JPTAMJPTAM
Jurnal Pendidikan TambusaiJurnal Pendidikan TambusaiAktivitas dan hasil belajar siswa kelas XII MIPA 2 Madrasah Aliyah Negeri 1 Pekanbaru belum memuaskan khususnya pada mata pelajaran biologi. Hal ini menyebabkan siswa tidak bertanya kepada teman atau gurunya dan bersikap pasif. Sebagian besar siswa tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Salah satu alternatif yang dapat mengatasi permasalahan di atas adalah model pembelajaran Numbered Heads Together. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran The Numbered Heads Together. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, penelitian reflektif dengan tindakan yang dilakukan oleh guru untuk memperbaiki proses pembelajaran dalam dua siklus. Penelitian dimulai pada bulan Agustus dan berakhir pada tahun 2019. Subjek dalam penelitian ini adalah 32 siswa kelas XII MIPA 2 MAN 1 Pekanbaru. Instrumen penelitian berupa angket, kuis, tes hasil belajar yang diberikan setiap akhir pertemuan, lembar observasi pelaksanaan pembelajaran dan catatan lapangan. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa meningkat, dari pertemuan pertama siklus I persentase ketuntasan siswa sebesar 65% dan meningkat menjadi 80% pada pertemuan kedua siklus II. Aktivitas siswa dalam belajar terlihat pada kemauan bertanya dan menjawab pertanyaan kepada teman dan guru meningkat dari kategori rendah menjadi tinggi. Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Numberd Heads Together dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
Penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik dalam pembelajaran biologi di kelas XII MIPA 2 MAN 1 Pekanbaru.Hal ini terlihat dari meningkatnya aktivitas peserta didik dalam memperhatikan pengarahan guru, aktivitas mengerjakan sendiri LKPD, aktivitas saat berdiskusi dengan kelompoknya, aktivitas mengajukan pertanyaan, aktivitas menjawab pertanyaan teman saat presentasi maupun pertanyaan dari guru.Penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together dapat meningkatkan hasil belajar biologi di kelas XII MIPA 2 MAN 1 Pekanbaru.Hal ini terlihat dari meningkatnya nilai kuis peserta didik dari pertemuan kedua siklus 1 yaitu dengan ketuntasan 77% meningkat pada pertemuan pertama siklus II menjadi 79.2% dan pada pertemuan kedua siklus dua yaitu 93.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi pengaruh model Numbered Head Together terhadap pemahaman konsep biologi yang lebih kompleks, seperti genetika atau ekologi, untuk melihat apakah model ini efektif dalam meningkatkan pemahaman materi yang lebih sulit. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas model Numbered Head Together dengan model pembelajaran kooperatif lainnya, seperti Jigsaw atau Think-Pair-Share, untuk mengidentifikasi model yang paling sesuai untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa biologi. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana karakteristik siswa, seperti gaya belajar atau tingkat kemampuan awal, memengaruhi efektivitas model Numbered Head Together, sehingga guru dapat menyesuaikan strategi pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan individu siswa.
| File size | 230.62 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIMEDUNIMED Hasil belajar siswa dengan model discovery learning menggunakan Google Classroom lebih tinggi dari model pembelajaran konvensional pada materi gerak melingkarHasil belajar siswa dengan model discovery learning menggunakan Google Classroom lebih tinggi dari model pembelajaran konvensional pada materi gerak melingkar
GERAKANEDUKASIGERAKANEDUKASI Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata kemampuan membaca siswa, dari 71,49 pada pretest menjadi 89,58 pada posttestHasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata kemampuan membaca siswa, dari 71,49 pada pretest menjadi 89,58 pada posttest
GERAKANEDUKASIGERAKANEDUKASI Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan media papan cerita (storyboard) terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SekolahPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan media papan cerita (storyboard) terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V Sekolah
MGEDUKASIAMGEDUKASIA Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
PRINPRIN Pembelajaran berkelanjutan perlu dimulai dengan penguatan kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Hal ini sangat dipengaruhiPembelajaran berkelanjutan perlu dimulai dengan penguatan kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Hal ini sangat dipengaruhi
UNCMUNCM Setelah penggunaan media konkret, keaktifan belajar meningkat menjadi 70 persen pada Siklus I dan mencapai 89 persen pada Siklus II. Penelitian ini membuktikanSetelah penggunaan media konkret, keaktifan belajar meningkat menjadi 70 persen pada Siklus I dan mencapai 89 persen pada Siklus II. Penelitian ini membuktikan
UBDUBD Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa pada siklus I hasil belajar siswa belum memenuhi target yang ditetapkan minimal 75%, sedangkan pada siklusDari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa pada siklus I hasil belajar siswa belum memenuhi target yang ditetapkan minimal 75%, sedangkan pada siklus
LARISMALARISMA Penelitian dilakukan pada MTs PAB 1 Helvetia dengan melibatkan 32 siswa kelas VIII‑B sebagai kelas eksperimen. Metode yang digunakan merupakan penelitianPenelitian dilakukan pada MTs PAB 1 Helvetia dengan melibatkan 32 siswa kelas VIII‑B sebagai kelas eksperimen. Metode yang digunakan merupakan penelitian
Useful /
UNIMEDUNIMED Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi untuk mengetahui aktivitas peserta didik yang dilihat dari partisipasi siswa dalam penggunaanInstrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi untuk mengetahui aktivitas peserta didik yang dilihat dari partisipasi siswa dalam penggunaan
PRINPRIN Babak klimaks menampilkan titik puncak dari pertentangan mereka, sementara babak katarsis memberikan resolusi, di mana salah satu ibu akhirnya menyadariBabak klimaks menampilkan titik puncak dari pertentangan mereka, sementara babak katarsis memberikan resolusi, di mana salah satu ibu akhirnya menyadari
UNIMEDUNIMED Dari hasil penelitian E-Modul berbasis ICARE menggunakan bantuan Flip Pdf Profesional pada materi vektor diperoleh persentase hasil validasi ahli materiDari hasil penelitian E-Modul berbasis ICARE menggunakan bantuan Flip Pdf Profesional pada materi vektor diperoleh persentase hasil validasi ahli materi
UNIMEDUNIMED Memandang waktu yang berlangsung dalam pembelajran during ini maka efektifitas pembelajaran juga harus dinilai di sekolah yang melaksanakan pembelajaranMemandang waktu yang berlangsung dalam pembelajran during ini maka efektifitas pembelajaran juga harus dinilai di sekolah yang melaksanakan pembelajaran