PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Pengembangan Learning Management System (LMS) berorientasi Higher-Order Thinking Skills (HOTS) yang mengintegrasikan kearifan lokal Hindu masih sangat terbatas, sementara digitalisasi pendidikan agama Hindu di perguruan tinggi belum didukung kerangka pedagogis yang menyintesiskan epistemologi Hindu dengan taksonomi pembelajaran kontemporer. Penelitian ini bertujuan mengembangkan, memvalidasi, menguji kepraktisan, dan mengukur efektivitas model pedagogis hibrid yang menyintesiskan epistemologi Tri Pramana dengan Blooms Digital Taxonomy sebagai kerangka LMS pendidikan agama Hindu. Metode Design and Development berkerangka ADDIE diterapkan melibatkan dua ahli materi, dua ahli media, 8 dosen, dan 86 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu di IAHN Mpu Kuturan; data dikumpulkan melalui angket validasi, angket respons, dan tes HOTS pretest-posttest selama delapan pertemuan, lalu dianalisis menggunakan rerata skor, persentase, dan N-gain. Validasi ahli menunjukkan model sangat valid (rerata 4,50), uji kepraktisan memperoleh respons positif dosen 91,20% dan mahasiswa 88,75% (sangat praktis). Uji efektivitas memperlihatkan peningkatan rerata skor dari 52,35 (pretest) menjadi 86,67 (posttest) serta ketuntasan klasikal meningkat dari 34,88% menjadi 91,86%, dengan N-gain keseluruhan 0,72 (kategori tinggi).

Model hibrid terbukti valid, praktis, dan efektif sebagai kerangka LMS pendidikan agama Hindu berorientasi HOTS.Peningkatan tertinggi terjadi pada level C6 Creating (N-gain 0,80) yang selaras dengan fase Anumana Pramana.Struktur lima tahapan penalaran inferensial yang didukung model ini meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa.

Penelitian lebih lanjut dapat memfokuskan pada dampak jangka panjang model hibrid ini terhadap perkembangan HOTS mahasiswa selama satu tahun akademik, dengan analisis data longitudinal. Penelitian komparatif antara kerangka Tri Pramana–Bloom digital dengan model tradisional berdasarkan taksonomi Bloom tunggal dalam konteks pendidikan agama Islam dan Buddha dapat menilai keunggulan budaya dan transferibilitasnya. Studi tambahan dapat mengeksplorasi integrasi sistem AI adaptif yang merekomendasikan jalur pembelajaran otomatis berdasarkan data prestasi siswa, sehingga mempersonalisasi pengalaman belajar. Investigasi mengenai bagaimana elemen gamifikasi di dalam LMS memengaruhi motivasi dan retensi mahasiswa akan memperkosa pemahaman tentang interaksi teknologi dan pedagogi. Uji coba lintas institusi di perguruan tinggi keagamaan di Indonesia dapat mengukur konsistensi hasil dan identifikasi variabel kontekstual yang mempengaruhi efektivitas. Analisis kualitatif mengenai persepsi dosen dan mahasiswa tentang kearifan lokal yang terwakili dalam Tri Pramana dapat membantu penyesuaian konten lebih sensitif budaya. Penelitian ke arah interaktivitas multimodal, misalnya penggunaan virtual reality atau augmented reality dalam modifikasi Anumana Pramana, dapat membuka perspektif baru. Akhirnya, kajian longitudinal mengenai nilai tambah eksternal seperti peningkatan lulusan dalam kompetensi profesional dapat memberi argumentasi kuat bagi adopsi luas LMS berbasis Tri Pramana.

Read online
File size534.59 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test