UBDUBD

Jurnal Ilmiah Bina EdukasiJurnal Ilmiah Bina Edukasi

Pembelajaran monoton masih dirasakan oleh para siswa di SMA Negeri 1 Mau. Kurangnya partisipasi siswa membuat para siswa merasa bosan dan cenderung berpengaruh pada hasil belajar mereka. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui proses penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa, tes hasil belajar dan dokumentasi. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa pada siklus I hasil belajar siswa belum memenuhi target yang ditetapkan minimal 75%, sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa mencapai rata-rata 84,15%. Hal ini mencapai target yang ditetapkan dari 75%. Dari hari penelitian disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Mau khususnya pada mata pelajaran Ekonomi.

Penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) pada mata pelajaran Ekonomi kelas X SMA Negeri 1 Mau terbukti berhasil, dengan peningkatan interaksi kelompok, rasa percaya diri, dan kemampuan siswa dalam mengemukakan gagasan.Kejenuhan siswa dapat diatasi karena mereka dilibatkan secara langsung dalam proses pembelajaran, sehingga memperoleh pengalaman belajar yang mendalam.Model AIR secara konsisten dapat meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga disarankan agar diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) menghasilkan peningkatan hasil belajar yang serupa pada mata pelajaran lain seperti Matematika dan Bahasa Indonesia, sehingga dapat menilai generalisasi efektivitas model tersebut. Selanjutnya, sebuah studi komparatif yang melibatkan beberapa sekolah menengah atas di berbagai daerah dapat membandingkan model AIR dengan model pembelajaran aktif lainnya, seperti model Project Based Learning atau Model Jigsaw, untuk menentukan strategi paling efisien dalam meningkatkan partisipasi siswa. Penelitian juga dapat memperluas jangka waktu intervensi dengan melakukan monitoring selama tiga siklus atau lebih, guna mengevaluasi dampak jangka panjang model AIR terhadap retensi pengetahuan dan kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, analisis faktor-faktor penghambat implementasi AIR, seperti keterbatasan sarana, tingkat kesiapan guru, dan perbedaan kemampuan siswa, dapat memberikan insight untuk mengoptimalkan penerapan model di lingkungan yang beragam. Penelitian kuantitatif dapat memanfaatkan instrumen pengukuran motivasi belajar untuk melihat apakah AIR juga berkontribusi pada peningkatan motivasi intrinsik siswa. Akhirnya, studi tindakan kelas yang menggali variasi prosedur AIR, misalnya menyesuaikan durasi fase auditory atau repetition, dapat menghasilkan rekomendasi praktis untuk penyempurnaan model dalam konteks kelas nyata.

Read online
File size348.35 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test