MAYADANIMAYADANI

Masyarakat Berdaya dan InovasiMasyarakat Berdaya dan Inovasi

Aren (Arenga Saccharifera Labiil) merupakan komoditas perkebunan dengan jenis arenga pinnata Merr dengan marga Arenga. Pohon beringin (Ficus benjamina L.), berasal dari famili Moraceae yang mudah tumbuh di berbagai kondisi lahan termasuk lahan kering. Perakaran pohon memberi keuntungan dalam sistem agroforestri karena perakarannya mampu menahan air dan erosi permukaan, mampu memompa unsur-unsur hara dari lapisan tanah yang dalam dan diangkut ke permukaan tanah dalam bentuk dedaunan yang gugur, memperbaiki permeabilitas tanah, dan mampu melakukan fiksasi nitrogen dari udara sehingga tanah menjadi subur. Hasil dari observasi di wilayah Dusun Belang, Soronalan, Sawangan, Magelang perlu ditanami bibit pohon pelindung mata air untuk melestarikan dan melindungi alam khususnya pada pengelolaan sumber mata air agar saat terjadi musim kemarau berkepanjangan masyarakat khususnya Dusun Belang tidak mengalami kekurangan air.

Kegiatan penanaman bibit pohon dilaksanakan dengan 2 tahapan.Tahapan pertama pada tanggal 29 Januari 2024 dengan mensosialisasikan tentang masalah air, konservasi mata air dan tanah, serta pohon yang baik untuk konservasi mata air dan tanah dengan sasaran kelompok tani.Dilanjutkan pada tahap kedua yaitu penanaman bibit pohon yang dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 2024 terdapat 4 titik lokasi penanaman bibit pohon.

Melihat keberhasilan awal kegiatan sosialisasi dan penanaman pohon pelindung mata air ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa digali untuk memperkaya pemahaman dan dampak program konservasi. Pertama, akan sangat bermanfaat jika dilakukan studi evaluasi jangka panjang untuk mengukur efektivitas nyata dari penanaman bibit pohon Aren dan Beringin terhadap ketersediaan dan kualitas air di mata air Dusun Belang. Penelitian ini dapat memantau perubahan debit air, parameter kualitas air, serta kondisi kelembaban dan kesuburan tanah selama beberapa tahun ke depan, sehingga dapat memberikan data konkret mengenai manfaat ekologis yang telah dicapai. Kedua, penting juga untuk memahami lebih dalam mengenai faktor-faktor sosial dan ekonomi yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam menjaga kelangsungan program konservasi ini. Misalnya, apa motivasi utama masyarakat untuk terus merawat pohon-pohon yang sudah ditanam, dan tantangan apa yang mereka hadapi dalam melakukannya? Studi ini bisa menggali aspek keberlanjutan partisipasi masyarakat melalui wawancara mendalam atau survei. Terakhir, penelitian masa depan dapat menjelajahi potensi jenis pohon lokal lain yang mungkin lebih optimal atau memiliki manfaat tambahan untuk konservasi mata air di kondisi geografis yang serupa atau berbeda di wilayah Magelang. Identifikasi spesies alternatif yang adaptif terhadap perubahan iklim atau yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat dapat memperluas pilihan strategi konservasi, sekaligus memberikan nilai tambah bagi komunitas lokal.

Read online
File size254.05 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test