PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Geguritan, sebagai bagian dari sastra Bali yang diajarkan di perguruan tinggi, berperan strategis dalam melestarikan identitas serta mewariskan nilai-nilai luhur budaya kepada generasi muda. Namun, berdasarkan hasil observasi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali (PSABB), ditemukan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap makna yang terkandung dalam teks geguritan masih relatif rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penerapan model collaborative learning berbasis catur paramita dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap teks geguritan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model Pre-Experimental Design yang dilakukan terhadap subjek mahasiswa semester VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test sebesar 75,00 meningkat menjadi rata-rata 88,00 pada nilai post-test. Hasil uji hipotesis menggunakan paired sample t-test menunjukan nilai signifikansi (p < 0,001). Kesimpulannya, penerapan collaborative learning berbasis catur paramita efektif meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap makna yang terkandung dalam teks geguritan.

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model collaborative learning berbasis catur paramita terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap makna teks geguritan.Hal ini didukung oleh peningkatan rata-rata nilai mahasiswa dari 75,00 pada tahap pre-test menjadi 88,00 pada tahap post-test, dengan hasil uji paired sample t-test menunjujkan signifikansi 0,001 (p<0,05).Keberhasilan ini terlepas dari internalisasi nila-nilai catur paramita yang secara kuantitatif tercermin dari hasil angket yang menunjukan rata-rata komulatif 4,53 (Sangat Baik).Melalui model collaborative learning berbasis catur paramita ini, konstruksi pemahaman teks geguritan menjadi lebih optimal.Oleh karena itu, untuk selanjutnya disarankan pembelajaran teks geguritan dilakukan dengan berbagai inovasi, salah satunya dengan mengambil model-model pembelajaran inovatif yang dikombinasikan dengan nilai-nilai teologis yang hidup di masyarakat.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara model collaborative learning berbasis catur paramita dengan model-model pembelajaran inovatif lainnya dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap teks geguritan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari penerapan model ini terhadap pemahaman mahasiswa dan pengembangan karakter mereka. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana model ini dapat diterapkan pada mata pelajaran lain di perguruan tinggi, dengan mempertimbangkan aspek-aspek spesifik dari setiap mata pelajaran tersebut.

Read online
File size431.69 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test