STIKESHBSTIKESHB

JURKESSIAJURKESSIA

Chronic kidney disease (CKD) and haemodialysis (HD) cause negative emotional experiences called stressor. Well-handled stressors make a person mature. On the contrary, stressors that are not handled properly cause physiological responses such as worry, depression, anger, fear, guilt, and even death. Anxiety is a feeling of worry and irrational fear. It is also a great force in controlling behaviour, either deviant or disturbing behaviour. This study aimed to analyze the effect of emotional freedom technique (EFT) on the anxiety levels of CKD patients. This research used a pretest-posttest quasi-experimental study design, which divided the subjects into two groups (19 respondents in the intervention group and 19 respondents in the control group). There were differences in the anxiety levels in CKD patients before and after receiving EFT between the intervention and control groups. The p-values in the intervention and the control groups were 0,000 and 1,000, respectively. This therapeutic technique physiologically tapped the bodys meridian points that stimulated the relaxing effect of the body naturally. When the body became more relaxed, the mind became calmer that indirectly contributed to reducing anxiety in patients due to uncontrollable exaggerated feelings. EFT was considered as an effective, easy, and fast therapy in dealing with physiological aspects, especially anxiety in CKD patients.

Penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan tingkat kecemasan pada pasien CKD sebelum dan sesudah diberikan Emotional Freedom Technique (EFT) pada kelompok intervensi dan kontrol.Kelompok intervensi mengalami penurunan tingkat kecemasan dari berat menjadi sedang setelah diberikan EFT, sementara kelompok kontrol tidak mengalami perubahan signifikan.Oleh karena itu, EFT dapat menjadi intervensi yang efektif untuk menurunkan kecemasan pada pasien CKD.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan jumlah partisipan yang lebih besar dan beragam latar belakang sosial ekonomi untuk memperkuat generalisasi temuan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas EFT dengan teknik relaksasi lainnya, seperti meditasi atau yoga, dalam mengurangi kecemasan pada pasien CKD. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman subjektif pasien CKD dalam menerima terapi EFT, termasuk faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat keberhasilan terapi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran EFT dalam meningkatkan kualitas hidup pasien CKD, serta memberikan dasar bagi pengembangan intervensi keperawatan yang lebih efektif dan personal.

Read online
File size191.91 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test