APPISIAPPISI

Tamasya : Jurnal Pariwisata IndonesiaTamasya : Jurnal Pariwisata Indonesia

Indonesia memiliki banyak kue tradisional, terutama dari Pantai Selatan Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan mengenalkan kue tradisional khas Pantai Selatan Sumatera Barat kepada masyarakat luas di wilayah Jabodetabek. Kue tradisional Minang Pesisir Selatan merupakan kue tradisional yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat. Rumusan masalah terdiri dari: (1) Apa saja kue khas Minang dan bagaimana tekstur serta rasa penganan khas Minang? (2) Bagaimana cara mengenalkan kue Minang? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui dan mengenali kue tradisional Mianang. (2) Memperkenalkan dan menyebarluaskan kue tradisional Minang. Metode penelitian dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) metode deskriptif (2) teknik pengumpulan data menggunakan angket (3) studi pustaka. Tempat dan waktu penelitian: penyebaran angket dilakukan pada tanggal 24-28 Juli 2021 melalui media Google Form dan WhatsApp. Saat ini baru sedikit masyarakat yang mengetahui kue tradisional Minang. Perlu usaha dan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, terutama generasi muda, untuk melestarikan kue tradisional, terutama kue tradisional Minang agar tidak hilang akibat perkembangan kue modern.

Jabodetabek memiliki populasi yang beragam dengan daya beli yang cukup tinggi, sehingga menjadi pasar potensial bagi produk kuliner tradisional.Komunitas Minang yang merantau di Jabodetabek dapat menjadi target awal sebelum memperluas pasar ke masyarakat umum.Strategi pemasaran yang efektif diperlukan, seperti pemanfaatan media sosial dan platform digital, serta kolaborasi dengan restoran Padang, toko oleh-oleh, dan marketplace.Namun, terdapat tantangan dalam pengenalan produk, yaitu kurangnya pengetahuan masyarakat umum terhadap kue tradisional Pesisir Selatan Minang.Strategi edukasi melalui promosi, event kuliner, dan program food tasting sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran konsumen.Inovasi dalam produk dan kemasan juga menjadi faktor penting.Adaptasi resep dengan mempertahankan cita rasa khas namun tetap sesuai dengan selera modern dapat meningkatkan daya tarik produk, sementara penggunaan kemasan yang menarik, higienis, dan ramah lingkungan dapat meningkatkan daya saing di pasar urban.Dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak juga memiliki peran krusial, termasuk kerja sama dengan komunitas kuliner, pemerintah daerah, serta UMKM dalam mendukung ekspansi produk.Sertifikasi halal dan izin edar dari BPOM pun diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk.

Untuk meningkatkan efektivitas dalam memperkenalkan dan memasarkan kue tradisional Pesisir Selatan Minang di Jabodetabek, perlu dioptimalkan pemasaran digital dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube dalam konsep storytelling, serta menggunakan influencer kuliner dan food blogger. Aksesibilitas produk perlu ditingkatkan dengan menjalin kerja sama dengan marketplace dan aplikasi layanan pesan-antar makanan agar jangkauan pasar lebih luas, serta membuka gerai atau stan di pusat perbelanjaan dan event kuliner. Edukasi dan promosi yang intensif juga menjadi langkah penting, seperti mengadakan workshop atau demo memasak kue tradisional serta berpartisipasi dalam festival kuliner dan bazar makanan tradisional. Inovasi dalam produk dan kemasan perlu dilakukan dengan menciptakan variasi rasa atau ukuran produk yang lebih praktis, serta menggunakan kemasan yang menarik dan informatif dengan mencantumkan sejarah dan keunikan kue tradisional. Kolaborasi dengan pemerintah dan UMKM harus diperkuat, misalnya dengan mengajukan bantuan atau pendampingan dari pemerintah daerah dalam program pemberdayaan UMKM kuliner, serta bekerja sama dengan komunitas kuliner dan organisasi budaya Minang untuk memperluas jaringan pemasaran dan edukasi konsumen.

Read online
File size1.07 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test