada Siswa Sekolah Menengah Atas Melalui Pelatihan Goal Setting doi 10 20885 intervensipsikologi vol8 iss2 art4
  3. Pelatihan “Goal Setting” untuk Meningkatkan Orientasi Masa Depan pada Siswa SMP | Zakariyya... journal.ugm.ac.id/gamajpp/article/view/44081Pelatihan AuGoal SettingAy untuk Meningkatkan Orientasi Masa Depan pada Siswa SMP Zakariyya journal ugm ac gamajpp article view 44081
  4. UJI VALIDASI ISI MODUL PSIKOEDUKASI TUTORIAL MEMBACA PERMULAAN UNTUK GURU SEKOLAH DASAR | Insight: Jurnal... doi.org/10.26486/psikologi.v20i1.632UJI VALIDASI ISI MODUL PSIKOEDUKASI TUTORIAL MEMBACA PERMULAAN UNTUK GURU SEKOLAH DASAR Insight Jurnal doi 10 26486 psikologi v20i1 632
Read online
File size272.42 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test