STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti RapihI Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti RapihLatar belakang: Hipertensi merupakan salah satu target global untuk pengurangan prevalensi penyakit tidak menular, dengan tujuan menurunkan angka kejadian sebesar 33% antara 2010 dan 2030. Kualitas tidur dinilai berdasarkan aspek kuantitas dan kualitas, sementara aktivitas fisik diukur dari intensitas gerakan tubuh yang membutuhkan energi yang dapat mempengaruhi tekanan darah terutama pada lansia hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kualitas tidur dan pola aktivitas fisik dengan tekanan darah pada lansia hipertensi di Dusun Ngepos. Kualitas tidur yang baik dan aktivitas fisik yang teratur dapat berkontribusi pada penurunan tekanan darah, karena keduanya berperan dalam meningkatkan fungsi kardiovaskular dan menstabilkan ritme sirkadian tubuh. Metode: Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Dusun Ngepos Kecamatan Srumbung pada Juni 2020. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling berjumlah 51 lansia hipertensi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) dan GPAQ (Global Physical Activity Questionare). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia hipertensi di Dusun Ngepos memiliki kualitas tidur yang buruk (98,1%), sementara hanya 1,9% yang memiliki kualitas tidur baik. Lebih dari setengah lansia melakukan aktivitas fisik berat (66,7%), diikuti aktivitas sedang (31,4%) dan aktivitas ringan (2%). Uji korelasi gamma menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah (p=0,306) serta antara pola aktivitas fisik dengan tekanan darah (p=0,291) pada lansia hipertensi. Simpulan: Kualitas tidur dan pola aktivitas fisik tidak memiliki hubungan signifikan dengan tekanan darah pada lansia di Dusun Ngepos. Temuan ini mengindikasikan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor lain yang memengaruhi tekanan darah.
Sebagian besar lansia hipertensi di Dusun Ngepos memiliki kualitas tidur yang buruk, dengan lebih dari setengah melakukan aktivitas fisik berat.Mayoritas responden berada pada kategori hipertensi tingkat 2.Tidak terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur maupun pola aktivitas fisik dengan tekanan darah pada populasi tersebut.
Penelitian selanjutnya dapat menggunakan alat pengukuran aktivitas fisik yang lebih komprehensif, seperti akselerometer bersamaan dengan kuesioner IPAQ, untuk menilai apakah metode pengukuran yang lebih detail dapat mengungkapkan hubungan antara tingkat aktivitas dan tekanan darah pada lansia hipertensi. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki pengaruh pola makan, khususnya asupan natrium dan penerapan diet DASH, bersama dengan kualitas tidur, terhadap kontrol tekanan darah pada populasi lansia di daerah pedesaan, guna memahami interaksi gizi‑tidur dalam manajemen hipertensi. Terakhir, studi genetik yang meneliti polimorfisme gen terkait hipertensi serta interaksinya dengan kualitas tidur dan aktivitas fisik dapat memberikan wawasan baru tentang faktor risiko biologis yang memodulasi tekanan darah pada orang tua.
| File size | 208.02 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor‑faktor yang mempengaruhi keberhasilan ASI eksklusif pada ibu bekerja. Metode penelitian yang digunakanTujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor‑faktor yang mempengaruhi keberhasilan ASI eksklusif pada ibu bekerja. Metode penelitian yang digunakan
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Studi ini menyoroti hubungan signifikan antara stres sedang, kebiasaan makan buruk, dan insiden hipertensi di kalangan lansia di Sukabumi, menekankan pentingnyaStudi ini menyoroti hubungan signifikan antara stres sedang, kebiasaan makan buruk, dan insiden hipertensi di kalangan lansia di Sukabumi, menekankan pentingnya
UNHASAUNHASA Responden sejumlah 44 pasien yang dipilih menggunakan non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Responden perawat sejumlah 23 perawatResponden sejumlah 44 pasien yang dipilih menggunakan non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Responden perawat sejumlah 23 perawat
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode deskriptif korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan cross sectional danMetode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode deskriptif korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan cross sectional dan
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Study kasus dilakukan pada pasien usia 91 tahun dengan CVA Hemorargik pada pengkajian didapatkan data kulit kurang elastis, keriput, dan pada daerah tonjolanStudy kasus dilakukan pada pasien usia 91 tahun dengan CVA Hemorargik pada pengkajian didapatkan data kulit kurang elastis, keriput, dan pada daerah tonjolan
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Hal ini kemungkinan disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam studi ini, seperti dukungan sosial dan kondisi komorbid. Oleh karena itu,Hal ini kemungkinan disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam studi ini, seperti dukungan sosial dan kondisi komorbid. Oleh karena itu,
SPPSPP Jika tekanan darah tidak terkontrol, dapat mengakibatkan stroke, infark miokard, gagal ginjal, ensefalopati, dan kejang. Penatalaksanaan hipertensi dapatJika tekanan darah tidak terkontrol, dapat mengakibatkan stroke, infark miokard, gagal ginjal, ensefalopati, dan kejang. Penatalaksanaan hipertensi dapat
SPPSPP Kegiatan ini mendapatkan apresiasi bagus dari kader Posyandu setempat terutama kegiatan ini menunjang pengetahuan dan pemahaman kepada peserta bahwa senamKegiatan ini mendapatkan apresiasi bagus dari kader Posyandu setempat terutama kegiatan ini menunjang pengetahuan dan pemahaman kepada peserta bahwa senam
Useful /
PHPMARCHIVEPHPMARCHIVE General practitioners self-efficacy memainkan peran penting dalam diagnosis dan penanganan gangguan mental di lingkungan perawatan primer. Di Bali, dataGeneral practitioners self-efficacy memainkan peran penting dalam diagnosis dan penanganan gangguan mental di lingkungan perawatan primer. Di Bali, data
UNUSIDAUNUSIDA Temuan utama penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan teknologi merupakan mediator yang lebih kuat dibandingkan inovasi dalam menjembatani pengaruh knowledgeTemuan utama penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan teknologi merupakan mediator yang lebih kuat dibandingkan inovasi dalam menjembatani pengaruh knowledge
UNHASAUNHASA Studi ini mengukuhkan bahwa perilaku seorang individu akan dipengaruhi oleh lingkungan sosial budaya setempat dimana individu tersebut tinggal dan menetap.Studi ini mengukuhkan bahwa perilaku seorang individu akan dipengaruhi oleh lingkungan sosial budaya setempat dimana individu tersebut tinggal dan menetap.
UNHASAUNHASA Senyawa-senyawa ini dapat mengakibatkan kerusakan pada membran sel bakteri sehingga menghambat pertumbuhan bakteri. Gingivitis, atau peradangan pada gingiva,Senyawa-senyawa ini dapat mengakibatkan kerusakan pada membran sel bakteri sehingga menghambat pertumbuhan bakteri. Gingivitis, atau peradangan pada gingiva,