PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Pengembangan pariwisata spiritual di Bali menghadapi tantangan berupa komodifikasi budaya dan desakralisasi praktik keagamaan akibat meningkatnya orientasi ekonomi dalam aktivitas wisata. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan nilai-nilai pendidikan agama Hindu sebagai landasan pengembangan pariwisata spiritual yang berkelanjutan dan regeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model integrasi pendidikan agama Hindu dalam pengembangan pariwisata spiritual regeneratif di Desa Wisata Gunung Salak, Bali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap delapan informan yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan agama Hindu, khususnya Tri Hita Karana, Tat Twam Asi, dan Tri Kaya Parisudha terintegrasi dalam praktik spiritual masyarakat, pengelolaan wisata berbasis komunitas, serta tata kelola destinasi yang berorientasi pada pelestarian budaya dan lingkungan. Penelitian ini menghasilkan model integrasi yang menghubungkan pendidikan agama Hindu sebagai fondasi nilai, praktik spiritual masyarakat sebagai basis pengalaman wisata, pengelolaan wisata berbasis komunitas sebagai mekanisme implementasi, dan prinsip pariwisata regeneratif sebagai kerangka pengembangan destinasi. Model tersebut berkontribusi pada pelestarian budaya, penguatan kesadaran spiritual, peningkatan partisipasi masyarakat, serta keberlanjutan sosial dan ekologis desa wisata. Disimpulkan bahwa pendidikan agama Hindu memiliki peran strategis sebagai fondasi normatif dan transformasional dalam membangun pariwisata spiritual regeneratif yang harmonis, edukatif, dan berkelanjutan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan wisata spiritual di Desa Wisata Gunung Salak tidak dapat dilepaskan dari peran nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat sebagai fondasi etis dan spiritual dalam pengelolaan pariwisata.Integrasi antara nilai-nilai seperti Tri Hita Karana, Tat Twam Asi, dan Tri Kaya Parisudha dengan praktik spiritual masyarakat serta pengelolaan wisata berbasis komunitas menghasilkan model wisata spiritual berbasis regeneratif yang tidak hanya berorientasi pada pengalaman wisata, tetapi juga pada pelestarian nilai budaya, penguatan kesadaran spiritual, dan keberlanjutan lingkungan.Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan agama Hindu memiliki fungsi strategis sebagai landasan normatif dalam membentuk paradigma pariwisata yang holistik dan transformatif, sekaligus memperluas kajian wisata spiritual dengan menghadirkan pendekatan integratif antara dimensi nilai, praktik sosial, dan prinsip pariwisata regeneratif.Implikasi penelitian ini mengarah pada pentingnya penguatan peran masyarakat lokal sebagai agen pendidikan spiritual serta perlunya model pengelolaan pariwisata yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada regenerasi sosial, budaya, dan ekologis secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:. . 1. Menganalisis dampak sosial dan ekonomi dari model integrasi pendidikan agama Hindu dalam pengembangan pariwisata spiritual regeneratif di Desa Wisata Gunung Salak. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana model integrasi tersebut mempengaruhi partisipasi masyarakat lokal, pelestarian budaya, dan keberlanjutan sosial-ekologis di desa wisata.. . 2. Meneliti implementasi dan efektivitas model integrasi pendidikan agama Hindu dalam konteks pariwisata spiritual regeneratif di destinasi wisata lainnya di Bali atau wilayah dengan karakteristik sosial dan religius serupa. Penelitian ini dapat mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam penerapan model integrasi tersebut di berbagai destinasi wisata.. . 3. Menganalisis peran pendidikan agama Hindu dalam membentuk kesadaran spiritual dan etis masyarakat lokal dalam konteks pariwisata spiritual regeneratif. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana pendidikan agama Hindu mempengaruhi perilaku dan sikap masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas pariwisata dan pelestarian nilai-nilai spiritual dan budaya.

Read online
File size300.84 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test