AFEKSIAFEKSI

Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi PendidikanAfeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa MTs. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Negeri 1 Purworejo sebanyak 240 siswa. Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling, sehingga terpilih kelas VIII D (30 siswa) sebagai eksperimen dan VIII A (31 siswa) sebagai kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kreatif dengan indikator fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Validitas isi instrumen diperoleh melalui expert judgment, sedangkan reliabilitas diuji menggunakan Alpha Cronbach (0,82). Data dianalisis dengan uji-t dan perhitungan effect size Cohens d. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai eksperimen (70,43) lebih tinggi dibandingkan kontrol (58,25), dengan thitung = 2,43 > ttabel = 2,001 pada taraf signifikansi 5% serta effect size sebesar 0,65 (kategori sedang). Hal ini membuktikan bahwa penerapan PBL berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, khususnya pada aspek keluwesan dan keaslian.

Model pembelajaran problem-based learning (PBL) berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa.Penerapan PBL secara konsisten dengan perancangan masalah yang terbuka dan kontekstual berpotensi meningkatkan kreativitas siswa dalam jangka panjang.Siswa seharusnya mengambil peran aktif dalam proses pembelajaran di kelas terutama dalam aktivitas diskusi tentang masalah matematika.Mereka juga sebaiknya terlibat dalam kegiatan belajar kelompok dan berdiskusi dengan teman baik di dalam maupun di luar sekolah untuk mendalami materi lebih dalam.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh PBL terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dengan variasi pendekatan, misalnya dengan mengintegrasikan elemen gamifikasi atau teknologi augmented reality untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen penilaian kemampuan berpikir kreatif yang lebih komprehensif dan valid, dengan mempertimbangkan konteks kebudayaan lokal untuk memastikan relevansi dan keakuratan penilaian. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi efektivitas PBL dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan karakteristik khusus, seperti siswa berkebutuhan khusus atau siswa dengan tingkat kemampuan awal yang berbeda-beda, untuk memberikan rekomendasi pembelajaran yang lebih personal dan adaptif. Dengan demikian, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang potensi PBL dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Read online
File size214.48 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test