UNIVAUNIVA

Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah MedanJurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status kesuburan tanah pada dua jenis lahan pertanian, yaitu lahan budidaya bawang merah di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, dan lahan sawah padi di Desa Nalela, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan meliputi survei lapangan, pengambilan sampel tanah secara acak, dan analisis laboratorium terhadap sifat fisik dan kimia tanah, termasuk pH, kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB), kandungan C-organik, nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta unsur hara lain seperti kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Hasil analisis menunjukkan bahwa lahan bawang merah di Desa Doulu umumnya memiliki tingkat kesuburan sedang hingga rendah, ditandai oleh pH yang cenderung asam, rendahnya kadar bahan organik, nitrogen, dan fosfor, serta kemampuan tukar kation yang belum optimal. Sementara itu, lahan sawah di Desa Nalela menunjukkan pH sangat asam, KTK dan C-organik tergolong rendah hingga sangat rendah, serta kandungan fosfor dan kalium yang juga rendah. Berdasarkan evaluasi kesesuaian lahan, lahan pertanian di kedua wilayah dikategorikan dalam kelas S2 (cukup sesuai) hingga S3 (sesuai marginal), yang menandakan perlunya intervensi pengelolaan lahan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pemupukan berimbang, penambahan bahan organik, perbaikan pH tanah, serta pengelolaan erosi untuk meningkatkan status kesuburan tanah dan mendukung keberlanjutan produksi pertanian di kedua desa.

Kedua agroekosistem di Desa Doulu (hortikultura bawang merah) dan Desa Nalela (sawah tadah hujan) menunjukkan kondisi kesuburan tanah yang berbeda dan memerlukan pengelolaan yang spesifik sesuai karakteristik masing-masing.Tanah di Doulu memiliki pH masam, KTK tinggi, dan ketersediaan kalium sedang tetapi fosfor sangat rendah, sedangkan tanah di Nalela memiliki pH asam, kandungan nitrogen dan bahan organik relatif tinggi, KTK rendah, dan fosfor sangat minim.Oleh karena itu, direkomendasikan pengapuran untuk menaikkan pH, penambahan bahan organik untuk meningkatkan KTK, serta pemupukan fosfor intensif guna mengatasi defisiensi hara dan meningkatkan produktivitas pertanian di dataran tinggi.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh berbagai jenis bahan organik sebagai amendment terhadap dinamika karbon dan nitrogen pada tanah Andisol dataran tinggi yang digunakan untuk budidaya bawang merah, sehingga dapat mengidentifikasi strategi peningkatan bahan organik yang paling efektif. Selain itu, diperlukan kajian jangka panjang mengenai dampak kombinasi liming dan pemupukan berimbang N‑PK terhadap perubahan pH, kapasitas tukar kation, dan hasil panen pada lahan asam di Doulu dan Nalela, untuk menentukan dosis optimal yang menyeimbangkan peningkatan kesuburan dengan keberlanjutan lingkungan. Akhirnya, pengembangan model keputusan berbasis data yang mengintegrasikan indikator kesuburan tanah, kondisi iklim, dan karakteristik lahan dapat membantu petani dan perencana wilayah merumuskan strategi penggunaan lahan yang tepat guna meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan agroekosistem dataran tinggi.

  1. Melon Seedlings Phytomass under Poultry Litter Biochar Doses. melon seedlings phytomass poultry litter... doi.org/10.4236/as.2021.123012Melon Seedlings Phytomass under Poultry Litter Biochar Doses melon seedlings phytomass poultry litter doi 10 4236 as 2021 123012
Read online
File size384.56 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test