LARISMALARISMA

EduMatika: Jurnal MIPAEduMatika: Jurnal MIPA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian dilakukan pada MTs PAB 1 Helvetia dengan melibatkan 32 siswa kelas VIII‑B sebagai kelas eksperimen. Metode yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif eksperimental dengan desain satu grup pretest‑posttest. Siswa diberikan tes untuk mengukur hasil belajar serta lembar observasi untuk mengukur aktivitas belajar. Hasil menunjukkan rata‑rata nilai pretest sebesar 49,6875 dan nilai posttest sebesar 86,0938. Pengujian hipotesis menghasilkan nilai t‑hitung 17,992 yang lebih besar daripada t‑tabel 1,694 pada taraf signifikansi 0,05. Indeks gain sebesar 0,71678 mengindikasikan kategori tinggi (g > 0,7). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa.

Model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa, terbukti dari peningkatan rata‑rata nilai dari 49,6875 pada pretest menjadi 86,0938 pada posttest.Analisis data menggunakan uji t menunjukkan nilai t‑hitung 17,992 lebih besar daripada t‑tabel 1,694 pada α = 0,05, serta indeks gain sebesar 0,71678 yang termasuk kategori tinggi (g > 0,7).Dengan demikian hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima, menegaskan keberhasilan penerapan model tersebut.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi perbandingan efektivitas model Two Stay Two Stray dengan model pembelajaran kooperatif lain, seperti Jigsaw atau Think‑Pair‑Share, melalui desain eksperimental terkontrol yang melibatkan sampel lebih besar dan beragam sekolah, sehingga dapat menguji apakah peningkatan hasil belajar tetap signifikan pada konteks yang lebih luas dan beragam. Selanjutnya, studi dapat menyelidiki pengaruh model Two Stay Two Stray terhadap sikap, motivasi, dan persepsi siswa terhadap matematika dengan menggunakan instrumen kuesioner psikometrik yang terstandardisasi serta observasi kelas, sehingga dapat diketahui apakah peningkatan prestasi akademik juga diiringi perubahan positif dalam aspek afektif belajar. Terakhir, penelitian dapat memperluas penerapan model ini ke tingkat kelas yang berbeda, misalnya kelas VII atau IX, serta ke mata pelajaran lain seperti fisika atau kimia, untuk menilai generalisasi efektivitas model kooperatif tersebut serta mengidentifikasi faktor‑faktor pendukung atau penghambat keberhasilan implementasinya dalam konteks pembelajaran yang beragam dan mempertimbangkan variabel konteksual seperti sumber daya sekolah dan kompetensi guru, serta implikasi kebijakan pendidikan.

  1. The Effectiveness of Utilizing the Kaizala Application in Online Mathematics Learning in The Middle of... doi.org/10.56495/jrip.v2i3.79The Effectiveness of Utilizing the Kaizala Application in Online Mathematics Learning in The Middle of doi 10 56495 jrip v2i3 79
Read online
File size416.98 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test