PENERBITPENERBIT
Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama HinduNgerebeg nini menjadi praktik agraris berbasis sosio-religius masyarakat Desa Silangjana, relasi vertikal dengan Dewi Sri, hubungan horizontal antara manusia dengan alam semesta serta unsur-unsur metafisik lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan penjelasan mengenai hakikat tindakan masyarakat agraris dalam berupacara. Penelitian ini mengaplikasikan metode kualitatif, dalam selingkung studi kasus. Triangulasi pengumpulan data dilakukan secara intensif selama 1 bulan, tanpa adanya distraksi. Fokus penelitian menjadi lebih terarah karena, peneliti melakukan metode purposive sampling, yakni sudah menentukan informan yang akan diwawancarai, mulai dari kelian subak, krama subak dan jro mangku. Setelah data dikumpulkan dan diakumulasi, dilakukan analisis data berbasis tematik, dengan melakukan pembacaan, redefinisi, reinterpretasi, eksplanasi serta konklusi data empiris yang disinkronisasi dengan paradigma relevan. Terakhir, validitas data diaplikasikan melalui teknik triangulasi sumber, bertujuan untuk melakukan verifikasi dari redefinisi, reinterpretasi serta eksplanasi hasil penelitian. Ngerebeg nini sebagai ritus upacara berbasis pertanian yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Silangjana, serta sebagai representasi ritus agraris dapat dilihat dalam perspektif teoretis, terutama paradigma memori serta tindakan kolektif. Ngerebeg nini dalam perspektif habitus sebagai wujud pola pikir dan tindakan masyarakat agraris, konsisten dilaksanakan karena adanya sistem pewarisan ide dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Ngerebeg nini menjadi sistem komunalisme berbasis liturgi yang bersifat generatif, karena adanya legitimasi agama Hindu serta konstruksi sosial.
Ngerebeg nini merepresentasikan memori dan tindakan kolektif masyarakat di Desa Silangjana.Memori dan tindakan kolektif tersebut teraktualisasi melalui sistem komunalisme berbasis liturgi.Artinya, upacara untuk memuliakan lahan pertanian dan tanaman padi, dilakukan bersama-sama.Dilain sisi, konsistensi masyarakat agraris di kawasan tersebut melaksanakan upacara ini adalah sistem pewarisan nilai yang bersifat generatif, serta adanya legitimasi agama Hindu serta konstruksi sosial.Selanjutnya, ngerebeg nini dalam perspektif pos-strukturalisme linier dengan konsepsi habitus.Linieritas ini bisa dilihat dari internalisasi sistem kognitif (ide, gagasan, sistem upacara dan sistem sosial) yang diaplikasikan melalui sistem berupacara.Dilain sisi, habitus memandang pelaksanaan ngerebeg nini relevan dilaksanakan karena ranah Desa Silangjana yang didominasi oleh lahan pertanian.Sehingga, kondisi spasial agraris menjadi faktor determinan dalam pewarisan ide liturgis dan perilaku sosial yang berhubungan dengan itu.
Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: 1. Mengkaji lebih dalam tentang sistem ekopedagogi dalam masyarakat pertanian, khususnya di Desa Silangjana, dan bagaimana sistem ini mempengaruhi praktik-praktik sosio-religius seperti ngerebeg nini. 2. Meneliti sistem sekaa dalam subak dan peranannya dalam menjaga tradisi ngerebeg nini, serta bagaimana sistem ini menjaga solidaritas dan keharmonisan sosial di antara anggota subak. 3. Menganalisis lebih lanjut tentang bagaimana habitus ngerebeg nini mempengaruhi perilaku dan tindakan kolektif masyarakat agraris, serta bagaimana habitus ini dapat menjadi simbol soliditas dan representasi teologis masyarakat setempat. Dengan menggabungkan ide-ide penelitian ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang praktik-praktik sosio-religius dalam masyarakat pertanian, khususnya di Desa Silangjana, dan bagaimana tradisi ini bertahan dan berkembang dalam konteks sosial dan spasial yang spesifik.
| File size | 355.97 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
PENERBITPENERBIT Peningkatan tertinggi terjadi pada level C6 Creating (N-gain 0,80) yang selaras dengan fase Anumana Pramana. Struktur lima tahapan penalaran inferensialPeningkatan tertinggi terjadi pada level C6 Creating (N-gain 0,80) yang selaras dengan fase Anumana Pramana. Struktur lima tahapan penalaran inferensial
IAIKHOZINIAIKHOZIN Temuan ini menawarkan model manajemen pesantren transformatif yang mampu menyeimbangkan akuntabilitas modern dengan nilai spiritualitas tradisional. TransformasiTemuan ini menawarkan model manajemen pesantren transformatif yang mampu menyeimbangkan akuntabilitas modern dengan nilai spiritualitas tradisional. Transformasi
MINHAJPUSTAKAMINHAJPUSTAKA Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah telah memanfaatkan teknologi digital melalui pembelajaran daring, platform digital, dan dakwah media sosial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah telah memanfaatkan teknologi digital melalui pembelajaran daring, platform digital, dan dakwah media sosial.
PENERBITPENERBIT Pertama, gereja, khususnya HKBP, perlu mengembangkan program liturgi dan pastoral berbasis alam yang diinspirasi oleh pendidikan spiritual ekologis. ProgramPertama, gereja, khususnya HKBP, perlu mengembangkan program liturgi dan pastoral berbasis alam yang diinspirasi oleh pendidikan spiritual ekologis. Program
IAIN PALOPOIAIN PALOPO Menggunakan jenis penelitian kualitatif dalam pendekatan fenomenologi. Tehnik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dataMenggunakan jenis penelitian kualitatif dalam pendekatan fenomenologi. Tehnik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data
IAIN PALOPOIAIN PALOPO Fenomenologi digunakan untuk memahami sedalam-dalamnya makna fenomena yang dialami oleh penyandang disabilitas fisik terhadap motivasi dan kemandirian.Fenomenologi digunakan untuk memahami sedalam-dalamnya makna fenomena yang dialami oleh penyandang disabilitas fisik terhadap motivasi dan kemandirian.
IAIN PALOPOIAIN PALOPO Fokus penelitian meliputi tahapan penyusunan anggaran, peran manajemen pembiayaan, dan sumber pendanaan pesantren. Metode yang digunakan adalah deskriptifFokus penelitian meliputi tahapan penyusunan anggaran, peran manajemen pembiayaan, dan sumber pendanaan pesantren. Metode yang digunakan adalah deskriptif
MINHAJPUSTAKAMINHAJPUSTAKA Penelitian ini mengkaji dan dampaknya terhadap kinerja finansial serta kesejahteraan masyarakat. Menggunakan metode kualitatif dengan fokus pada analisisPenelitian ini mengkaji dan dampaknya terhadap kinerja finansial serta kesejahteraan masyarakat. Menggunakan metode kualitatif dengan fokus pada analisis
Useful /
UNBITAGOUNBITAGO Rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di tingkat kelurahan menjadi salah satu hambatan utama dalamRendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di tingkat kelurahan menjadi salah satu hambatan utama dalam
PENERBITPENERBIT Namun, berdasarkan hasil observasi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali (PSABB), ditemukan bahwa pemahaman mahasiswa terhadapNamun, berdasarkan hasil observasi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali (PSABB), ditemukan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap
PENERBITPENERBIT Analisis mendalam juga menunjukkan bahwa konsep kearifan lokal seperti Rwa Bhineda, Tri Mandala, Tri Hita Karana, Panca Maha Bhuta, dan Sad Kerthi tidakAnalisis mendalam juga menunjukkan bahwa konsep kearifan lokal seperti Rwa Bhineda, Tri Mandala, Tri Hita Karana, Panca Maha Bhuta, dan Sad Kerthi tidak
PENERBITPENERBIT Hasil penelitian menunjukkan bahwa wariga telah bergeser dari sistem sakral berbasis komunitas menjadi alat bantu teknis yang dipraktikkan secara individualHasil penelitian menunjukkan bahwa wariga telah bergeser dari sistem sakral berbasis komunitas menjadi alat bantu teknis yang dipraktikkan secara individual