UIN MALANGUIN MALANG

J-PIPS (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial)J-PIPS (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial)

Prestasi rendah pada mata pelajaran Geografi mengenai isu kependudukan pada siswa kelas XI‑2 SMA Islam Nusantara mendorong penerapan pendekatan Deep Learning melalui model Siklus 5E. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pendekatan Deep Learning melalui model Siklus 5E dalam meningkatkan pencapaian belajar siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan dua siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi serta soal pre‑test dan post‑test. Hasil menunjukkan peningkatan konsisten pada skor rata‑rata pencapaian belajar, yaitu dari 74 pada pre‑siklus menjadi 81 pada Siklus I, dan mencapai 87 pada Siklus II. Selain itu, implementasi pendekatan Deep Learning meningkat sebesar 0,86, sedangkan implementasi model Siklus 5E meningkat sebesar 1,48. Perbedaan signifikan terlihat pada Siklus II, di mana siswa menunjukkan keterampilan analitis yang lebih mendalam dan tingkat belajar mandiri yang lebih tinggi, meskipun masih berada pada fase adaptasi. Peneliti menyarankan agar metode kolaboratif ini diterapkan pada materi geografi yang lebih luas untuk menguji efektivitas jangka panjangnya.

Implementasi pembelajaran geografi tentang isu kependudukan dengan pendekatan Deep Learning melalui model Siklus 5E terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta memotivasi mereka menjadi lebih aktif dalam proses belajar.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pendekatan tersebut membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, analitis, dan kreatif yang berakar pada makna pembelajaran dan kesadaran pentingnya pembelajaran pada siswa kelas XI‑2 SMA Islam Nusantara.Namun, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengoptimalkan adaptasi siswa terhadap Deep Learning serta membangun budaya belajar mandiri yang memungkinkan siswa menyusun pengetahuan secara sadar tanpa bergantung pada bantuan guru secara dominan.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas penerapan model Deep Learning melalui Siklus 5E pada beberapa SMA di wilayah berbeda dengan sampel yang lebih besar untuk menguji konsistensi hasil dan faktor kontekstual yang mempengaruhi efektivitasnya; selanjutnya, dapat dieksplorasi integrasi teknologi digital seperti realitas virtual atau aplikasi interaktif ke dalam tahap Explore dan Elaborate Siklus 5E guna meningkatkan keterlibatan siswa dalam mempelajari isu kependudukan secara visual dan praktis; terakhir, studi longitudinal dapat dilakukan untuk menilai dampak jangka panjang pendekatan ini terhadap perkembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi, motivasi belajar, dan kemandirian akademik siswa selama beberapa tahun setelah intervensi.

  1. Peningkatan Argumentasi Ilmiah dan Hasil Belajar Siswa SMA pada Hukum Dasar Kimia melalui Learning Cycle... jerkin.org/index.php/jerkin/article/view/3191Peningkatan Argumentasi Ilmiah dan Hasil Belajar Siswa SMA pada Hukum Dasar Kimia melalui Learning Cycle jerkin index php jerkin article view 3191
  2. Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK): Panduan Praktis untuk Guru dan Mahasiswa di Institusi Pendidikan... doi.org/10.47134/ptk.v1i4.821Metode Penelitian Tindakan Kelas PTK Panduan Praktis untuk Guru dan Mahasiswa di Institusi Pendidikan doi 10 47134 ptk v1i4 821
  3. Integrasi Problem Based Learning dan Scaffolding Berbasis ZPD pada Materi Kebudayaan Masa Praaksara |... doi.org/10.17977/um064v5i42025p476-484Integrasi Problem Based Learning dan Scaffolding Berbasis ZPD pada Materi Kebudayaan Masa Praaksara doi 10 17977 um064v5i42025p476 484
  4. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR | Kahar | AKSIOMA:... doi.org/10.24127/ajpm.v9i2.2704PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR Kahar AKSIOMA doi 10 24127 ajpm v9i2 2704
Read online
File size555.86 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test