UNTADUNTAD

KOVALEN: Jurnal Riset KimiaKOVALEN: Jurnal Riset Kimia

Pada penelitian ini dilakukan klasifikasi tanaman seurapoh (Chromolaena odorata Linn.) yang diperoleh dari beberapa lokasi yang berbeda di Provinsi Aceh. Analisis ini bertujuan mengetahui pengaruh perbedaan kondisi geografis asal tanaman seurapoh dengan melakukan klasifikasi dan autentifikasi. Sampel daun seurapoh pada penelitian ini diperoleh dari beberapa lokasi, yaitu Aceh Besar, Sabang, Aceh Barat daya, Aceh Selatan, Aceh Jaya, Bireun, Bener Meriah dan Aceh Tengah. Klasifikasi ekstrak daun seurapoh dilakukan dengan menggunakan Principal Component Analysis (PCA) dan autentifikasi dilakukan menggunakan teknik LDA. Hasil dari analisa penunjukkan skor plot PCA mampu menjelaskan varian data total sebesar 72%. Berdasarkan skor plot PCA juga ditunjukkan bahwa sampel-sampel membentuk 3 kelompok yaitu kelompok 1 terdiri dari sampel yang berasal dari Kawasan dataran tinggi gayo yaitu Aceh Tengah (TA) dan Bener Meriah (BM). Kelompok 2 terbentuk dari sampel-sampel yang berasal dari Kawasan pesisir Aceh yaitu Abdiya (ABD), Aceh Selatan (AS), Aceh jaya (AJ) dan Bireun (Br). Sedangkan kelompok 3 terdiri dari sampel yang berasal dari Kawasan manifestasi geothermal Seulawah Agam dan manifestasi geothermal jaboi. Hasil klasifikasi yang diperoleh dari analisa PCA selanjutnya di autentifikasi dengan menggunakan LDA, hasil analisa LDA menunjukkan bahwa model LDA dari hasil validasi silang dapat memprediksi lokasi asal sampel daun seurapoh dengan tepat dengan tingkat akurasi 100%.

Penelitian ini menunjukkan bahwa model LDA efektif dalam autentifikasi dan berhasil memprediksi kelompok sampel daun seurapoh.Hasil penelitian ini diketahui bahwa kombinasi kemometrik-FTIR dapat dijadikan sebagai metode untuk analisa lokasi asal tanaman seurapoh.Klasifikasi sampel daun seurapoh berdasarkan spektrum FTIR dengan PCA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan berdasarkan lokasi geografis.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada identifikasi senyawa metabolit sekunder spesifik yang berkontribusi pada perbedaan spektrum FTIR antar lokasi geografis, untuk memahami mekanisme adaptasi tanaman terhadap lingkungan. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan lebih banyak lokasi pengambilan sampel di seluruh Aceh, termasuk daerah-daerah dengan kondisi lingkungan yang lebih ekstrem, untuk memperluas cakupan data dan meningkatkan akurasi model klasifikasi. Terakhir, penelitian dapat diperluas untuk mengeksplorasi potensi aplikasi metode ini dalam pengendalian kualitas dan standarisasi tanaman obat seurapoh sebagai bahan baku industri farmasi, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti musim panen dan metode pengolahan yang dapat mempengaruhi komposisi kimianya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan industri obat tradisional berbasis tanaman lokal di Aceh, serta meningkatkan nilai tambah produk pertanian daerah.

  1. Klasifikasi dan Autentifikasi Tanaman Seurapoh (Chromolaena odorata Linn) Menggunakan Metode Kombinasi... doi.org/10.22487/kovalen.2024.v10.i3.17460Klasifikasi dan Autentifikasi Tanaman Seurapoh Chromolaena odorata Linn Menggunakan Metode Kombinasi doi 10 22487 kovalen 2024 v10 i3 17460
Read online
File size510.93 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test