LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA

Masyarakat Mandiri dan BerdayaMasyarakat Mandiri dan Berdaya

Tingkat pengetahuan yang kurang pada ibu hamil terkait cara menyusui yang benar menjadi salah satu hambatan utama dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Banyak ibu hamil belum memahami teknik dasar menyusui, seperti posisi dan perlekatan yang tepat, tanda-tanda bayi cukup ASI, serta pentingnya inisiasi menyusu dini (IMD). Pengetahuan ini sering kali membuat ibu merasa ragu atau tidak percaya diri untuk menyusui, bahkan ada yang memilih memberikan susu formula lebih awal karena menganggap ASI-nya tidak mencukupi. Kurangnya akses terhadap informasi yang akurat, rendahnya partisipasi dalam kelas ibu hamil, serta minimnya bimbingan dari tenaga kesehatan selama masa kehamilan turut memperparah kondisi ini. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan ibu hamil melalui edukasi yang terstruktur dan berkelanjutan sangat penting untuk mendukung keberhasilan menyusui secara eksklusif.

Peningkatan edukasi meningkatkan pengetahuan baik dan cukup bagi ibu hamil.Edukasi melalui ceramah, tanya jawab, dan leaflet efektif meningkatkan pemahaman teknik menyusui.Hal ini diharapkan meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif secara signifikan.

Melakukan uji coba program edukasi menyusui berbasis mobile app yang dapat diakses oleh ibu hamil di wilayah pedesaan sehingga informasi penting mengenai posisi, perlekatan, dan indikasi ASI dapat disampaikan secara real‑time. Menyelenggarakan monitoring rutin konseling laktasi bersama kader posyandu setelah kelahiran untuk menilai kesulitan ibu dan menyesuaikan strategi intervensi. Menyebarluaskan modul pelatihan online bagi tenaga kesehatan di puskesmas untuk meningkatkan kompetensi konseling laktasi dan memfasilitasi konsultasi jarak jauh bagi ibu yang susah datang ke fasilitas kesehatan.

Read online
File size171.54 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test