MAHADEWAMAHADEWA

Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan SainsEmasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains

Sabun merupakan produk yang terbentuk melalui reaksi antara asam lemak dan basa kuat, yang memiliki fungsi sebagai pembersih kotoran. Sabun mengandung Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang dapat menyebabkan iritasi bagi pengguna dengan tipe kulit sensitif. Penggunaan bahan alami sangat dipertimbangkan untuk meminimalisir efek samping dari penggunaan sintetis. Kedelai merupakan salah satu bahan alami yang dapat dimanfaatkan karena mengandung senyawa antioksidan yang bermanfaat menangkal radikal bebas pada kulit. Susu kedelai juga mengandung senyawa saponin, bahan alami yang digunakan sebagai bahan pembusa sabun yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu fisik pada formulasi sediaan sabun padat susu kedelai. Pada penelitian ini dibuat empat formula sabun dengan variasi konsentrasi susu kedelai 11, 15, dan 19%. Parameter uji mutu fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, dan uji ketinggian busa. Data penelitian dianalisis dengan SPSS versi 25 dengan uji Kruskal-Wallis dengan taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh sabun padat susu kedelai dengan mutu fisik yang baik meliputi organoleptis, homogenitas, dan tinggi busa. Namun nilai pH sabun padat susu kedelai tidak sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan untuk produk sabun.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa susu kedelai yang diformulasikan menjadi sabun padat memiliki mutu fisik yang baik, dibuktikan melalui uji homogenitas dan uji tinggi busa pada keempat formula sesuai dengan SNI No 3532-2016, namun nilai pH sabun padat susu kedelai belum sesuai dengan SNI No 3532-2016 yaitu pH 9-11 dikarenakan nilai pH dari keempat formula mendapatkan hasil pH 12.Tidak terdapat perbedaan signifikan mutu fisik sabun padat yang ditambahkan susu kedelai dengan konsentrasi 0, 11, 15 dan 19% khususnya pada pH.Sedangkan untuk tinggi busa terdapat perbedaan signifikan antara formula pada konsentrasi 0% dengan 15%, konsentrasi 0% dengan 19%, konsentrasi 11% dengan 15% serta pada konsentrasi 15% dengan 19%.

Penelitian ini menunjukkan potensi susu kedelai dalam formulasi sabun padat, namun nilai pH yang dihasilkan masih di atas standar. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada penyesuaian formulasi untuk menurunkan nilai pH sabun, misalnya dengan menambahkan bahan pengasam alami atau memodifikasi proses saponifikasi. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi pengaruh berbagai konsentrasi susu kedelai terhadap sifat-sifat sabun lainnya, seperti daya antibakteri dan kemampuan melembapkan kulit. Terakhir, penelitian dapat diperluas untuk menguji efektivitas dan keamanan sabun susu kedelai pada berbagai jenis kulit, termasuk kulit sensitif, guna memastikan produk ini aman dan nyaman digunakan oleh semua kalangan masyarakat.

Read online
File size334.15 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test