STIKMARSTIKMAR

Jurnal Kesehatan MarendengJurnal Kesehatan Marendeng

Budaya longko atau rasa malu yang mengakar kuat dalam masyarakat Toraja berperan besar dalam membentuk persepsi dan perilaku remaja terkait kesehatan reproduksi, terutama dalam hal akses informasi dan penggunaan kontrasepsi. Nilai budaya ini tidak hanya mengatur batasan moral, tetapi juga menimbulkan hambatan komunikasi antara remaja, keluarga, dan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman subjektif remaja Toraja dalam mengakses dan menggunakan kontrasepsi, serta menelaah bagaimana longko mempengaruhi proses pengambilan keputusan tersebut. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi interpretatif, dilaksanakan pada April–Agustus 2024 di Kabupaten Toraja Utara. Sebanyak 25 informan berpartisipasi, terdiri dari 15 remaja berusia 15–24 tahun, 5 tokoh adat, dan 5 tenaga kesehatan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi sosial-budaya, serta pencatatan reflektif, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik Braun & Clarke (2023) melalui proses pengodean, identifikasi tema, dan verifikasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama. Pertama, tabu dan stigma yang muncul dari nilai longko menyebabkan remaja takut menghindari diskusi terbuka tentang kontrasepsi karena takut mempermalukan keluarga atau melanggar norma adat. Kedua, peran keluarga dan tokoh adat sangat dominan sebagai penjaga moral dan filter informasi reproduksi, sehingga pesan yang diterima remaja lebih bersifat larangan dibandingkan edukasi. Ketiga, remaja mengembangkan strategi adaptasi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan reproduksi, seperti menggunakan metafora budaya ketika bertanya, mencari layanan di luar wilayah tempat tinggal, dan mengandalkan teman sebaya sebagai sumber informasi. Kesimpulannya, budaya longko menciptakan dilema antara kebutuhan kesehatan reproduksi dan tuntutan norma sosial, sehingga akses dan penggunaan kontrasepsi oleh remaja berjalan secara terselubung dan tidak optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi yang sensitif budaya. Implikasi praktik dan kebijakan mencakup perlunya pelibatan to mina dan tokoh adat dalam edukasi reproduksi, pengembangan modul berbasis budaya Toraja, penguatan layanan ramah remaja di Puskesmas, kolaborasi lintas sektor dalam program KIA dan GenRe, serta pemberdayaan pendidik sebaya untuk mengurangi hambatan rasa malu dalam memperoleh informasi kontrasepsi.

Budaya longko dalam masyarakat Toraja bukan sekadar rasa malu, melainkan sistem nilai yang membentuk cara remaja memahami tubuh, seksualitas, dan kontrasepsi.Budaya ini menciptakan hambatan utama berupa konflik antara pemahaman medis dan makna budaya terhadap kontrasepsi, yang menyebabkan akses layanan kesehatan menjadi negosiasi sosial yang penuh risiko.Meskipun demikian, remaja menunjukkan agensi melalui strategi adaptif seperti mencari layanan di luar desa, memanfaatkan teman sebaya, dan menggunakan ruang digital untuk memenuhi kebutuhan informasi kesehatan reproduksi.

Pertama, perlu penelitian etnografi mendalam untuk memahami bagaimana nilai longko diajarkan dan direproduksi dalam praktik adat, ritual keluarga, dan sistem pendidikan lokal, sehingga dapat dikembangkan model intervensi yang menyeluruh dan berkelanjutan. Kedua, penelitian komparatif diperlukan untuk membandingkan dinamika budaya serupa seperti rasa malu atau harga diri dalam masyarakat adat lain di Indonesia, guna mengidentifikasi kesamaan struktur penghambat akses kesehatan reproduksi dan merancang strategi universal yang tetap menghormati konteks lokal. Ketiga, perlu dikembangkan dan diuji coba program edukasi reproduksi berbasis budaya yang kolaboratif, melibatkan tokoh adat dan tenaga kesehatan bersama-sama merancang modul pembelajaran yang menggunakan metafora lokal namun tetap menyampaikan informasi medis secara akurat, serta dievaluasi efektivitasnya dalam mengubah sikap dan perilaku remaja terkait kontrasepsi.

  1. Cultural Integration in Adolescent Reproductive Health Promotion Initiatives: Insights from Tengger,... doi.org/10.25077/jantro.v26.n2.p177-184.2024Cultural Integration in Adolescent Reproductive Health Promotion Initiatives Insights from Tengger doi 10 25077 jantro v26 n2 p177 184 2024
  2. The Implementation of Local Wisdom to Improve the Health and Quality of Life the Hypertension Family... ccsenet.org/journal/index.php/gjhs/article/view/0/41906The Implementation of Local Wisdom to Improve the Health and Quality of Life the Hypertension Family ccsenet journal index php gjhs article view 0 41906
  3. Home Page. home page foundation profit organization govern digital object identifier system behalf agencies... Doi.OrgHome Page home page foundation profit organization govern digital object identifier system behalf agencies Doi Org
Read online
File size743.51 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test