PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Terbitnya Peraturan Menteri Agama Sy (PMA) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya menandai perubahan kebijakan strategis dalam tata kelola pendidikan keagamaan Hindu di Indonesia. Regulasi ini mendorong transformasi pasraman formal menjadi widyalaya sebagai satuan pendidikan umum bercirikan Hindu yang terintegrasi ke dalam sistem pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika sosiologis pengelola lembaga pendidikan keagamaan Hindu pascapenerapan PMA 2/2024, meliputi integrasi kelembagaan, perubahan peran dan fungsi pengelola, serta implikasi sosial-budaya yang menyertainya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra, Kabupaten Buleleng, Bali. Data dikumpulkan amat oleh observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa PMA 2/2024 mendorong standarisasi tata kelola, legitimasi kelembagaan, profesionalisme manajemen, dan kejelasan posisi widyalaya sebagai lembaga pendidikan formal setara sekolah umum berkarakter agama. Transformasi ini meningkatkan pengakuan ijazah, akses bantuan pemerintah, dan kepercayaan publik, namun menimbulkan tantangan adaptasi kurikulum, beban administratif, keterbatasan sumber daya, dan resistensi sosial terkait identitas lembaga.

Terbitnya PMA 2/2024 telah memicu dinamika sosiologis signifikan dalam pengelolaan lembaga pendidikan keagamaan Hindu, khususnya melalui transformasi pasraman formal menjadi widyalaya yang lebih adaptif, legit, dan terintegrasi dalam sistem pendidikan nasional.Perubahan regulasi menuntut penataan ulang struktur kelembagaan, kurikulum, manajemen, serta peran dan fungsi aktor pendidikan, sehingga mengakibatkan ketegangan awal namun beralih ke adaptasi dan integrasi kelembagaan.Widyalaya menonjol sebagai lembaga pendidikan formal berkarakter agama Hindu yang lebih dipercaya, memiliki kejelasan legalitas, akses pendanaan, pengakuan ijazah, sementara pasraman formal tetap eksis secara regulasi dan berfungsi sebagai penguat basis spiritual dan praktik keagamaan.

1. Mengkaji secara komparatif pengaruh PMA 2/2024 terhadap kualitas pembelajaran di widyalaya dibandingkan dengan lembaga lain di Indonesia.. 2. Meneliti strategi pengelolaan sumber daya manusia yang efektif dalam menanggapi perubahan regulasi.. 3. Menilai persepsi masyarakat terhadap legitimasi widyalaya sebagai lembaga pendidikan formal.. 4. Menyelidiki dampak kurikulum widyalaya terhadap integrasi nilai budaya Hindu dalam konteks pendidikan modern.. 5. Membandingkan model manajemen yang diterapkan di widyalaya dengan model sekolah konvensional.. 6. Meneliti peran jaringan keagamaan dalam mendukung keberlanjutan pendanaan widyalaya.. 7. Menganalisis efektivitas pelatihan guru untuk-team pengelolaan kebijakan PMA 2/2024.. 8. Mengkaji perubahan disiplin dan karakter siswa pasca pengintegrasian kurikulum. 9. Meneliti kolaborasi antara lembaga keagamaan dan dinas pendidikan dalam pelaksanaan PMA 2/2024.. 10. Mengkaji kebijakan lanjutan pemerintah yang dapat memperkuat keberlanjutan widyalaya dan memitigasi resistensi sosial.

Read online
File size264.32 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test