STIE MUTTAQIENSTIE MUTTAQIEN

Eqien - Jurnal Ekonomi dan BisnisEqien - Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Indonesia merupakan negara berkembang sehingga investasi menjadi hal yang sangat penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan kinerja ekonomi makro lainnya. Namun, investasi di Indonesia belum menjadi daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.. . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penanaman modal asing (PMA) di 20 kota di Indonesia selama periode 2004 - 2008. Model regresi yang digunakan sebagai alat analisis adalah model regresi data panel fixed effect model (FEM). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah PDRB Riil, Indeks Persepsi Korupsi (IPK), Upah Minimum Kota (UMK), Inflasi, Infrastruktur, Tingkat Kriminalitas. Kota yang dijadikan unit analisis sebanyak 20 kota selama periode 2004, 2006, dan 2008.. . Berdasarkan hasil estimasi diperoleh bahwa PDRB Riil, IPK, berpengaruh positif dan signifikan terhadap PMA. Sementara, UMK, Inflasi, dan tingkat kriminalitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PMA. Sedangkan untuk variabel Infrastruktur berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap PMA.

Faktor-faktor yang mempengaruhi PMAL di 20 kota Indonesia periode 2004-2008 meliputi PDRB, indeks korupsi (IPK), upah riil (UMK), inflasi, infrastruktur, dan keamanan (tingkat kriminalitas).Hasil regresi menunjukkan PDRB, IPK, dan keamanan berpengaruh positif dan signifikan, sementara UMK dan inflasi berpengaruh negatif dan signifikan.Secara keseluruhan, variabel-variabel tersebut menjelaskan 95,34% variasi PMAL.

Penelitian lanjutan dapat menguji apakah pengaruh variabel‑variabel determinan PMAL tetap konsisten pada periode yang lebih baru, misalnya 2009–2019, dengan menggunakan data panel yang lebih panjang untuk menangkap dinamika jangka panjang dan mengidentifikasi perubahan tren investasi asing seiring dengan kebijakan makroekonomi yang berbeda. Selain itu, studi dapat menambahkan variabel kualitas sumber daya manusia, seperti tingkat pendidikan, kepadatan tenaga kerja terampil, atau persentase lulusan STP, untuk menguji kontribusinya terhadap daya tarik investasi asing di kota‑kota Indonesia, mengingat kompetensi tenaga kerja sering menjadi pertimbangan utama bagi investor multinasional. Peneliti juga dapat memperluas cakupan variabel infrastruktur dengan memasukkan data tentang listrik, telekomunikasi, air bersih, serta indeks kemudahan transportasi, sehingga dapat menilai secara komprehensif sejauh mana kualitas infrastruktur memengaruhi keputusan penanaman modal asing. Selanjutnya, penerapan model ekonometrika spasial atau metode analisis jaringan dapat membantu mengidentifikasi efek spillover antar kota, misalnya bagaimana peningkatan keamanan atau pembangunan infrastruktur di satu kota berpotensi meningkatkan investasi di kota tetangga melalui mekanisme agglomerasi ekonomi. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran kebijakan fiskal daerah, seperti insentif pajak atau zona ekonomi khusus, dalam memoderasi hubungan antara variabel‑variabel determinan dan PMAL, sehingga dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih terukur. Pendekatan kualitatif, misalnya wawancara mendalam dengan pejabat investasi dan perwakilan perusahaan asing, dapat dilengkapi dengan analisis kuantitatif untuk memperoleh gambaran yang lebih holistik tentang faktor-faktor non‑ekonomik yang memengaruhi keputusan investasi. Dengan menggabungkan analisis temporal, variabel‑variabel baru, dan teknik spasial, diharapkan hasil penelitian dapat memperkaya literatur tentang determinan investasi asing di negara berkembang serta memberikan dasar ilmiah bagi perencanaan pembangunan daerah yang lebih efektif.

Read online
File size591.09 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test