TYARLYTATYARLYTA
JURNAL BIOSAINSTEKJURNAL BIOSAINSTEKDalam pelaksanaan proyek konstruksi ada tiga faktor mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan pada suatu proyek yaitu waktu biaya, biaya dan mutu. Tolak ukur keberhasilan proyek biasanya dilihat dari waktu penyelesaian yang biaya minimal tanpa meninggalkan mutu hasil pekerjaan. Pengelolaan proyek secara sistematis diperlukan untuk memastikan waktu pelaksanaan proyek sesuai dengan kontrak atau bahkan lebih cepat sehingga biaya yang dikeluarkan bisa memberikan keuntungan dan menghindari adanya biaya denda akibat keterlambatan penyelesaian proyek. Tujuan penelitian ini adalah menghitung perubahan biaya dan waktu pelaksanaan dengan variasi penambahan jam kerja (lembur) atau (Overtime) dan Penambahan tenaga kerja (Outsoursing) serta membandingkan biaya setelah penambahan jam kerja (lembur) (Overtime)) dan penambahan tenaga kerja (Outaoursing). Data – data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari kontraktor pelaksana. Analisis data ini menggunakan Program Microsoft Project 2019 dan Microsoft Excel 2019 dengan metode Criticat Path Method (CPM) hasil dari program Microsof Project 2019 adalah lintasan kritis dan kenaikan biaya akibat dari penambahan jam kerja (lembur) atau (Overtime) dan penambahan tenaga kerja (outsours-ing) sedangkan hasil time cost trade off adalah durasi percepatan durasi dan kenaikan biaya akibat biaya percepatan durasi dalam setiap item pekerjaan yang dipercepat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) Waktu dan Biaya Total Proyek pada kondisi Normal sebesar 359 hari dengan biaya Rp.4.483.398.111,39 dengan penambahan 1 jam kerja lembur dapatkan durasi crashing 50 hari dengan biaya sebesar Rp.4.845.462.146,89 pada penambahan 2 jam kerja lembur didapatkan durasi crashing 105 hari dan biaya sebesar Rp.4.833.375.007,43 dan pada penambahan 3 jam kerja lembur didapatkan crashing sebesar 123 hari dengan biaya sebesar Rp.4.879.405.942,01.(2) pada penambahan 1 tenaga kerja durasi crashing 50 hari dengan biaya sebesar Rp.8.827.937.302,15 pada penambahan 2 tenaga kerja di dapatkan crashing 105 hari dengan biaya sebesar Rp. 7.775.804.492,28 dan pada penambahan 3 durasi crashing dengan biaya sebesar Rp.7.869.075.740,50 (3) Biaya mempercepat durasi proyek pada penambahan jam kerja lembur penambahan tenaga kerja, penambahan jam kerja lembur lebih murah dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan apabila mengalami keterlambatan dan kenakan denda.
Berdasarkan data serta hasil analisis dan pembahasan yang dilakukan pada penelitian ini studi kasus Proyek Pembangunan Jembatan SP.Bukubuolawa Tauro dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.Pertama, waktu dan biaya proyek dalam kondisi normal selama 359 hari dengan biaya Rp.111,39 setelah penambahan 1 jam kerja lembur didapatkan crashing 302 hari dengan biaya sebesar Rp.146,89, untuk penambahan 2 jam kerja lembur didapatkan durasi crashing 254,5 hari dan biaya sebesar Rp.007,43 dan untuk penambahan 3 jam kerja lembur didapatkan durasi crashing 211 hari dengan biaya sebesar Rp.Kedua, waktu dan biaya total proyek pada kondisi normal selama 359 dengan biaya Rp.39, setelah penambahan 1 Tenaga Kerja didapatkan crashing 302 hari dengan biaya sebesar sebesar Rp.302,15, untuk penambahan 2 Tenaga Kerja didapatkan durasi crashing 254,5 hari dengan biaya sebesar Rp.492,28 dan untuk penambahan 3 tenaga kerja didapatkan durasi crashing 211 hari dengan biaya Rp.Ketiga, untuk keseluruhan dari 1 – 3 jam Lembur yang lebih efektif adalah 2 Jam Kerja Lembur lebih efektif, walaupun dari segi Waktu 3 Jam Kerja Lembur Lebih Sedikit tetapi di segi Biaya 2 Jam Kerja Lembur lebih efektif.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai optimalisasi biaya dan waktu dalam proyek konstruksi jembatan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan membandingkan metode percepatan proyek lainnya, seperti penggunaan teknologi konstruksi modern atau optimasi penjadwalan kegiatan, untuk mengidentifikasi strategi yang paling efektif dalam mengurangi biaya dan waktu penyelesaian. Kedua, studi komprehensif mengenai faktor-faktor risiko yang mempengaruhi keterlambatan proyek, seperti kondisi cuaca ekstrem, kendala perizinan, atau fluktuasi harga material, perlu dilakukan untuk mengembangkan model mitigasi risiko yang lebih akurat dan implementatif. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada analisis dampak penggunaan material alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan terhadap biaya, waktu, dan kualitas proyek jembatan, dengan mempertimbangkan siklus hidup penuh material tersebut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan proyek konstruksi jembatan di Indonesia.
| File size | 1.19 MB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UnwahasUnwahas Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa perbandingan ekstrak daun pedada dan rimpang kencur 3. 1 menghasilkan nilai IC50 tertinggi, yaitu 15,74 ppm,Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa perbandingan ekstrak daun pedada dan rimpang kencur 3. 1 menghasilkan nilai IC50 tertinggi, yaitu 15,74 ppm,
UmriUmri Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan selain meningkatkan biaya produksi juga menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas tanah dan lingkungan. SalahPenggunaan pupuk kimia yang berlebihan selain meningkatkan biaya produksi juga menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas tanah dan lingkungan. Salah
POLTEKTIARABUNDAPOLTEKTIARABUNDA Evaluasi fisik sediaan sabun cair meliputi beberapa parameter yaitu uji organoleptik diantaranya Bau, bentuk dan warna , uji pH, uji stabilitas busa, ujiEvaluasi fisik sediaan sabun cair meliputi beberapa parameter yaitu uji organoleptik diantaranya Bau, bentuk dan warna , uji pH, uji stabilitas busa, uji
SANGADJIMEDIAPUBLISHINGSANGADJIMEDIAPUBLISHING Diharapkan hasil dari kegiatan ini akan memberi masyarakat kelurahan Loto informasi tentang cara mengolah daun kelor dan bunga telang biru menjadi sediaanDiharapkan hasil dari kegiatan ini akan memberi masyarakat kelurahan Loto informasi tentang cara mengolah daun kelor dan bunga telang biru menjadi sediaan
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Pencegahan akibat paparan sinar UV dapat diatasi dengan pemakaian bedak dingin labu kuning dan masker beras kencur. Tujuan kegiatan ini memberikan penyuluhanPencegahan akibat paparan sinar UV dapat diatasi dengan pemakaian bedak dingin labu kuning dan masker beras kencur. Tujuan kegiatan ini memberikan penyuluhan
UNMUNM Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan coesioner dan observasi. Teknik analisis data yang digunakanTeknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan coesioner dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan
4141 Aliran kerja selama pelaksanaan konstruksi mulai dari pembesian dilakukan secara fabrikasi, diangkut menggunakan alat bantu tower crane sehingga tidakAliran kerja selama pelaksanaan konstruksi mulai dari pembesian dilakukan secara fabrikasi, diangkut menggunakan alat bantu tower crane sehingga tidak
MAHADEWAMAHADEWA Dari persamaan tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 1 poin akan meningkatkan sikap terhadap lingkungan sebesar 0,88Dari persamaan tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 1 poin akan meningkatkan sikap terhadap lingkungan sebesar 0,88
Useful /
UNESAUNESA Temuan ini menawarkan petunjuk yang dapat diterapkan bagi praktisi, menekankan penggunaan strategis emoji dan batas waktu dalam merancang notifikasi dorong.Temuan ini menawarkan petunjuk yang dapat diterapkan bagi praktisi, menekankan penggunaan strategis emoji dan batas waktu dalam merancang notifikasi dorong.
UnwahasUnwahas Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran rasionalitas penggunaan obat antidiabetes pada pasien diabetes mellitus tipe 2 berdasarkan tepat indikasi,Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran rasionalitas penggunaan obat antidiabetes pada pasien diabetes mellitus tipe 2 berdasarkan tepat indikasi,
UnwahasUnwahas Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki persepsi penyakit negatif 51,25% dan sangat puas 62,5%. Hasil uji korelasi chi-square diperolehHasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki persepsi penyakit negatif 51,25% dan sangat puas 62,5%. Hasil uji korelasi chi-square diperoleh
4141 The concrete mixture design method used was trial and error, the quality of the concrete planned is 60 MPa with Water Cement Ratio 0. 25 and the use ofThe concrete mixture design method used was trial and error, the quality of the concrete planned is 60 MPa with Water Cement Ratio 0. 25 and the use of