TRANSPUBLIKATRANSPUBLIKA

TRANSEKONOMIKA: AKUNTANSI, BISNIS DAN KEUANGANTRANSEKONOMIKA: AKUNTANSI, BISNIS DAN KEUANGAN

Logistik halal memainkan peran penting dalam memastikan kepatuhan terhadap hukum syariah di Indonesia dalam usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya memeriksa logistik halal di industri berskala besar, penelitian ini secara khusus berfokus pada kinerja operasional UMKM kuliner, sebuah sektor yang menghadapi tantangan unik dalam sertifikasi, pelacakan, dan manajemen risiko. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk memeriksa efek perantara dari sertifikasi halal, pelacakan rantai pasokan, dan manajemen risiko halal terhadap kinerja operasional. Data dikumpulkan dari 292 UMKM kuliner di seluruh Indonesia melalui survei terstruktur dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik logistik halal secara signifikan memediasi hubungan antara sertifikasi halal dan kinerja operasional (β = 0,379; p < 0,001), sedangkan pelacakan rantai pasokan (β = 0,464; p < 0,001) dan manajemen risiko (β = 0,325; p < 0,001) juga memiliki efek positif yang kuat. Model penelitian ini mampu menjelaskan 53,4% variasi dalam kinerja operasional (R² = 0,534), menunjukkan daya prediksi yang moderat. Temuan ini mengonfirmasi keunikan penelitian di sektor UMKM kuliner dan memberikan bukti kuantitatif bahwa logistik halal dapat meningkatkan efisiensi operasional sambil menjaga kepatuhan syariah. Rekomendasi praktis disediakan untuk pembuat kebijakan dan praktisi bisnis untuk mengembangkan rantai pasokan halal yang berkelanjutan, sehingga memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi halal global.

Penelitian ini mengonfirmasi bahwa sertifikasi halal, pelacakan rantai pasokan, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Islam memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja operasional UMKM kuliner di Indonesia.Sertifikasi halal memfasilitasi pendirian prosedur logistik yang terstruktur dan kepatuhan terhadap standar kebersihan, sementara pelacakan rantai pasokan dan manajemen risiko secara langsung meningkatkan transparansi, mengurangi kesalahan, dan mempertahankan kepercayaan konsumen.Selain itu, kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Islam juga berarti bahwa bisnis beroperasi secara etis dan mengikuti persyaratan halal, sehingga menentukan dampak pada logistik mereka.Praktik logistik halal meningkatkan integritas dan kualitas produk, sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan dan efisiensi operasional.Kemampuan untuk memisahkan, menangani, dan menyimpan makanan secara efektif mengurangi peluang kontaminasi silang, sehingga kepatuhan halal.Masalah seperti biaya tinggi dan kekurangan sumber daya, serta infrastruktur yang buruk, dapat mempengaruhi kemampuan UMKM untuk menerapkan sepenuhnya logistik halal.Pilihan yang tepat dalam kemitraan strategis dengan perusahaan logistik dan organisasi regulasi dapat membantu mengurangi batasan ini dan meningkatkan kinerja operasional.Temuan ini menekankan bahwa kolaborasi yang lebih kuat antara pelaku UMKM, pemerintah, dan institusi sertifikasi diperlukan untuk menyediakan insentif, pelatihan, dan akses ke alat digital yang memungkinkan pelacakan dan manajemen risiko.Penelitian masa depan disarankan untuk mengeksplorasi teknologi emerging seperti blockchain dan IoT untuk jaminan halal real-time, serta menerapkan metode longitudinal atau konfigurasi untuk menangkap interaksi kompleks antara pengemudi institusional, teknis, dan normatif.

Untuk memperkuat logistik halal di sektor kuliner, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan platform pelacakan nasional yang terjangkau dan mudah diakses untuk UMKM. Program subsidi sertifikasi halal harus terintegrasi dengan pelatihan wajib tentang implementasi SOP halal, sehingga sertifikasi tidak hanya menjadi dokumen administratif. Riset juga dapat memfokuskan pada pelatihan manajemen risiko khusus untuk potensi kontaminasi silang, rantai dingin, dan backhauling melalui pengembangan dan pembelajaran antar sesama. Selain itu, intervensi berbasis nilai dapat memperkuat motivasi internal pelaku UMKM untuk menerapkan standar halal tanpa bergantung sepenuhnya pada kontrol eksternal. Penelitian masa depan dapat menggunakan desain longitudinal atau eksperimental, melakukan analisis multi-grup berdasarkan ukuran bisnis dan wilayah, serta menguji peran variabel moderator seperti tingkat digitalisasi dan mediator seperti kepercayaan konsumen. Pendekatan konfigurasi seperti fsQCA juga disarankan untuk mengidentifikasi kombinasi faktor yang memadai untuk meningkatkan kinerja logistik halal UMKM.

  1. Halal Logistic in Indonesian Culinary MSMEs: An Intersection Between Operational Performance and Sharia... transpublika.co.id/ojs/index.php/Transekonomika/article/view/985Halal Logistic in Indonesian Culinary MSMEs An Intersection Between Operational Performance and Sharia transpublika ojs index php Transekonomika article view 985
  2. The Halalsphere - Interdisciplinary Halal Research Journal. halal bibliometric analysis halalsphere research... doi.org/10.31436/hs.v2i2.42The Halalsphere Interdisciplinary Halal Research Journal halal bibliometric analysis halalsphere research doi 10 31436 hs v2i2 42
  3. Implementation of Halal Certification for Micro, Small, And Medium Enterprises In West Tulang Bawang... doi.org/10.25041/aelr.v1i2.2148Implementation of Halal Certification for Micro Small And Medium Enterprises In West Tulang Bawang doi 10 25041 aelr v1i2 2148
  4. HRMARS - Will the Real Halal Logo Please Stand Up?. hrmars real halal logo please stand journal academic... hrmars.com/IJARBSS/article/view/6416/Will-the-Real-Halal-Logo-Please-Stand-UpHRMARS Will the Real Halal Logo Please Stand Up hrmars real halal logo please stand journal academic hrmars IJARBSS article view 6416 Will the Real Halal Logo Please Stand Up
Read online
File size523.89 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test