GMPIONLINEGMPIONLINE
International Journal of Biology Education Towards Sustainable DevelopmentInternational Journal of Biology Education Towards Sustainable DevelopmentBelajar yang lebih berfokus pada penyampaian konsep materi hasilkan interaksi kelas yang kurang. Keterampilan interaksi tiap guru berbeda, sehingga menciptakan kualitas lingkungan belajar yang berbeda pula. Lingkungan belajar ideal seharusnya merangsang rasa ingin tahu dan mendorong keterlibatan aktif siswa. Untuk mencapai kondisi ini, faktor interaksi interpersonal guru menjadi variabel penting yang perlu diperiksa. Penelitian ini dilakukan dengan fokus utama menganalisis hubungan antara interaksi interpersonal guru dan lingkungan belajar biologi di Sekolah Menengah Atas di Kota Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik korelasi. Ada 96 siswa sebagai sampel dari tujuh sekolah berbeda menggunakan teknik Cluster area sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, yaitu Questionnaire on Teacher Interaction (QTI) dan What Is Happening In This Class? (WIHIC). Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara interaksi interpersonal guru dan lingkungan belajar biologi. Interaksi interpersonal guru menyumbang 5,85% kualitas lingkungan belajar biologi, dengan sisanya dipengaruhi faktor lain. Interaksi interpersonal guru dan lingkungan belajar biologi dikategorikan sedang, dengan persentase masing-masing 80% dan 73%. Disarankan agar guru mengembangkan keterampilan interaksi interpersonal dan menerapkan pendekatan pengajaran yang lebih interaktif untuk meningkatkan kualitas lingkungan belajar biologi.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan pada bab-bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi interpersonal guru dan lingkungan belajar biologi di Sekolah Menengah Atas di Kota Tangerang Selatan pada kategori rendah.Kontribusi interaksi interpersonal guru terhadap lingkungan belajar biologi adalah 5,85% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.Sebagian besar guru mampu mengarahkan dan menarik perhatian siswa terhadap minat belajar mereka.Sehingga, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara interaksi interpersonal guru dan lingkungan belajar biologi di Sekolah Menengah Atas di Kota Tangerang Selatan.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan keterampilan interaksi interpersonal guru dan penerapan pendekatan pengajaran yang lebih interaktif. Penelitian ini dapat dilakukan dengan mengidentifikasi strategi konkret yang dapat diterapkan guru untuk meningkatkan kualitas lingkungan belajar biologi. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kualitas lingkungan belajar biologi, seperti peran teknologi dalam pembelajaran biologi dan pengaruhnya terhadap interaksi interpersonal guru dan siswa. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan sumbangsih yang lebih komprehensif dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran biologi di sekolah menengah atas.
| File size | 399.25 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTESAPOLTESA Berdasarkan observasi di kelas XI IPA MAN 1 Sambas, guru Biologi mengalami kesulitan memberikan gambaran jelas tentang sistem peredaran darah manusia,Berdasarkan observasi di kelas XI IPA MAN 1 Sambas, guru Biologi mengalami kesulitan memberikan gambaran jelas tentang sistem peredaran darah manusia,
YAYASANNURULYAKINYAYASANNURULYAKIN Hasil validasi menunjukkan kelayakan tinggi (media: 90 %, bahasa: 100 %, konten: 96 %) dan tingkat efektivitas 92,21 %. Analisis pre‑test‑post‑testHasil validasi menunjukkan kelayakan tinggi (media: 90 %, bahasa: 100 %, konten: 96 %) dan tingkat efektivitas 92,21 %. Analisis pre‑test‑post‑test
JPTAMJPTAM Penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together dapat meningkatkan hasil belajar biologi di kelas XII MIPA 2 MAN 1 Pekanbaru. Hal ini terlihatPenerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together dapat meningkatkan hasil belajar biologi di kelas XII MIPA 2 MAN 1 Pekanbaru. Hal ini terlihat
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan dua kelas: kelas eksperimen (32 siswa) menggunakan model POE dan kelas kontrol (32Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan dua kelas: kelas eksperimen (32 siswa) menggunakan model POE dan kelas kontrol (32
UNISSULAUNISSULA Sumber data berasal dari guru, siswa, dan proses pembelajaran daring menggunakan LMS SMAN Six Learning System yang dikombinasikan dengan aplikasi GoogleSumber data berasal dari guru, siswa, dan proses pembelajaran daring menggunakan LMS SMAN Six Learning System yang dikombinasikan dengan aplikasi Google
MAHADEWAMAHADEWA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis makrofauna tanah pada lahan budidaya kentang organik di Desa Candikuning Kabupaten Tabanan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis makrofauna tanah pada lahan budidaya kentang organik di Desa Candikuning Kabupaten Tabanan.
MAHADEWAMAHADEWA Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 5 SMA N 1 Kuta Selatan pada materi Sistem HukumPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 5 SMA N 1 Kuta Selatan pada materi Sistem Hukum
MAHADEWAMAHADEWA Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan sikap, sifat dan karakter positif dari penerapan budaya Tri Hita Karana sejagat dalam bentuk layanan bimbinganPenelitian ini bertujuan untuk menanamkan sikap, sifat dan karakter positif dari penerapan budaya Tri Hita Karana sejagat dalam bentuk layanan bimbingan
Useful /
JPTAMJPTAM 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketentuan peraturan perundang-undangan mengatur hak-hak tenaga kerja atas pembagian36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketentuan peraturan perundang-undangan mengatur hak-hak tenaga kerja atas pembagian
JPTAMJPTAM Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dan dilakukan dalam 4 tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. TeknikPenelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dan dilakukan dalam 4 tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik
MAHADEWAMAHADEWA Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis siswa melalui penerapan model PJBL pada pembuatan strip komik. Penelitian dilaksanakanPenelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis siswa melalui penerapan model PJBL pada pembuatan strip komik. Penelitian dilaksanakan
MAHADEWAMAHADEWA Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 SDN 3 Padangsambian kota Denpasar tahun pelajaran 2020/2021. Objek penelitian adalah hasil belajar Agama Hindu.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 SDN 3 Padangsambian kota Denpasar tahun pelajaran 2020/2021. Objek penelitian adalah hasil belajar Agama Hindu.