STIKESHBSTIKESHB
JURKESSIAJURKESSIAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara jenis kelamin, uang jajan, kebiasaan sarapan, kebiasaan membawa bekal, dan pengetahuan gizi dengan perilaku siswa dalam memilih makanan jajanan. Penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional ini melibatkan 49 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa tentang memilih makanan jajanan sebagian besar baik (53%). Selain itu, perilaku siswa dalam memilih makanan jajanan terbaik dipengaruhi oleh jenis kelamin (32,7%), uang jajan (32,7%), kebiasaan sarapan (51%), dan kebiasaan membawa bekal (22,4%). Analisis korelasi Rank Spearman menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan dan pemilihan makanan jajanan (p=0,165), jenis kelamin (p=0,482), uang jajan (p=0,127), dan kebiasaan membawa bekal (p=0,495), namun terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan sarapan dan pemilihan makanan jajanan (p=0,030).
Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan gizi, jenis kelamin, uang jajan, dan kebiasaan membawa bekal dengan perilaku siswa dalam memilih makanan jajanan.Namun, terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan sarapan dengan perilaku siswa dalam memilih makanan jajanan.Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya sarapan bagi kesehatan dan perilaku makan siswa.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi faktor-faktor sosial dan lingkungan yang memengaruhi perilaku siswa dalam memilih makanan jajanan, seperti pengaruh teman sebaya, iklan makanan, dan ketersediaan makanan sehat di sekitar sekolah. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam motivasi dan alasan siswa dalam memilih makanan jajanan, serta bagaimana mereka menimbang antara rasa, harga, dan nilai gizi. Ketiga, intervensi edukasi gizi yang melibatkan siswa, orang tua, dan guru dapat dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya memilih makanan sehat, serta mendorong kebiasaan sarapan yang teratur dan membawa bekal dari rumah. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang perilaku siswa dalam memilih makanan jajanan, serta mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan pola makan sehat di kalangan siswa sekolah dasar.
| File size | 158.1 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESHBSTIKESHB Hasil menunjukkan tidak ada pengaruh proporsi labu kuning terhadap kadar karbohidrat kue kering (p = 0,083). Ada pengaruh proporsi labu kuning terhadapHasil menunjukkan tidak ada pengaruh proporsi labu kuning terhadap kadar karbohidrat kue kering (p = 0,083). Ada pengaruh proporsi labu kuning terhadap
STIKESHBSTIKESHB Studi ini merupakan studi analitik cross-sectional dengan instrumen kuesioner online yang didistribusikan ke 46 puskesmas, dengan 35 kuesioner yang diisi.Studi ini merupakan studi analitik cross-sectional dengan instrumen kuesioner online yang didistribusikan ke 46 puskesmas, dengan 35 kuesioner yang diisi.
STIKESHBSTIKESHB Penelitian ini bertujuan menentukan kadar serat, kadar karbohidrat, serta menganalisis perbedaan IG pada ketiga varietas beras tersebut untuk keperluanPenelitian ini bertujuan menentukan kadar serat, kadar karbohidrat, serta menganalisis perbedaan IG pada ketiga varietas beras tersebut untuk keperluan
STIKESHBSTIKESHB Data prestasi belajar diperoleh berdasarkan nilai raport terakhir. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Secara statistikData prestasi belajar diperoleh berdasarkan nilai raport terakhir. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Secara statistik
STIKESHBSTIKESHB Variabel penelitian meliputi kebiasaan sarapan pagi dan prestasi belajar. Data kebiasaan sarapan pagi menggunakan kuesioner dan prestasi belajar dari bukuVariabel penelitian meliputi kebiasaan sarapan pagi dan prestasi belajar. Data kebiasaan sarapan pagi menggunakan kuesioner dan prestasi belajar dari buku
HTPHTP Kasus keracunan makanan harus mendapatkan perhatian khusus, terutama di kalangan siswa. Pelatihan pertolongan pertama pada kasus keracunan makanan bagiKasus keracunan makanan harus mendapatkan perhatian khusus, terutama di kalangan siswa. Pelatihan pertolongan pertama pada kasus keracunan makanan bagi
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Selanjutnya, ukuran efek (Cohens d = 2,8) menunjukkan efek sangat besar terhadap kinerja siswa. Kesimpulannya, Multimedia Pembelajaran Interaktif berbasisSelanjutnya, ukuran efek (Cohens d = 2,8) menunjukkan efek sangat besar terhadap kinerja siswa. Kesimpulannya, Multimedia Pembelajaran Interaktif berbasis
UINSALATIGAUINSALATIGA Para guru berfungsi sebagai teladan, fasilitator, pengelola kelas, dan evaluator untuk mempromosikan persaudaraan, empati, dan harmoni sosial di antaraPara guru berfungsi sebagai teladan, fasilitator, pengelola kelas, dan evaluator untuk mempromosikan persaudaraan, empati, dan harmoni sosial di antara
Useful /
STIKESHBSTIKESHB Sebagian besar pasien menyatakan puas terhadap variasi, penampilan, dan rasa makanan. Rata-rata sisa makanan terbesar terdapat pada lauk nabati (55,6%)Sebagian besar pasien menyatakan puas terhadap variasi, penampilan, dan rasa makanan. Rata-rata sisa makanan terbesar terdapat pada lauk nabati (55,6%)
STIKESHBSTIKESHB This research used a pretest-posttest quasi-experimental study design, which divided the subjects into two groups (19 respondents in the intervention groupThis research used a pretest-posttest quasi-experimental study design, which divided the subjects into two groups (19 respondents in the intervention group
STIKESHBSTIKESHB Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental dengan uji Mann Whitney. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan total 50Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental dengan uji Mann Whitney. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan total 50
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi peningkatan kompetensi mahasiswa program kuliner meskipun terdapat kendala laboratorium, dengan menggunakanPenelitian ini bertujuan merumuskan strategi peningkatan kompetensi mahasiswa program kuliner meskipun terdapat kendala laboratorium, dengan menggunakan