PERTANIANPERTANIAN

Jurnal AgroSainTa: Widyaiswara Mandiri Membangun BangsaJurnal AgroSainTa: Widyaiswara Mandiri Membangun Bangsa

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik morfometrik dan performa pertumbuhan prasapih cempe Boerlok kelahiran tunggal dengan variasi tingkat kedarahan Boer, serta menganalisis pengaruh genotipe dan jenis kelamin terhadap variabel-variabel tersebut. Penelitian dilaksanakan selama delapan bulan (Januari-Agustus 2025) di PT. Shadana Arifnusa Training Farm. Sebanyak 120 ekor cempe terdiri atas tiga genotipe BL/50% Boer (n=40), BBL/75% Boer (n=40), dan BBBL/87.5% Boer (n=40) dengan komposisi seimbang antara jantan dan betina digunakan sebagai materi penelitian. Variabel yang diamati meliputi bobot lahir, bobot sapih umur 90 hari (BS90), pertambahan bobot badan harian (PBBH), panjang badan, lingkar dada, dan tinggi pundak. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dua arah (Two-Way ANOVA) dengan genotipe dan jenis kelamin sebagai faktor tetap, dilanjutkan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot lahir dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap seluruh variabel lainnya. Uji Duncan menunjukkan pola pemisahan sempurna (a-b-c) pada PBBH dan panjang badan, sedangkan bobot sapih, lingkar dada, dan tinggi pundak menunjukkan pola plateau (a-b-b) dengan BBL dan BBBL tidak berbeda nyata. Jenis kelamin berpengaruh sangat nyata terhadap semua variabel kecuali bobot lahir. Interaksi genotipe × jenis kelamin berpengaruh nyata pada panjang badan (P=0,001) dan tinggi pundak (P=0,008), namun tidak nyata pada variabel lainnya. Nilai R² tertinggi ditemukan pada panjang badan (0,625), mengindikasikan bahwa ukuran kerangka tubuh lebih kuat dikontrol oleh genotipe dan jenis kelamin dibandingkan karakter bobot. Disimpulkan bahwa peningkatan proporsi darah Boer secara bertahap melalui program grading-up efektif meningkatkan performa pertumbuhan dan ukuran tubuh cempe, dengan genotipe BBL (75% Boer) memberikan nilai praktis optimal untuk sebagian besar karakter produksi.

Peningkatan proporsi darah Boer pada kambing Boerlok kelahiran tunggal secara signifikan meningkatkan performa prasapih serta karakteristik morfometrik, dengan genotipe BBBL (87,5% Boer) menunjukkan bobot sapih, laju pertumbuhan, dan ukuran tubuh terbesar.Genotipe BBL (75% Boer) menghasilkan bobot lahir tertinggi, menandakan heterosis optimal, sementara perbedaan performa antara jantan dan betina menurun seiring peningkatan proporsi Boer.Program grading‑up Boer × Lokal terbukti efektif, menjadikan genotipe BBBL kandidat unggulan untuk pengembangan kambing potong di Nusa Tenggara Barat dengan memperhatikan adaptasi lingkungan dan manajemen lokal.

Saran penelitian selanjutnya meliputi (1) penyelidikan hubungan antara marker genetik spesifik dan performa pertumbuhan pada anak kambing Boerlok dengan proporsi darah Boer yang berbeda, sehingga dapat mengidentifikasi alel yang berkontribusi pada peningkatan laju pertumbuhan dan ukuran tubuh; (2) evaluasi komprehensif kualitas daging, termasuk komposisi lemak, nilai nutrisi, dan keempukan, pada genotipe BBBL yang menunjukkan pertumbuhan tercepat, untuk menentukan potensi ekonominya dalam produksi daging kambing; (3) percobaan lapangan yang membandingkan strategi pemberian pakan—misalnya tingkat protein, energi, dan suplementasi mikro—pada anak kambing dengan genotipe BL, BBL, dan BBBL, guna menemukan ration optimal yang menyeimbangkan biaya dan peningkatan pertumbuhan; serta (4) kajian adaptasi lingkungan dengan memantau performa Boerlok di berbagai zona agroklimatik di Nusa Tenggara Barat, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi manajemen yang memperhitungkan faktor iklim, ketersediaan pakan, dan kesehatan hewan. Hasil dari keempat penelitian ini diharapkan memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk memperbaiki program breeding dan meningkatkan produktivitas peternakan kambing lokal.

  1. Genetic analysis of sexual dimorphism in growth of Jamunapari goats of India - Mandal - - Journal of... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jbg.12670Genetic analysis of sexual dimorphism in growth of Jamunapari goats of India Mandal Journal of onlinelibrary wiley doi 10 1111 jbg 12670
Read online
File size237.44 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test