POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG
Jurnal Lintas KeperawatanJurnal Lintas KeperawatanLatar Belakang: Pengetahuan pasien tentang diabetes melitus dapat meningkatkan kewaspadaan pasien terhadap bahaya yang dihadapi sehingga pasien berupaya untuk hidup sehat. Pengetahuan juga dapat membantu dalam mengubah perilaku sehat dan meningkatkan kepatuhan pasien tentang program pengelolaan penyakit. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan pasien tentang diabetes melitus tipe 2 di Poliklinik Endokrin RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.. Metode: Populasi dari artikel ilmiah ini adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe 2. Sampel penelitian berjumlah 336 pasien yang dilakukan dengan teknik purposive sampling. Artikel ilmiah ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional study. Kuesioner yang digunakan yaitu Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) yang sudah diuji validitas dan reliabilitas menggunakan Cronbach alpha sebesar 0,723. Pengumpulan data menggunakan angket. Analisa data menggunakan analisa univariat.. Hasil: Hasil artikel ilmiah ini menunjukkan 207 orang (60,8%) pasien memiliki pengetahuan sedang.. Kesimpulan: Hal ini berkaitan dengan tingkat pendidikan responden pada kategori menengah sehingga pasien memiliki pengetahuan sedang dimana keterpaparan informasi khususnya tentang manajemen diabetes masih terbatas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pasien tentang diabetes melitus tipe 2 di Poliklinik Endokrin RSUD dr.Zainoel Abidin Banda Aceh secara keseluruhan berada pada kategori sedang.Hal ini disebabkan oleh tingkat pendidikan responden yang mayoritas berada pada jenjang pendidikan menengah atas, serta lama menderita diabetes melitus yang cukup panjang.Oleh karena itu, diperlukan peningkatan program edukasi dan promosi kesehatan yang lebih intensif bagi pasien diabetes melitus tipe 2 untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terhadap pengelolaan penyakit.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi hubungan antara tingkat pengetahuan pasien dengan perilaku pengelolaan diabetes sehari-hari, seperti kepatuhan minum obat, pola makan, dan aktivitas fisik. Hal ini penting untuk memahami bagaimana pengetahuan yang dimiliki pasien dapat diterjemahkan ke dalam tindakan nyata yang mendukung pengendalian gula darah. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan intervensi edukasi yang lebih efektif dan disesuaikan dengan karakteristik pasien, seperti tingkat pendidikan, usia, dan latar belakang budaya. Intervensi ini dapat berupa penyuluhan, konseling, atau kelompok dukungan sebaya yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman pasien tentang diabetes dan memotivasi mereka untuk mengubah perilaku. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran faktor sosial dan lingkungan dalam memengaruhi pengetahuan dan perilaku pasien, seperti dukungan keluarga, akses ke layanan kesehatan, dan ketersediaan makanan sehat. Dengan memahami faktor-faktor ini, program pencegahan dan pengendalian diabetes dapat dirancang secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.
- Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Aktivitas Self Care pada Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja... jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/61Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Aktivitas Self Care pada Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja jurnal fkm umi ac index php woph article view 61
- Tingkat Pengetahuan Upaya Pencegahan Diabetes Melitus pada Pralansia | TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan.... doi.org/10.61902/triage.v10i1.651Tingkat Pengetahuan Upaya Pencegahan Diabetes Melitus pada Pralansia TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan doi 10 61902 triage v10i1 651
- UPAYA PENANGANAN DAN PERILAKU PASIEN PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS BARA-BARAYA KOTA... doi.org/10.47007/Nut.V13i01.3684UPAYA PENANGANAN DAN PERILAKU PASIEN PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS BARA BARAYA KOTA doi 10 47007 Nut V13i01 3684
- Thieme E-Books & E-Journals. thieme books journals thieme-connect.de/products/ebooks/lookinside/10.1055/b-0034-71574Thieme E Books E Journals thieme books journals thieme connect de products ebooks lookinside 10 1055 b 0034 71574
| File size | 277.22 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALFKMUITJURNALFKMUIT Sebagian besar anak memiliki perilaku higienitas yang kurang baik, seperti kuku panjang (100%), kuku kotor (96,7%), dan sering bermain tanah tanpa alasSebagian besar anak memiliki perilaku higienitas yang kurang baik, seperti kuku panjang (100%), kuku kotor (96,7%), dan sering bermain tanah tanpa alas
SARI MUTIARASARI MUTIARA Dengan demikian, edukasi PHBS ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menginspirasi tindakan nyata dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraanDengan demikian, edukasi PHBS ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menginspirasi tindakan nyata dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA The results showed a significant improvement in childrens knowledge and behavior related to hygiene practices after the intervention, as evidenced by theThe results showed a significant improvement in childrens knowledge and behavior related to hygiene practices after the intervention, as evidenced by the
STIK SAMSTIK SAM Oleh karena itu, intervensi yang menargetkan durasi penyakit, peningkatan perilaku self‑management, serta edukasi pengetahuan, dan promosi olahraga rutinOleh karena itu, intervensi yang menargetkan durasi penyakit, peningkatan perilaku self‑management, serta edukasi pengetahuan, dan promosi olahraga rutin
UNNUUNNU 05 antara hasil pre-test dan post-test. Ini menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna terhadap hasil pre-test dan post-test mengenai materi diare dan05 antara hasil pre-test dan post-test. Ini menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna terhadap hasil pre-test dan post-test mengenai materi diare dan
ITSCIENCEITSCIENCE Selain itu, pemeriksaan urine harus memperhatikan kekeruhan dan kadar warna secara langsung. Aktivitas ini juga mencakup pengecekan tekanan darah untukSelain itu, pemeriksaan urine harus memperhatikan kekeruhan dan kadar warna secara langsung. Aktivitas ini juga mencakup pengecekan tekanan darah untuk
ITSCIENCEITSCIENCE Dalam proses berkembang anak memiliki ciri fisik, kognitif, konsep diri, pola koping dan perilaku sosial. Anak sangat rentan terhadap risiko terjadinyaDalam proses berkembang anak memiliki ciri fisik, kognitif, konsep diri, pola koping dan perilaku sosial. Anak sangat rentan terhadap risiko terjadinya
STIKESNHSTIKESNH Desain penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan pendekatan One Group Pre and Post-Test Design. Hasil uji analisis diperoleh nilai p sistolik = 0,000Desain penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan pendekatan One Group Pre and Post-Test Design. Hasil uji analisis diperoleh nilai p sistolik = 0,000
Useful /
IMPERIUMINSTITUTEIMPERIUMINSTITUTE This study uses a quantitative methodology using primary data obtained from the distribution of questionnaires, interviews, and observations. The studyThis study uses a quantitative methodology using primary data obtained from the distribution of questionnaires, interviews, and observations. The study
IMPERIUMINSTITUTEIMPERIUMINSTITUTE Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan kewirausahaan, motivasi berwirausaha, dan efikasi diri berwirausaha secara signifikan dan positif memengaruhiPenelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan kewirausahaan, motivasi berwirausaha, dan efikasi diri berwirausaha secara signifikan dan positif memengaruhi
HOSTJOURNALSHOSTJOURNALS Dengan menggunakan model Fuzzy Sugeno, perhitungan dilakukan untuk menentukan level stok yang optimal dan memprediksi kebutuhan abu batu dalam jangka panjang.Dengan menggunakan model Fuzzy Sugeno, perhitungan dilakukan untuk menentukan level stok yang optimal dan memprediksi kebutuhan abu batu dalam jangka panjang.
ALMAATAALMAATA Median data kadar hemoglobin pada kelompok normal 14,2 g/dl dan kelompok obesitas 14,5 g/dl. Kadar feritin pada kelompok obesitas lebih tinggi secara signifikanMedian data kadar hemoglobin pada kelompok normal 14,2 g/dl dan kelompok obesitas 14,5 g/dl. Kadar feritin pada kelompok obesitas lebih tinggi secara signifikan