JPTAMJPTAM
Jurnal Pendidikan TambusaiJurnal Pendidikan TambusaiPenelitian ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kecerdasan emosional (EQ) pada anak usia 5-6 tahun melalui metode bercerita dengan media Pop Up Book. Metode bercerita merupakan salah satu teknik untuk menasehati orang dan mudah dipahami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Pop Up Book adalah buku yang menampilkan bentuk tiga dimensi sehingga minat anak dalam mendengarkan cerita lebih meningkat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dan dilakukan dalam 4 tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bercerita dengan media Pop Up Book dapat meningkatkan kecerdasan emosional pada anak usia 5-6 tahun.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa melalui metode bercerita dengan media Pop Up Book di RA Menara Quran Pujud Rokan Hilir Riau melalui siklus satu dan dua terdapat peningkatan kecerdasan emosional (EQ) pada anak usia 5-6 tahun.Hasil siklus satu (pertemuan satu dan dua) menunjukkan 3 anak dengan kategori berkembang sangat baik, dan meningkat di siklus dua (pertemuan satu dan dua) dengan 8 anak kategori berkembang sangat baik.
Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Mengembangkan metode bercerita dengan media Pop Up Book yang lebih interaktif dan menarik, misalnya dengan menambahkan elemen animasi atau suara untuk meningkatkan minat dan perhatian anak. (2) Mempelajari dan menganalisis lebih lanjut dampak jangka panjang dari metode bercerita terhadap perkembangan kecerdasan emosional anak, termasuk dampak pada kemampuan sosial, empati, dan pengendalian diri. (3) Meneliti dan membandingkan efektivitas metode bercerita dengan media Pop Up Book dengan metode lain dalam meningkatkan kecerdasan emosional anak, seperti melalui permainan peran atau aktivitas kreatif lainnya.
| File size | 270.56 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNALSJOURNALS Hasil menunjukkan empat faktor kunci keberhasilan: kepemimpinan visioner, partisipasi aktif anggota, komunikasi yang efektif, dan dukungan eksternal. InovasiHasil menunjukkan empat faktor kunci keberhasilan: kepemimpinan visioner, partisipasi aktif anggota, komunikasi yang efektif, dan dukungan eksternal. Inovasi
UNDHARIUNDHARI Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa upaya meningkatkan rasa percaya diri melalui kegiatan bermain peran pada anak usiaBerdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa upaya meningkatkan rasa percaya diri melalui kegiatan bermain peran pada anak usia
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian ini menerapkan pendekatan penelitian tindakan kelas. Tujuan diadakannya riset ini yakni untuk mengevaluasi cara-cara pada upaya menunjang peningkatanPenelitian ini menerapkan pendekatan penelitian tindakan kelas. Tujuan diadakannya riset ini yakni untuk mengevaluasi cara-cara pada upaya menunjang peningkatan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Nilai rata-rata siswa meningkat dari 65,5 (Siklus I) menjadi 91,1 (Siklus III). Ketuntasan klasikal meningkat dari 44,4% (Siklus I) menjadi 88,9% (SiklusNilai rata-rata siswa meningkat dari 65,5 (Siklus I) menjadi 91,1 (Siklus III). Ketuntasan klasikal meningkat dari 44,4% (Siklus I) menjadi 88,9% (Siklus
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan membaca pemahaman pada tingkat sekolah dasar, serta menekankanPenelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan membaca pemahaman pada tingkat sekolah dasar, serta menekankan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program coaching dalam meningkatkan kompetensi supervisi akademik guru penggerak. Penelitian iniPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program coaching dalam meningkatkan kompetensi supervisi akademik guru penggerak. Penelitian ini
UBUB Sehingga dibutuhkan perancangan elemen grafis interaktif yang diwujudkan berupa busy board dan busy book, yang mana perlu peran penting terkait desainSehingga dibutuhkan perancangan elemen grafis interaktif yang diwujudkan berupa busy board dan busy book, yang mana perlu peran penting terkait desain
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Instrumen pengumpulan data penelitian ini berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menganalisis data menggunakan metode Deskriptif Kualitatif.Instrumen pengumpulan data penelitian ini berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menganalisis data menggunakan metode Deskriptif Kualitatif.
Useful /
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Komplikasi tertinggi yaitu neuropati 60% sehingga menurunkan sensitivitas dan sirkulasi darah perifer. Penelitian Pre Eksperimen dengan pendekatan asuhanKomplikasi tertinggi yaitu neuropati 60% sehingga menurunkan sensitivitas dan sirkulasi darah perifer. Penelitian Pre Eksperimen dengan pendekatan asuhan
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Sampel berjumlah 181 pasien dimana pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dimana peneliti memilih sampel sesuai kriteria inklusiSampel berjumlah 181 pasien dimana pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dimana peneliti memilih sampel sesuai kriteria inklusi
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. SubjekPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Program-program seperti kegiatan menari, mendongeng, kompetisi kecil, dan Posyandu turut membantu pengembangan aspek sosial dan emosional anak melaluiProgram-program seperti kegiatan menari, mendongeng, kompetisi kecil, dan Posyandu turut membantu pengembangan aspek sosial dan emosional anak melalui