PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Penelitian ditujukan untuk untuk menganalisis peran pendidikan agama dalam membentuk karakter siswa yang berorientasi pada penguatan kohesi sosial. Pluralitas merupakan karakteristik masyarakat Indonesia, yang membawa potensi sebagai modal sosial, namun dibaliknya ada juga potensi sebagai pemicu konflik horizontal. Permasalahan yang menjadi fokus penelitian adalah bagaimana pendidikan agama berperan dalam pembentukan karakter individu siswa sebagai landasan untuk memperkuat harmoni dan kohesi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi fenomenologi hermeneutik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama, yang terintegrasi dalam kurikulum nasional memegang peranan penting dalam menginternalisasi nilai-nilai keagamaan dalam proses pendidikan. Integrasi ini bukan sekadar aspek ritual, namun juga membentuk kesadaran religius yang termanifestasi dalam sikap serta perilaku religius sehari-hari dalam diri siswa sebagai agen perubahan di masyarakat. Dalam konteks keberagaman, pendidikan agama yang inklusif akan membekali kesadaran individu dengan kematangan moral terutama untuk menghargai perbedaan.

Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama di Indonesia memiliki posisi strategis dalam kurikulum nasional sebagai fondasi utama penginternalisasian pendidikan karakter, bukan sekadar transfer doktrinnya melainkan proses menanamkan nilai moral dan etika yang mendalam pada siswa.Integrasi pendidikan agama dengan penekanan pada moderasi religius terbukti efektif meningkatkan kesadaran sosial, toleransi, dan perilaku inklusif siswa, sehingga berkontribusi pada keharmonisan dan solidaritas nasional.Meskipun penelitian ini belum mengukur secara kuantitatif efektivitas praktik pembelajaran agama, disarankan untuk melakukan studi lanjutan dengan metode campuran guna mengevaluasi pelaksanaan kurikulum secara lebih holistik.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penerapan metode campuran (kualitatif‑kuantitatif) dapat mengukur secara empiris dampak pendidikan agama terhadap perkembangan karakter siswa dalam konteks keberagaman budaya Indonesia. Penelitian lain dapat mengeksplorasi faktor-faktor institusional dan pedagogik yang mempengaruhi efektivitas integrasi moderasi religius dalam kurikulum, serta bagaimana variabel‑variabel tersebut berinteraksi dalam meningkatkan toleransi dan solidaritas sosial di tingkat sekolah menengah. Selain itu, studi dapat mengkaji sejauh mana penggunaan teknologi digital sebagai media pembelajaran dapat memperkuat internalisasi nilai‑nilai moral agama dan memperluas jangkauan pendidikan karakter inklusif, khususnya di daerah terpencil dengan sumber daya terbatas. Penelitian‑penelitian ini diharapkan menghasilkan data longitudinal yang dapat menjadi dasar kebijakan pendidikan nasional, serta memberikan panduan praktis bagi guru dan pembuat kurikulum dalam mengoptimalkan peran pendidikan agama sebagai instrumen pembentukan karakter yang moderat dan berkeadilan.

Read online
File size299.12 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test