4141

Jurnal Perikanan TerpaduJurnal Perikanan Terpadu

Aceh merupakan salah satu penghasil komoditas tuna terutama ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) terbesar di Indonesia, karena dikelilingi oleh perairan Samudra Hindia dan Laut Andaman, serta memiliki nilai jual yang tinggi. Kurangnya informasi daerah penangkapan membuat nelayan di wilayah Aceh masih menggunakan tanda-tanda alam seperti keberadaan burung dan lokasi penangkapan yang sama sebagai daerah penangkapan, sehingga hasil penangkapan kurang efektif dan efesien. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jumlah hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning, menganalisis pengaruh sebaran klorofil-a terhadap hasil tangkapan, dan membuat peta potensial daerah penangkapan ikan tuna sirip kuning. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati terhadap data primer dan pengamatan data sekunder. Hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning selama penelitian di perairan Utara Provinsi Aceh pada bulan November 2020 adalah 5,864 Kg dan bulan Desember 2020 adalah 3,342 Kg. Sebaran kandungan klorofil-a pada bulan November relatif tinggi yaitu berkisar antara 0,189-1,082 mg/m3 dengan rata-rata 0,635 mg/m3 dan pada bulan Desember berkisar antara 0,101-2,568 mg/m3 dengan rata-rata 1,258 mg/m3. Berdasarkan hasil dari analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,18 artinya hubungan kandungan klorofil-a terhadap hasil tangkapan adalah 18% dan sisanya 82% di pengaruhi oleh faktor lain. Sebaran daerah potensial penangkapan ikan tuna sirip kuning di perairan Utara Aceh terdapat di perairan sekitaran pulau Aceh dan perairan Barat Selatan Aceh.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada bulan November sampai dengan bulan Desember 2020 dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut.(1) Hasil tangkapan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) pada bulan November berjumlah 5.864 kg dan pada bulan Desember yaitu, 3.(2) Hubungan klorofil-a terhadap hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning pada bulan November 2020 nilai koefesien determinasinya 18% dan 82% lainnya di pengaruhi faktor lainnya, dan pada bulan Desember koefesien determinasinya hanya 2% dan 98% lainnya di pengaruhi oleh faktor lainnya.(3) Perairan utara pulau aceh hingga perairan barat-selatan Aceh merupakan daerah penangkapan ikan tuna sirip kuning yang potensial, sedangkan daerah perairan utara pulau Sabang dan barat pulau Sabang merupakan wilayah penangkapan ikan tuna sirip kuning kurang potensial.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning, seperti suhu permukaan laut, salinitas, dan musim penangkapan. 2. Melakukan studi komparatif antara daerah penangkapan yang potensial dan kurang potensial untuk memahami dinamika dan karakteristik masing-masing wilayah. 3. Mengembangkan model prediksi hasil tangkapan yang mempertimbangkan berbagai faktor oseanografi dan ekologi, termasuk klorofil-a, untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penangkapan ikan tuna sirip kuning di perairan Aceh.

Read online
File size398.02 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test