4141

Pintoe: Pengabdian Teuku UmarPintoe: Pengabdian Teuku Umar

Lokasi pengabdian yang dilakukan berlokasi di Desa Uring yang merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Desa Uring memiliki masyarakat yang sangat ramah terhadap para pendatang. Desa Uring memiliki potensi kekayaan alam dan sumber daya yang terdiri dari minyak sere wangi, gatah pinus, dan gula aren. Tujuan kegiatan yang dilakukan, yaitu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada disekitar masyarakat agar dapat memproduksi briket dengan memanfaatkan buah pinus, serta dapat mencegah terjadinya kemiskinan ekstrim di Kabupaten Gayo Lues. Buah pinus desa yang melimpah ini sebenarnya mempunyai potensi dan manfaat yang besar. Oleh karena itu, kami tekankan kepada pemuda Desa Uring agar dapat dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini nantinya bertujuan untuk mempelajari cara mengolah buah pinus untuk dijadikan briket. Inisiatif yang melibatkan produksi briket dari buah pinus ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa. Metode pengabdian ini menggunakan teknik pelatihan secara langsung, yaitu pemanfaatan buah pinus menjadi produk briket berbasis kekayaan alam. Hasil dari kegiatan pelatihan ini menunjukkan bahwa generasi muda Desa Uring sangat antusias mengikuti pelatihan ini, mereka merasa sangat senang menyaksikan proses pembuatan produk briket dari awal hingga akhir. Melalui pelatihan ini, mereka juga dapat mengembangkan cara berpikir baru dan memperoleh pengetahuan, hingga mampu mengolah buah pinus menjadi produk yang bernilai dan bermanfaat.

Program pelaksanaan KKN di Desa Uring, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues yang dilaksanakan oleh tim pelaksanaan KKN telah selesai dalam melakukan program pengabdian kepada masyarakat dengan ketercapaian program utama yang dilakukan di Desa Uring, yaitu terkait sosialisasi pelatihan pembuatan produk briket dari buah pinus dalam penurunan kemiskinan ekstrim.Metode pelatihan yang digunakan sangat efektif, walaupun hanya sebatas pada kegiatan pelatihan dan pemberian materi, namun dari kegiatan pengabdian ini dapat menambah pengetahuan masyarakat terkait dengan pemanfaatan serta pengelolaan buah pinus yang terbuang begitu saja sehingga dapat diolah menjadi produk yang sangat kreatif dan memiliki nilai jual yang tinggi.Diharapkan program pelatihan pembuatan produk briket dari buah pinus dapat dikembangkan dan dilanjutkan guna untuk mencegah terjadinya kemiskinan ekstrim di Desa Uring.

Berdasarkan latar belakang mengenai keterbatasan akses internet dan peralatan produksi briket yang kurang memadai, serta saran penelitian lanjutan yang telah ada, penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada pengembangan model bisnis berkelanjutan untuk produksi briket berbasis buah pinus, dengan mempertimbangkan integrasi teknologi informasi dan komunikasi untuk pemasaran online serta peningkatan efisiensi produksi melalui pengembangan alat cetak yang lebih modern dan terjangkau. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengkaji potensi diversifikasi produk olahan buah pinus lainnya, seperti kompos atau pupuk organik, guna memaksimalkan nilai tambah dan mengurangi limbah. Terakhir, perlu dilakukan studi komparatif terhadap efektivitas berbagai metode pengolahan buah pinus menjadi briket, dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan, untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat direkomendasikan kepada masyarakat Desa Uring.

Read online
File size344.28 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test