ULILALBABINSTITUTEULILALBABINSTITUTE

ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah MultidisiplinULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Pemahaman konsep matematika siswa SMA masih rendah karena pembelajaran yang berpusat pada guru dan kurangnya perangkat yang mendukung proses berpikir mendalam, sehingga pengembangan LKPD menjadi urgensi. Penelitian ini menguji apakah LKPD berbasis kolaboratif dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa kelas X SMA. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan desain satu kelompok pretest–posttest pada 26 siswa. Hasil validasi menunjukkan LKPD sangat layak (Aikens V 0,92) dan reliabel (91,49 %; r = 0,911). Instrumen tes juga valid (CVI 0,80). Penerapan LKPD meningkatkan pemahaman konsep secara signifikan dari 33,07 menjadi 94,62 % dengan N‑Gain 83,27 %. Kepraktisan LKPD berada pada angka 76,33 %, menandakan perangkat mudah digunakan. Dengan demikian, LKPD berbasis Collaborative Learning efektif dan layak digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa SMA.

LKPD berbasis Collaborative Learning layak digunakan dalam pembelajaran matematika kelas X SMA Negeri 1 Sunggal karena memenuhi kriteria validitas (Aikens V = 0,92) dan reliabilitas (Persentase Persetujuan = 91,49 %.Penerapan LKPD menghasilkan peningkatan pemahaman konsep yang sangat signifikan, dari rata‑rata 33,07 menjadi 94,62 % dengan N‑Gain 83,27 % yang termasuk kategori efektif.LKPD juga dinilai praktis dengan skor 76,33 %, menunjukkan kemudahan penggunaan bagi guru dan siswa.

Pertama, menyelidiki dampak jangka panjang penggunaan LKPD berbasis kolaboratif terhadap kemampuan memecahkan masalah matematika kompleks di tingkat menengah atas, dengan pertanyaan penelitian: apakah penugasan kolaboratif terus memfasilitasi transfer pengetahuan ke konteks baru setelah satu semester? Kedua, mengevaluasi peran teknologi digital dalam memperkaya LKPD, misalnya dengan menambahkan elemen simulasi interaktif, dan menanyakan: bagaimana integrasi perangkat lunak pemodelan matematika dapat meningkatkan kualitas diskusi kelompok? Ketiga, membandingkan efektivitas LKPD berbasis deep learning dengan model pembelajaran tradisional di berbagai sekolah negeri, dan mengajukan pertanyaan: apakah hasil pemahaman konsep lebih tinggi pada siswa yang menggunakan LKPD dibandingkan yang mengikuti metode pengajaran konvensional di wilayah geografis yang berbeda?.

Read online
File size1.25 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test