TYARLYTATYARLYTA

JURNAL BIOSAINSTEKJURNAL BIOSAINSTEK

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret 2021, di Kelurahan Sasa, kota Ternate, kecamatan Ternate selatan. Provinsi Maluku Utara. Analisis Data Untuk dapat menjawab tujuan penelitian ini maka dilakukan analisis terhadap data yang didapat kemudian menginterpretasi data tersebut. Analisis data dilakukan secara bertahap di mulai dari analisis domain sumberdaya ikan yakni pada kajian CPUE, ukuran ikan, proporsi ikan layang yang tertangkap, komposisi spesies, Range Collapse/(daerah penangkapan) sumberdaya ikan dan Spesies ETP (yang di lindungi). Analisis kemudian dilanjutkan untuk mendapatkan nilai komposit domain sumberdaya ikan, dimana hasil dari nilai konversi skala ditampilkan dalam bentuk mode bendera (flag model). Hasil analisis nilai komposit pada domain sumberdaya ikan didapat nilai 88, sehingga dapat diketahui untuk domain sumberdaya ikan tingkat pengelolaannya adalah masih dalam kondisi BAIK SEKALI dengan fag mode HIJAU TUA. Dalam pengolahan perikanan layang di perairan pulau digolongkan masuk dalam kondisi sangat baik.

Kondisi pengelolaan perikanan pelagis kecil berdasarkan indikator EAFM hasil analisis nilai komposit pada domain sumberdaya ikan didapat nilai 88, sehingga dapat diketahui untuk domain sumberdaya ikan tingkat pengelolaannya adalah masih dalam kondisi BAIK SEKALI.indikator EAFM pada domain sumberdaya ikan diperlukan dalam rangka memperbaiki kondisi yang masih kurang atau sedang terutama pada nilai atribut dalam domain sumberdaya ikan ada dua rekomendasi untuk memperbaiki kondisi ukuran ikan daerah penangapan, dengan rekomendasi, yaitu.membatasi ukuran mesh size pada alat tangkap purse seine serta rotasi daerah penangkapan.Maka dari itu penerapan EAFM sangat berperan penting dalam pengolahan perikanan agar dalam upaya penangkapan, harus ada standarnisasi alat sehingga tidak berpengaruh pada populasi ikan layang di suatu daerah.

1. Perlu penelitian lanjutan untuk mengkaji dampak penerapan ukuran mesh size alat tangkap terhadap reproduksi ikan layang secara jangka panjang. 2. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas rotasi daerah penangkapan dalam memperkuat pelestarian populasi ikan di perairan Ternate. 3. Penelitian tambahan dapat fokus pada pengembangan teknologi penangkapan alternatif yang ramah lingkungan untuk mengurangi kerusakan habitat perairan. Selain itu, memantau perubahan pola migrasi ikan layang akibat perubahan iklim juga menjadi arah studi yang relevan untuk memperkuat ekosistem kelautan secara berkelanjutan.

Read online
File size1.26 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test