ITENASITENAS

Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah LingkunganRekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan

Kota Samarinda merupakan salah satu kota di Provinsi Kalimantan Timur yang kerap dilanda banjir saat musim hujan dan berdasarkan Peta Kajian Risiko Bencana (KRB), wilayah ini termasuk dalam kategori risiko tinggi terhadap bencana banjir. Salah satu kawasan yang kerap terdampak adalah Sub DAS Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda. Penelitian ini bertujuan memetakan dan menganalisis karakteristik penggunaan lahan terhadap genangan banjir di Sub DAS Loa Bakung. Kajian penggunaan lahan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan menggunakan citra Google Satellite dari SAS Planet dan Landsat 8/9 OLI TIRS dari USGS dengan resolusi 0,5 – 30 meter/pixel. Hasil digitasi citra menunjukkan klasifikasi penggunaan lahan, yaitu: permukiman (28,7%), badan air (5%), pertanian lahan kering (34,9%), semak belukar (6,8%), dan hutan (24,5%). Hasil pengolahan juga diperkuat dengan analisis Normalized Difference Built-up Index (NDBI) yang digunakan untuk mengidentifikasi wilayah terbangun, sedangkan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) digunakan untuk mengevaluasi tingkat tutupan vegetasi. Hasil analisis mengidentifikasi bahwa nilai NDBI tinggi terkonsentrasi pada kawasan permukiman padat di sepanjang sungai dan jaringan jalan utama, yang mengindikasikan dominasi lahan terbangun dan minimnya area resapan air. Sementara itu, nilai NDVI yang rendah pada wilayah yang sama menunjukkan rendahnya tutupan vegetasi yang berperan sebagai penyerapan alami. Berdasarkan hasil validasi lapangan dan overlay peta KRB Kota Samarinda, mengonfirmasi bahwa genangan banjir terjadi terutama di sepanjang Jalan Padat Karya dan Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung yang wilayah ini dengan intensitas pemanfaatan lahan tinggi serta rendahnya ruang terbuka hijau. Temuan mengindikasikan bahwa pola dan intensitas penggunaan lahan, terutama konversi lahan menjadi area terbangun dengan vegetasi minim, secara signifikan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko genangan banjir di Sub DAS Loa Bakung, Kota Samarinda.

Berdasarkan hasil penelitian, klasifikasi penggunaan lahan di Sub DAS Loa Bakung menghasilkan 5 kelas, yaitu permukiman (28,7%), badan air (5%), pertanian lahan kering (34,9%), semak belukar (6,8%), dan hutan (24,5%).Penggunaan lahan di Sub DAS Loa Bakung didominasi oleh kawasan permukiman dan pertanian lahan kering.Sebaran nilai NDBI pada kawasan permukiman beradaa pada rentang -0,329 hingga 0,339.Nilai tersebut mengindikasikan kerapatan bangunan yang tinggi.Sementara itu, nilai NDVI yang rendah pada wilayah yang sama menunjukkan rendahnya tutupan vegetasi yang berperan sebagai resapan air alami.Nilai NDVI pada kawasan permukiman berada pada rentang -0,166 – 0,647.Kawasan permukiman memiliki nilai NDVI minimum -0,166, nilai terendah selain badan air dibandingkan dengan penggunaan lahan lainnya di Sub DAS Loa Bakung.Karakteristik penggunaan lahan permukiman di Sub DAS Loa Bakung dan minimnya tutupan vegetasi di kawasan permukiman menyebabkan berkurangnya kapasitas resapan air alami, yang pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya banjir di Sub DAS Loa Bakung.Hasil analisis tersebut dibuktikan dengan validasi lapangan yang mengonfirmasi bahwa genangan banjir terjadi terutama di sepanjang Jalan Padat Karya dan Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung yang wilayah dengan intensitas pemanfaatan lahan tinggi serta rendahnya ruang terbuka hijau.Pola dan intensitas penggunaan lahan, terutama konversi lahan menjadi area terbangun dengan vegetasi minim, secara signifikan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko genangan banjir di Sub DAS Loa Bakung, Kota Samarinda.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk lebih memahami dan mengatasi permasalahan banjir di Sub DAS Loa Bakung. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai teknik mitigasi banjir berbasis alam (nature-based solutions) seperti pembangunan sumur resapan, penanaman kembali vegetasi di area kritis, dan pembuatan taman hujan (bioswale) dalam mengurangi risiko banjir. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model prediksi banjir yang lebih akurat dengan mengintegrasikan data hidrologi, data penggunaan lahan, dan data iklim untuk memberikan peringatan dini yang lebih tepat waktu kepada masyarakat. Ketiga, penting untuk dilakukan analisis sosio-ekonomi terhadap dampak banjir terhadap masyarakat di Sub DAS Loa Bakung, termasuk kerugian ekonomi, gangguan kesehatan, dan perubahan perilaku, sehingga dapat dirumuskan kebijakan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana banjir.

Read online
File size6.78 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test