PENERBITPENERBIT
Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama HinduPermasalahan sampah upakara Hindu di Bali semakin menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan kelestarian lingkungan, praktik keagamaan, dan keberlanjutan pariwisata, serta direpresentasikan secara intensif melalui media massa lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi wacana isu sampah upakara Hindu dalam pemberitaan media online Bali Post, mengidentifikasi posisi aktor sosial yang direpresentasikan, dan mengungkap ideologi yang melatarbelakangi praktik pemberitaan tersebut.
Berdasarkan analisis wacana kritis model Norman Fairclough terhadap pemberitaan sampah upakara Hindu pada media online Bali Post tahun 2025, penelitian ini menunjukkan bahwa media tidak sekadar merefleksikan realitas mengenai peningkatan volume sampah pasca pelaksanaan ritual Hindu, tetapi secara aktif mengonstruksi wacana yang menempatkan persoalan tersebut sebagai isu ekologis yang dapat diselesaikan melalui harmonisasi antara nilai-nilai keagamaan Hindu dan pengelolaan lingkungan.Pada dimensi teks, pemberitaan didominasi oleh pilihan bahasa yang persuasif, edukatif, dan berorientasi pada solusi sehingga praktik keagamaan direpresentasikan sejalan dengan tanggung jawab ekologis.Pada dimensi praktik diskursif, produksi berita lebih banyak bertumpu pada sumber-sumber resmi seperti pemerintah, otoritas adat, dan lembaga pengelola lingkungan, yang menunjukkan adanya relasi kuasa dan dominasi perspektif institusional dalam pembentukan makna.Sementara itu, pada dimensi praktik sosial budaya, pemberitaan mereproduksi ideologi ekologisasi agama dengan menampilkan nilai-nilai Yadnya dan Tri Hita Karana sebagai landasan etis dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi keagamaan dan keberlanjutan lingkungan.Dengan demikian, Bali Post berperan sebagai arena produksi makna yang merepresentasikan agama Hindu bukan sebagai penyebab persoalan sampah, melainkan sebagai sumber nilai yang adaptif terhadap tantangan ekologis kontemporer serta mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Bali.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan kajian lebih mendalam mengenai peran media lokal dalam membentuk pemahaman publik tentang hubungan antara agama, budaya, lingkungan, dan kebijakan pengelolaan sampah di Bali. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis wacana kritis terhadap pemberitaan sampah upakara Hindu di media lokal Bali lainnya untuk melihat apakah terdapat perbedaan dalam representasi dan ideologi yang bekerja. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur dampak pemberitaan media terhadap perilaku masyarakat dalam mengelola sampah upakara Hindu dan mengidentifikasi strategi komunikasi lingkungan yang efektif dalam konteks Bali.
| File size | 574.8 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
PENERBITPENERBIT Secara ringkas, ini menyediakan bukti empiris dan blueprint operasional KBC yang dikontekstualisasikan dalam tradisi Hindu dapat menjadi landasan epistemologisSecara ringkas, ini menyediakan bukti empiris dan blueprint operasional KBC yang dikontekstualisasikan dalam tradisi Hindu dapat menjadi landasan epistemologis
PENERBITPENERBIT Temuan-temuan ini menegaskan keberadaan perspektif teologi dialogis dan inklusif yang mendalam dalam warisan intelektual keagamaan Bali. Penelitian iniTemuan-temuan ini menegaskan keberadaan perspektif teologi dialogis dan inklusif yang mendalam dalam warisan intelektual keagamaan Bali. Penelitian ini
PENERBITPENERBIT Widyalaya menonjol sebagai lembaga pendidikan formal berkarakter agama Hindu yang lebih dipercaya, memiliki kejelasan legalitas, akses pendanaan, pengakuanWidyalaya menonjol sebagai lembaga pendidikan formal berkarakter agama Hindu yang lebih dipercaya, memiliki kejelasan legalitas, akses pendanaan, pengakuan
PENERBITPENERBIT Pengembangan pariwisata spiritual di Bali menghadapi tantangan berupa komodifikasi budaya dan desakralisasi praktik keagamaan akibat meningkatnya orientasiPengembangan pariwisata spiritual di Bali menghadapi tantangan berupa komodifikasi budaya dan desakralisasi praktik keagamaan akibat meningkatnya orientasi
PENERBITPENERBIT Keberadaan komunitas keagamaan dalam masyarakat multikultural menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan identitas, praktik keagamaan, dan keberlanjutanKeberadaan komunitas keagamaan dalam masyarakat multikultural menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan identitas, praktik keagamaan, dan keberlanjutan
PENERBITPENERBIT Konsep‑konsep kearifan lokal Bali seperti Rwa Bhineda, Tri Mandala, Tri Hita Karana, Panca Maha Bhuta, dan Sad Kerthi berinteraksi membentuk hierarkiKonsep‑konsep kearifan lokal Bali seperti Rwa Bhineda, Tri Mandala, Tri Hita Karana, Panca Maha Bhuta, dan Sad Kerthi berinteraksi membentuk hierarki
UMNUMN Di era globalisasi yang semakin kompetitif, tuntutan akan penyajian laporan keuangan yang transparan dan akuntabel semakin meningkat. Kualitas informasiDi era globalisasi yang semakin kompetitif, tuntutan akan penyajian laporan keuangan yang transparan dan akuntabel semakin meningkat. Kualitas informasi
ARIPAFIARIPAFI Pentingnya Perencanaan dan Pengorganisasian 2). Faktor Penghambat dan Solusi 3). Peran Guru dan Lingkungan Belajar 4). Rekomendasi untuk Peningkatan manajemenPentingnya Perencanaan dan Pengorganisasian 2). Faktor Penghambat dan Solusi 3). Peran Guru dan Lingkungan Belajar 4). Rekomendasi untuk Peningkatan manajemen
Useful /
PENERBITPENERBIT Linieritas ini bisa dilihat dari internalisasi sistem kognitif (ide, gagasan, sistem upacara dan sistem sosial) yang diaplikasikan melalui sistem berupacara.Linieritas ini bisa dilihat dari internalisasi sistem kognitif (ide, gagasan, sistem upacara dan sistem sosial) yang diaplikasikan melalui sistem berupacara.
STIE MUTTAQIENSTIE MUTTAQIEN Luas areal lahan yang dimiliki adalah 13.110 m2 dengan ketinggian 20 m, komposisi lahan berupa 15% tanah, 5% cadas, 40% batu belah dan sisanya 40% batuLuas areal lahan yang dimiliki adalah 13.110 m2 dengan ketinggian 20 m, komposisi lahan berupa 15% tanah, 5% cadas, 40% batu belah dan sisanya 40% batu
PENERBITPENERBIT Participants included sulinggih, dalang, religious leaders, academics, organizing committee tvrd, and ritual participants. Data were collected throughParticipants included sulinggih, dalang, religious leaders, academics, organizing committee tvrd, and ritual participants. Data were collected through
STIK SAMSTIK SAM Karakterisasi merupakan langkah untuk mengetahui mutu dari suatu ekstrak bahan alam, yang meliputi parameter spesifik, non spesifik, dan skrining fitokimia.Karakterisasi merupakan langkah untuk mengetahui mutu dari suatu ekstrak bahan alam, yang meliputi parameter spesifik, non spesifik, dan skrining fitokimia.