JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

Jurnal Akademika KimiaJurnal Akademika Kimia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem-based learning yang dibantu media Kit IPA terhadap hasil belajar siswa pada materi hidrokarbon di kelas XI IPA SMA N 6 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain perlakuan alternatif, post-test-only dengan desain kelompok tidak ekuivalen. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan sampel terdiri dari kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen I dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen II. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar, RPP, dan lembar observasi yang sebelumnya telah divalidasi secara teoritis dan empiris. Pengujian hasil belajar siswa menggunakan analisis uji-t dua pihak dengan uji prasyarat: uji normalitas dan homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis t-test (dua pihak). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data penelitian, nilai hasil belajar siswa pada post-test kelas eksperimen I adalah 65,7 dan untuk kelas eksperimen II adalah 59,9, sedangkan simpangan baku masing-masing adalah 10,4 dan 9,7. Hasil pengujian statistik hipotesis diperoleh t_hitung > t_tabel atau 2,60 > 1,70 sehingga H1 diterima. Artinya, model pembelajaran problem-based learning yang dibantu media Kit IPA berpengaruh terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 6 Palu.

Berdasarkan analisis data, terdapat pengaruh media Kit IPA terhadap hasil belajar kimia siswa pada materi hidrokarbon.Hasil uji statistik menunjukkan nilai t_hitung > t_tabel, yaitu 2,60 > 1,70, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima.Dengan demikian, model pembelajaran problem-based learning yang dibantu media Kit IPA berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.

Pertama, perlu dikaji lebih lanjut bagaimana implementasi model pembelajaran berbasis masalah dengan media Kit IPA berdampak terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dalam memahami konsep abstrak seperti hidrokarbon, bukan hanya hasil belajar kognitif semata. Kedua, penting untuk meneliti efektivitas kombinasi media Kit IPA dengan model pembelajaran lain seperti inquiry atau project-based learning dalam meningkatkan retensi jangka panjang terhadap materi kimia. Ketiga, perlu dieksplorasi pengaruh penggunaan media Kit IPA dalam konteks pembelajaran hybrid atau daring, terutama dalam mempertahankan keterlibatan siswa dan pemahaman konsep pada lingkungan belajar yang tidak sepenuhnya tatap muka. Penelitian lanjutan dapat merancang studi komparatif jangka panjang yang mengukur perbedaan pemahaman konsep, motivasi belajar, dan kemandirian siswa antara kelas yang menggunakan media Kit IPA secara intensif dan kelas yang menggunakannya secara terbatas. Selain itu, dapat dikembangkan studi tentang adaptasi media Kit IPA untuk materi kimia lain yang bersifat abstrak, seperti ikatan kimia atau kesetimbangan reaksi. Penelitian juga bisa mengevaluasi bagaimana pelatihan guru dalam menggunakan media ini secara optimal memengaruhi efektivitas pembelajaran. Pendekatan mixed-method dapat digunakan untuk memberikan gambaran holistik antara data kuantitatif hasil belajar dan data kualitatif persepsi siswa. Idealnya, penelitian berikutnya dilakukan di berbagai konteks sekolah dengan latar belakang siswa yang beragam untuk melihat generalisasi temuan. Fokus pada aspek afektif dan psikomotor juga penting guna melihat perkembangan kompetensi siswa secara menyeluruh. Dengan demikian, pengembangan media dan model pembelajaran dapat dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis bukti.

Read online
File size201.86 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test