UNISSULAUNISSULA

Jurnal Pendidikan Sultan AgungJurnal Pendidikan Sultan Agung

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XII MIPA 8 SMAN 6 Semarang tahun ajaran 2021/2022 melalui penerapan model Discovery learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XII MIPA 8 SMAN 6 Semarang yang berjumlah 36 orang. Sumber data berasal dari guru, siswa, dan proses pembelajaran daring menggunakan LMS SMAN Six Learning System yang dikombinasikan dengan aplikasi Google Meet yang diterapkan pada masa pandemi. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi, angket, dan dokumentasi atau perekaman. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif dalam penelitian ini diperoleh dari nilai hasil pembelajaran berkaitan dengan tingkat kemampuan berfikir kritis peserta didik. Data kualitatif diperoleh melalui observasi, jurnal , dan dokumentasi foto serta video yang dideskripsikan dalam bentuk kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XII MIPA 8 SMAN 6 Semarang. Hal ini dapat dilihat dari hasil persentase ketercapaian indikator kemampuan berpikir kritis siswa pada prasiklus sebesar 60.30% meningkat menjadi 76.20% pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 82%.

Dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning dalam pembelajaran Biologi dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XII MIPA 8 SMAN 6 Semarang.Rata-rata kemampuan berfikir kritis peserta didik pada prasiklus sebesar 60.3%, meningkat menjadi 76,2% pada siklus I, dan mencapai 82% pada siklus II.Peningkatan ini terjadi karena penerapan model Discovery Learning mengoptimalkan diskusi, pemanfaatan media pembelajaran yang variatif, serta melatih peserta didik untuk belajar mandiri dan berkolaborasi.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran untuk penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh model Discovery Learning terhadap peningkatan motivasi belajar siswa, mengingat motivasi dan kemampuan berpikir kritis saling berkaitan. Kedua, penelitian dapat diperluas dengan membandingkan efektivitas model Discovery Learning dengan model pembelajaran lain yang berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, seperti Problem-Based Learning atau Project-Based Learning. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan penerapan model Discovery Learning, seperti gaya belajar siswa, kemampuan guru dalam mengimplementasikan model, dan ketersediaan sumber daya pembelajaran yang memadai. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana model pembelajaran inovatif dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Biologi di era modern, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan kurikulum dan pelatihan guru yang lebih efektif.

Read online
File size1.23 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test