PENERBITPENERBIT
Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama HinduPenelitian mengenai upacara Tiwah bagi umat Hindu Kaharingan sudah banyak dikaji sebelumnya, namun kajian terkait peran Basir atau pemuka agama dalam pelaksanaan upacara Tiwah belum ada ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mengenai bentuk, fungsi, makna, serta peran Basir dalam pelaksanaan Upacara Tiwah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis yang dilaksanakan di Kota Palangka Raya. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap enam informan yang terdiri atas Basir, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dengan teknik snowball sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana serta diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tiwah merupakan sistem religius-kosmologis yang dilaksanakan melalui tahapan ritual yang mencerminkan proses perjalanan roh menuju Lewu Tatau. Secara fungsional, Tiwah memiliki fungsi religius, sosial, estetika, dan didaktis yang terintegrasi dalam sebuah upacara yang sarat akan nilai spiritual dan sosial. Pelaksanaan Tiwah mengandung makna filosofis yang menegaskan hubungan antara manusia, leluhur, dan Ranying Hatala. Basir berperan sebagai pemimpin ritual, mediator sakral, dan penjaga pengetahuan kosmologis yang menjamin keberlangsungan dan kesakralan ritual. Peran Basir tetap diakui di tengah pusaran modernisasi karena kedudukannya sebagai agen reproduksi budaya yang aktif dalam menjaga keberlanjutan sistem religius Hindu Kaharingan.
Tiwah adalah sistem keagamaan holistik yang mengGardenkan dimensi teologis, sosial, estetika, dan didaktis.Basir memainkan peran sentral sebagai pemimpin ritual, mediator, dan penjaga pengetahuan kosmologis, menjamin kelangsungan dan kesakralan upacara.Otoritas Basir tetap terjaga diretamente di tengah modernisasi, mendukung keberlanjutan sistem religius Hindu Kaharingan serta memperkuat hubungan antarbudaya.
Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif yang meneliti dampak teknologi digital terhadap penyebaran pengetahuan Basir; pertanyaan penelitian dapat menanyakan bagaimana rekaman audio‑visual, media sosial, dan aplikasi mobile memperkuat atau mengubah persepsi generasi muda tentang Tiwah. Kedua, studi komparatif antar kelompok Dayak—misalnya Ngaju, Sukan, dan Seberu—dapat menilai variasi dalam prosedur Basir, elemen kosmologi, dan makna ritual, memperluas pemahaman keberagaman praktik Hindu Kaharingan di Kalimantan. Ketiga, evaluasi dampak modernisasi—termasuk pendidikan formal, urbanisasi, dan migrasi—pada nilai‑nival sosial dan kepercayaan yang diinternalisasi melalui Tiwah akan menjernip dinamika adaptasi budaya yang belum dieksplorasi, serta memberi landasan bagi kebijakan pelösthana budaya lokal. Keempat, analisis longitudinal dapat memetakan perubahan peran Basir dari generasi ke generasi, menilai faktor penguatan atau penurunan otoritas. Kelima, penelitian kuantitatif dapat mengukur persepsi masyarakat terhadap otoritas Basir di berbagai wilayah all, sehingga memberikan data empiris untuk penegakan kebijakan pelestarian. Keenam, pendekatan mixed‑methods dapat mengintegrasikan data naratif dan statistik, menyusun kerangka kerja holistik bagi pengembangan ilmu kebudayaan.
| File size | 231.17 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
PENERBITPENERBIT Penelitian ini menunjukkan bahwa ritual Nyapuh Leger tidak hanya berfungsi sebagai ritual penyucian, juga sebagai media pendidikan Hindu yang mengonstruksiPenelitian ini menunjukkan bahwa ritual Nyapuh Leger tidak hanya berfungsi sebagai ritual penyucian, juga sebagai media pendidikan Hindu yang mengonstruksi
PENERBITPENERBIT Transformasi ini meningkatkan pengakuan ijazah, akses bantuan pemerintah, dan kepercayaan publik, namun menimbulkan tantangan adaptasi kurikulum, bebanTransformasi ini meningkatkan pengakuan ijazah, akses bantuan pemerintah, dan kepercayaan publik, namun menimbulkan tantangan adaptasi kurikulum, beban
PENERBITPENERBIT Kedua, Serat Wirid Hidayat Jati merepresentasikan karya sastra Jawa yang lahir dari ruang liminal budaya priyayi, yang berusaha tetap mempertahankan warisanKedua, Serat Wirid Hidayat Jati merepresentasikan karya sastra Jawa yang lahir dari ruang liminal budaya priyayi, yang berusaha tetap mempertahankan warisan
PENERBITPENERBIT Dalam konteks modern, perubahan sosial dan budaya menuntut adanya sebuah pemahaman terkait dengan nilai keagamaan dikonstruksi sejak usia dini. Oleh karenaDalam konteks modern, perubahan sosial dan budaya menuntut adanya sebuah pemahaman terkait dengan nilai keagamaan dikonstruksi sejak usia dini. Oleh karena
PENERBITPENERBIT Selanjutnya, integrasi ajaran Hindu dengan kearifan lokal menghasilkan praktik keagamaan yang adaptif serta memperkuat identitas kolektif komunitas. KepemimpinanSelanjutnya, integrasi ajaran Hindu dengan kearifan lokal menghasilkan praktik keagamaan yang adaptif serta memperkuat identitas kolektif komunitas. Kepemimpinan
LAAROIBALAAROIBA Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat adanya pengaruh Kualitas Pelayanan, Harga, dan Lokasi terhadap Kepuasan Pelanggan pada Kohikato CoffeeTujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat adanya pengaruh Kualitas Pelayanan, Harga, dan Lokasi terhadap Kepuasan Pelanggan pada Kohikato Coffee
LAAROIBALAAROIBA Variabel variasi produk (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Susu Cair Dalam Kemasan Kotak 250 ml Indomilk di AlfamartVariabel variasi produk (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Susu Cair Dalam Kemasan Kotak 250 ml Indomilk di Alfamart
LAAROIBALAAROIBA Murder, Coffee, and Jessica Wongso dapat memperkuat posisi Jessica Wongso dalam pengajuan tindakan hukum luar biasa, memiliki potensi sebagai alat komersialisasi,Murder, Coffee, and Jessica Wongso dapat memperkuat posisi Jessica Wongso dalam pengajuan tindakan hukum luar biasa, memiliki potensi sebagai alat komersialisasi,
Useful /
PENERBITPENERBIT Linieritas ini bisa dilihat dari internalisasi sistem kognitif (ide, gagasan, sistem upacara dan sistem sosial) yang diaplikasikan melalui sistem berupacara.Linieritas ini bisa dilihat dari internalisasi sistem kognitif (ide, gagasan, sistem upacara dan sistem sosial) yang diaplikasikan melalui sistem berupacara.
PENERBITPENERBIT Peningkatan tertinggi terjadi pada level C6 Creating (N-gain 0,80) yang selaras dengan fase Anumana Pramana. Struktur lima tahapan penalaran inferensialPeningkatan tertinggi terjadi pada level C6 Creating (N-gain 0,80) yang selaras dengan fase Anumana Pramana. Struktur lima tahapan penalaran inferensial
LAAROIBALAAROIBA Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif kuantitatif dengan sumber data diberikan kepada 100 responden berusia 15-55 tahun yang pernah berbelanjaPenelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif kuantitatif dengan sumber data diberikan kepada 100 responden berusia 15-55 tahun yang pernah berbelanja
LAAROIBALAAROIBA Data yang didapatkan tersebut dianalisis dengan tahapan pengumpulan data, seleksi data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkanData yang didapatkan tersebut dianalisis dengan tahapan pengumpulan data, seleksi data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan