STIKESHBSTIKESHB
JURKESSIAJURKESSIADiabetes mellitus (DM) type 2 is a metabolic disorder of the endocrine system, particularly an imbalance glycemic. The type 2 diabetes occurs when the pancreas does not produce enough insulin to maintain normal levels of glucose in the blood or when the body is unable to use the insulin that is produced. The type 2 diabetes disease management through the implementation of the four pillars of diabetes treatment including education, sports, medicine dietary adjustments or dietary nutrients. This study aims to analysis the diet and exercise as an effort to control blood sugar level. The study design used is the means of analytical investigation with case-control design. The study population was all patients with type 2 diabetes mellitus disease in hospitals Ulin Banjarmasin. A large sample of 34 respondents, including 17 cases and 17 controls. The sampling was conducted by sampling purpose.. Diet data and respondents statements were obtained from interviews with exercise and food recall interlocutor for food intake. Bivariate analysis using the chi-square test. Based on the statistical test it showed no relationship diet to control sugar levels in the blood (p = 0.001), with OR 29, and there is a relationship of exercise on the control of blood sugar levels (p = 0.000), with OR 35. From the results it can be concluded that there is a relationship significant that respondents diet blood sugar is not controlled it will be 29 times greater than those who did not diet and exercise blood sugar respondents will be checked more than 35 times higher than those who did not exercise. Diet and exercise can help to control blood sugar levels and help the most effective treatment.
Penelitian ini menunjukkan bahwa diet merupakan salah satu upaya pengendalian kadar gula darah pada pasien DM tipe 2.Selain itu, olahraga juga berperan penting dalam mengendalikan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2.Dengan demikian, kombinasi diet dan olahraga dapat menjadi strategi efektif dalam pengelolaan diabetes mellitus tipe 2.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi jenis diet spesifik yang paling efektif dalam mengendalikan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 di wilayah Kalimantan Selatan, dengan mempertimbangkan preferensi makanan lokal dan ketersediaan bahan makanan. Kedua, penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam mengenai intensitas dan durasi olahraga yang optimal untuk mencapai kontrol gula darah yang lebih baik, serta mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti usia, jenis kelamin, dan kondisi fisik pasien. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih mendalam persepsi dan pengalaman pasien DM tipe 2 dalam menjalani diet dan olahraga, serta hambatan-hambatan yang mereka hadapi, sehingga dapat dirancang intervensi yang lebih sesuai dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien DM tipe 2 dan mengurangi risiko komplikasi penyakit.
| File size | 164.31 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG Hasil penelitian menunjukkan bahwa 42,5% responden (17 orang) memiliki asupan magnesium yang tergolong defisit. Uji Chi-Square memberikan nilai p=0,002Hasil penelitian menunjukkan bahwa 42,5% responden (17 orang) memiliki asupan magnesium yang tergolong defisit. Uji Chi-Square memberikan nilai p=0,002
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Pendekatan proses keperawatan digunakan dalam pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Diagnosa keperawatan utama yangPendekatan proses keperawatan digunakan dalam pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Diagnosa keperawatan utama yang
UNRAMUNRAM Posyandu lansia terstruktur baik akan berdampak pada kesehatan lansia khususnya dalam hal Kemandirian, Kesehatan Psikologis dan Kesejahteraan SpiritualPosyandu lansia terstruktur baik akan berdampak pada kesehatan lansia khususnya dalam hal Kemandirian, Kesehatan Psikologis dan Kesejahteraan Spiritual
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Dari hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas pasien BPH berada pada kelompok usia 51–60 tahun sebanyak 29 (46%) orang dan 61–70 tahun sebanyak 22Dari hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas pasien BPH berada pada kelompok usia 51–60 tahun sebanyak 29 (46%) orang dan 61–70 tahun sebanyak 22
STIKMKSSTIKMKS Tujuan: Mengetahui hubungan karakteristik demografi dengan kejadian DM di wilayah kerja BLUD UPT Puskesmas Ponre. Metode: Penelitian ini menggunakan desainTujuan: Mengetahui hubungan karakteristik demografi dengan kejadian DM di wilayah kerja BLUD UPT Puskesmas Ponre. Metode: Penelitian ini menggunakan desain
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang tepat untuk menstabilkan kadar gula darah, kepatuhan terhadap diet atau terapi gizi menjadi salah satu faktorOleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang tepat untuk menstabilkan kadar gula darah, kepatuhan terhadap diet atau terapi gizi menjadi salah satu faktor
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Lesi Upper Motor Neuron merupakan kerusakan pada neuron motorik atas yang dapat menyebabkan terganggunya mobilitas fisik pasien dikarenakan kecacatan otot.Lesi Upper Motor Neuron merupakan kerusakan pada neuron motorik atas yang dapat menyebabkan terganggunya mobilitas fisik pasien dikarenakan kecacatan otot.
UnmulUnmul Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat pengetahuan berpengaruh pada gaya hidup yang baik meskipun penderita memiliki pengetahuan yang kurang baik tentangKesimpulan penelitian ini adalah tingkat pengetahuan berpengaruh pada gaya hidup yang baik meskipun penderita memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang
Useful /
UnmulUnmul Metode: penelitian observasional dengan pendekatan cross‑sectional. Sampel terdiri dari 189 siswa SMP Negeri 29 Samarinda Utara yang dipilih dengan stratifiedMetode: penelitian observasional dengan pendekatan cross‑sectional. Sampel terdiri dari 189 siswa SMP Negeri 29 Samarinda Utara yang dipilih dengan stratified
LLDIKTI12LLDIKTI12 Artikel ini menegaskan bahwa Lirboyo merupakan pusat produksi modal simbolik yang kuat dalam masyarakat Indonesia. Modal tersebut terakumulasi melaluiArtikel ini menegaskan bahwa Lirboyo merupakan pusat produksi modal simbolik yang kuat dalam masyarakat Indonesia. Modal tersebut terakumulasi melalui
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Berdasarkan evaluasi, maka disimpulkan edukasi kesehatan keluarga dan penerapan teknik non-farmakologis seperti kompres hangat secara efektif mampu meningkatkanBerdasarkan evaluasi, maka disimpulkan edukasi kesehatan keluarga dan penerapan teknik non-farmakologis seperti kompres hangat secara efektif mampu meningkatkan
UNMERPASUNMERPAS UPPKS sebagai lembaga kader KB di Desa mempunyai peran penting dalam mengsukseskan program KB; karena mempunyai peran ganda yaitu selain sebagai organisasiUPPKS sebagai lembaga kader KB di Desa mempunyai peran penting dalam mengsukseskan program KB; karena mempunyai peran ganda yaitu selain sebagai organisasi