PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa khazanah sastra mistik Jawa menyimpan kompleksitas dialog lintas budaya yang belum sepenuhnya dibaca melalui kerangka teori kontemporer. Salah satu konsep kunci dalam tradisi tersebut adalah konsep Ingsun dalam Wirid Hidayat Jati karya Raden Ngabehi Ranggawarsita yang berkaitan dengan hakikat diri dan relasi mistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap unsur-unsur kebudayaan yang memengaruhi keberadaan konsep Ingsun dalam ajaran mistik Jawa, khususnya pada Serat Wirid Hidayat Jati. Metode hermeneutika filosofis digunakan dalam penelitian ini dengan menempatkan konsep Ingsun dalam Serat Wirid Hidayat Jati sebagai objek material sedangkan teori hibriditas sebagai objek formal. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan penting. Pertama, teori hibriditas menjelaskan lahirnya identitas baru melalui perjumpaan lintas budaya dalam ruang liminal (in-between). Kedua, Serat Wirid Hidayat Jati merepresentasikan karya sastra Jawa yang lahir dari ruang liminal budaya priyayi, yang berusaha tetap mempertahankan warisan Hindu-Jawa sembari menyerap ajaran Islam sebagai agama kenegaraan Mataram Islam. Ketiga, konsep Ingsun merupakan intisari mistik Kejawen yang terbentuk dari hibriditas ajaran Hindu tentang atman-Brahman dengan ajaran tasawuf Islam. Hibriditas ini memperlihatkan upaya integratif dalam memadukan kosmologi Hindu-Jawa dan spiritualitas Islam menjadi satu visi mistik yang menekankan kesadaran tentang kesatuan manusia dan Tuhan.

Penelitian ini berfokus pada pemahaman konsep Ingsun dalam Serat Wirid Hidayat Jati karya Raden Ngabehi Ranggawarsita sebagai objek material, dengan teori hibriditas sebagai objek formal analisis.Teori hibriditas, yang berakar dalam kajian poskolonialisme abad ke-20 melalui pemikiran Homi K.Bhabha, menekankan keberadaan ruang in-between atau ruang liminal sebagai locus interaksi kultural yang dinamis, tidak semata-mata lahir dari konfrontasi budaya, tetapi juga dari relasi pengetahuan dan kepercayaan yang beragam.Kerangka ini digunakan untuk menempatkan Serat Wirid Hidayat Jati sebagai produk kebudayaan kaum priyayi di lingkungan Karaton Kasunanan Surakarta, yakni ruang liminal yang menjembatani Islam ortodoks kaum santri dan tradisi Hindu-animistik kaum abangan, sehingga membentuk identitas kultural Islam Kejawen.Dalam konteks tersebut, konsep Ingsun menempati posisi sentral sebagai representasi ajaran mistik yang merangkum relasi manusia dan Tuhan, kosmogoni, serta jalan spiritual yang diajarkan, di mana Ingsun dipahami sebagai kesadaran peleburan manusia yang memiliki rahsa sebagai manifestasi rahsa-Nya Tuhan.Konsep ini menunjukkan korespondensi dengan ajaran Hinduisme tentang peleburan atman dan Brahman (Aham Brahman Asmi), sekaligus dengan ajaran makrifat Islam yang memandang manusia sebagai tajalli Allah yang mengandung nur Ilahi, yang dalam Wirid Hidayat Jati disebut sebagai Sajaratul Yakin.Melalui laku manekung anuntu samadi sebagai perpaduan zikir dan samadi, konsep Ingsun menegaskan dirinya sebagai hasil hibriditas kultural antara warisan spiritual Hindu-Jawa dan ajaran Islam, yang membentuk corak khas mistisisme Islam Kejawen.

Berdasarkan hasil penelitian, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang proses hibriditas dalam karya sastra Jawa, khususnya dalam konteks Serat Wirid Hidayat Jati, untuk memahami bagaimana unsur-unsur budaya Hindu dan Islam saling berinteraksi dan membentuk identitas baru dalam karya sastra tersebut. Kedua, penelitian tentang peran kaum priyayi dalam membentuk identitas kultural Islam Kejawen, termasuk dalam konteks Serat Wirid Hidayat Jati, dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang strategi-strategi kebudayaan dalam pengembangan identitas personal maupun komunal. Ketiga, penelitian tentang konsep Ingsun sebagai representasi ajaran mistik Kejawen, dengan fokus pada korespondensi dengan ajaran Hinduisme dan Islam, dapat memberikan kontribusi dalam memahami bagaimana mistisisme Islam Kejawen terbentuk dari hibriditas budaya dan agama.

Read online
File size270.84 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test