STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning)JETL (Journal of Education, Teaching and Learning)Keberhasilan pendidikan vokasi dalam bidang kuliner sangat bergantung pada tersedianya fasilitas praktik yang memadai, khususnya infrastruktur laboratorium. SMKN 3 Kota Solok menghadapi keterbatasan signifikan pada aspek tersebut, yang menghambat kemampuan mahasiswa dalam mencapai kompetensi optimal. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi peningkatan kompetensi mahasiswa program kuliner meskipun terdapat kendala laboratorium, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis SWOT. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa kekuatan internal meliputi tenaga pengajar yang berkomitmen dan kurikulum yang mendukung, sedangkan kelemahan mencakup ruang dan peralatan yang terbatas. Peluang eksternal seperti kolaborasi industri dan platform pembelajaran digital menawarkan jalur perbaikan, sementara ancaman meliputi rendahnya penyerapan lulusan di sektor kuliner. Strategi yang dikembangkan meliputi optimalisasi rotasi praktik, penguatan pembelajaran berbasis proyek, serta peningkatan kemitraan industri. Penelitian menyimpulkan bahwa adaptasi strategis dapat secara signifikan meningkatkan hasil kompetensi mahasiswa meski dalam kondisi fasilitas yang terbatas.
Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun fasilitas laboratorium di SMKN 3 Kota Solok sangat terbatas, penerapan strategi pembelajaran adaptif seperti rotasi kelompok, demonstrasi multimedia, dan pembelajaran berbasis simulasi efektif meningkatkan kompetensi kuliner inti siswa.Kombinasi inovasi guru dan keterlibatan siswa menghasilkan pengalaman praktik yang bermakna, terbukti dari peningkatan nilai kompetensi.Meskipun tantangan seperti keterbatasan waktu dan akses digital tetap ada, pendekatan pedagogis berbiaya rendah yang berbasis konteks mampu menjembatani kesenjangan infrastruktur, sehingga dapat dijadikan referensi bagi sekolah dengan sumber daya terbatas.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas penggunaan alat simulasi digital dalam meningkatkan kompetensi kuliner pada sekolah dengan fasilitas laboratorium terbatas, dengan menguji sejauh mana interaksi virtual dapat menggantikan praktik fisik. Selain itu, diperlukan studi longitudinal yang meneliti dampak program kemitraan industri terhadap tingkat penyerapan pekerjaan lulusan program kuliner, sehingga dapat menentukan model kolaborasi yang paling berkelanjutan. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki penjadwalan rotasi kelompok yang optimal guna memaksimalkan waktu praktik hands‑on, dengan memperhitungkan variabel seperti ukuran kelas, ketersediaan peralatan, dan kebutuhan kurikulum, sehingga strategi ini dapat diadaptasi secara efisien di berbagai konteks sekolah vokasi.
- Content validity and reliability of instruments for evaluating culinary skills teaching factory programs... doi.org/10.33292/meter.v3i2.239Content validity and reliability of instruments for evaluating culinary skills teaching factory programs doi 10 33292 meter v3i2 239
- Student Learning Motivation by Using Online Learning in The Subject Basic Boga at SMKN 2 Baleendah |... ejournal.upi.edu/index.php/Boga/article/view/83027Student Learning Motivation by Using Online Learning in The Subject Basic Boga at SMKN 2 Baleendah ejournal upi edu index php Boga article view 83027
- Entrepreneurial motivation of culinary students through implementation of online heutagogy project-based... doi.org/10.21831/jptk.v28i2.48677Entrepreneurial motivation of culinary students through implementation of online heutagogy project based doi 10 21831 jptk v28i2 48677
- Implementation of the CIPPO Evaluation Model in Culinary Training | Journal of Nonformal Education. cippo... journal.unnes.ac.id/journals/jone/article/view/11015Implementation of the CIPPO Evaluation Model in Culinary Training Journal of Nonformal Education cippo journal unnes ac journals jone article view 11015
- Implementation of Teaching Factory in Improving the Competence of Vocational High School Students (SMK)... jsss.co.id/index.php/jsss/article/view/220Implementation of Teaching Factory in Improving the Competence of Vocational High School Students SMK jsss index php jsss article view 220
| File size | 222.72 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UPI YAIUPI YAI Fokus kajian ini adalah pada karakter Nelson Mandela dan strateginya dalam memimpin rekonsiliasi pasca-apartheid di Afrika Selatan. Dengan memeriksa secaraFokus kajian ini adalah pada karakter Nelson Mandela dan strateginya dalam memimpin rekonsiliasi pasca-apartheid di Afrika Selatan. Dengan memeriksa secara
GMPIONLINEGMPIONLINE Selama proyek ecoprint, siswa dapat bekerja optimal dalam tim, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah, sehingga keterampilan kolaborasi yang kuat mendukungSelama proyek ecoprint, siswa dapat bekerja optimal dalam tim, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah, sehingga keterampilan kolaborasi yang kuat mendukung
IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun SEL di Finlandia dan kurikulum Akhlak di Indonesia memiliki tujuan bersama dalam pembentukan karakter moral dan harmonis,Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun SEL di Finlandia dan kurikulum Akhlak di Indonesia memiliki tujuan bersama dalam pembentukan karakter moral dan harmonis,
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT 3% of the variance in student preparedness. The findings extend existing technology adoption models, including the Technology Acceptance Model (TAM) and3% of the variance in student preparedness. The findings extend existing technology adoption models, including the Technology Acceptance Model (TAM) and
MCMC Proses dan pelaporan penilaian sikap telah berjalan efektif. Guru menggunakan jurnal sebagai instrumen untuk mencatat sikap siswa yang dikelompokkan menjadiProses dan pelaporan penilaian sikap telah berjalan efektif. Guru menggunakan jurnal sebagai instrumen untuk mencatat sikap siswa yang dikelompokkan menjadi
PPMSCHOOLPPMSCHOOL Keberhasilan PT XYZ menanamkan kompetensi inti di para manajer akan menentukan keberhasilan internalisasi kompetensi inti di seluruh perusahaan. KeberhasilanKeberhasilan PT XYZ menanamkan kompetensi inti di para manajer akan menentukan keberhasilan internalisasi kompetensi inti di seluruh perusahaan. Keberhasilan
UNDIPUNDIP Latar Belakang: Indonesia memiliki Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (IHP‑FA) untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan nasional,Latar Belakang: Indonesia memiliki Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (IHP‑FA) untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan nasional,
IJBE RESEARCHIJBE RESEARCH Pengembangan SDM UIKA dimulai dari penyusunan rencana strategis, struktur organisasi masa depan UIKA, dan penetapan tiga standar kompetensi penting, yaituPengembangan SDM UIKA dimulai dari penyusunan rencana strategis, struktur organisasi masa depan UIKA, dan penetapan tiga standar kompetensi penting, yaitu
Useful /
YMPAIYMPAI Variabel independen adalah peran ayah dan keluarga, sedangkan variabel dependen mencakup status gizi, kesehatan fisik, dan psikologis anak. Hasil penelitianVariabel independen adalah peran ayah dan keluarga, sedangkan variabel dependen mencakup status gizi, kesehatan fisik, dan psikologis anak. Hasil penelitian
GMPIONLINEGMPIONLINE Data diambil dari 131 mahasiswa. Hasil analisis menunjukkan korelasi positif dan signifikan antara skor ujian dan non-ujian (r = 0,357; p = 0,000), namunData diambil dari 131 mahasiswa. Hasil analisis menunjukkan korelasi positif dan signifikan antara skor ujian dan non-ujian (r = 0,357; p = 0,000), namun
GMPIONLINEGMPIONLINE Disarankan agar guru mengembangkan keterampilan interaksi interpersonal dan menerapkan pendekatan pengajaran yang lebih interaktif untuk meningkatkan kualitasDisarankan agar guru mengembangkan keterampilan interaksi interpersonal dan menerapkan pendekatan pengajaran yang lebih interaktif untuk meningkatkan kualitas
YMPAIYMPAI Pemimpin efektif meningkatkan semangat, kualitas kerja, dan komitmen karyawan. Rumah sakit perlu mengembangkan kompetensi kepemimpinan di berbagai tingkatanPemimpin efektif meningkatkan semangat, kualitas kerja, dan komitmen karyawan. Rumah sakit perlu mengembangkan kompetensi kepemimpinan di berbagai tingkatan