UMNUMN

Ultima Accounting : Jurnal Ilmu AkuntansiUltima Accounting : Jurnal Ilmu Akuntansi

Di era globalisasi yang semakin kompetitif, tuntutan akan penyajian laporan keuangan yang transparan dan akuntabel semakin meningkat. Kualitas informasi yang dihasilkan perusahaan menjadi dasar stakeholder dalam mengambil keputusan. Untuk menjamin kualitas informasi tersebut, perusahaan membutuhkan pengawasan yang objektif dari pihak eksternal. Auditor, sebagai pihak profesional, dipandang sebagai pihak yang paling tepat untuk menjalankan fungsi pengawasan ini. Berdasarkan Standar Audit Seksi 110, auditor sebagai pihak independen, memiliki tanggung jawab untuk memberikan keyakinan memadai mengenai kewajaran laporan keuangan. Selain itu, auditor juga memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan audit yang berkualitas dengan memastikan bahwa laporan keuangan sesuai dengan standar. Kualitas audit menjadi penting karena menjadikan informasi keuangan lebih reliable dalam pengambilan keputusan. Kualitas audit yang seharusnya menjadi pondasi stakeholder dalam pengambilan keputusan justru ternodai oleh banyaknya kasus fraud yang terjadi. Hal ini menimbulkan keraguan di kalangan masyarakat mengenai kinerja auditor dan kebenaran suatu laporan keuangan yang disajikan. Di Indonesia sendiri, banyak terjadi kasus fraud yang melibatkan berbagai sektor perusahaan, seperti PT Garuda Indonesia Tbk (2018) karena kasus pengakuan pendapatan, PT Asuransi Jiwasraya (2018) karena kasus penyalahgunaan investasi, PT. Adisarana Wanaartha Life Insurance (2019) karena kasus manipulasi dengan tidak melaporkan adanya peningkatan produksi produk asuransinya, PT Hanson Internasional Tbk (2019) karena kasus manipulasi penjualan tanah siap bangun, dan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (2020) karena kasus penggelembungan labanya (Handayani & Khairunnisa, 2024). Bahkan perusahaan yang diaudit oleh Big 4, seperti PT Bank Bukopin Tbk (2017) oleh KAP yang berafiliasi dengan EY dan PT Sunprima Nusantara Financing (2018) oleh KAP yang berafiliasi dengan Deloitte terjadi fraud. Banyaknya kasus yang menunjukkan bahwa pengawasan terhadap fraud di Indonesia masih belum optimal.

Kualitas audit berperan penting dalam membangun kepercayaan stakeholder dengan meningkatkan keandalan informasi perusahaan.Kesadaran akan pentingnya peran kualitas audit dalam menciptakan akuntabilitas mendorong banyak peneliti untuk menganalisis lebih lanjut mengenai topik ini.Dalam upaya memetakan penelitian kualitas audit di Indonesia, peneliti menganalisis artikel pada jurnal SINTA 2 tahun 2015-2024.Secara rinci, terdapat 68 jurnal yang teridentifikasi, dengan final sampel yang digunakan sebanyak 34 jurnal di antaranya memuat total 108 artikel.Variabel anteseden yang paling banyak diteliti meliputi independence, audit rotation, audit tenure, audit fee, dan competence, sedangkan earning management menjadi variabel konsekuensi yang paling sering diteliti.Adapun penelitian mengenai kualitas audit sebagai topik lainnya (moderasi dan intervening) masih cukup terbatas di Indonesia.

Berdasarkan hasil analisis di atas, peneliti menemukan beberapa area yang perlu dikembangkan, diantaranya: 1. Pada Tabel 3 mengenai pengelompokan variabel anteseden, terdapat beberapa determinan kualitas audit yang jarang dikaji, seperti ownership structure (managerial, family, foreign, institutional, dan government), auditor attribute (auditor experience, workload, education level), karakteristik komite audit dan lain-lain. 2. Pada Tabel 4 yang memuat variabel konsekuensi, terdapat beberapa konsekuen dari kualitas audit yang juga belum banyak diteliti, seperti pengaruhnya terhadap fraudulent financial reporting, cost of equity, dan tax avoidance. 3. Pada Tabel 7 menunjukkan bahwa penelitian terkait kualitas audit pada sektor tertentu, seperti sektor keuangan, pertambangan, dan BUMN, masih tergolong sedikit. 4. Pada Tabel 9 memperlihatkan bahwa pemanfaatan data primer dalam penelitian kualitas audit masih cukup rendah. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti menyarankan agar penelitian selanjutnya dapat memanfaatkan peluang dengan mengkaji determinan kualitas audit yang belum banyak diteliti (misalnya ownership structure, auditor attribute, dan karakteristik kommite audit), mengeksplorasi konsekuensi kualitas audit yang masih jarang dibahas (seperti fraudulent financial reporting, cost of equity, dan tax avoidance), memperluas cakupan sektor yang diteliti termasuk sektor keuangan, pertambangan, serta BUMN, serta menggunakan data primer.

  1. 888 สล็อต🏗สล็อตเว็บตรง ค่ายใหญ่ APIแท้ เว็บสล็อตมาแรง... doi.org/10.25105/mraai.v22i2.13985888 uNiauNiANoiN EOEsO APIAO ANouNiAN doi 10 25105 mraai v22i2 13985
  2. FACTORS AFFECTING THE FINANCIAL AND NON-FINANCIAL RATIOS ON GOING-CONCERN AUDIT OPINION | Assets: Jurnal... doi.org/10.25273/jap.v10i2.7024FACTORS AFFECTING THE FINANCIAL AND NON FINANCIAL RATIOS ON GOING CONCERN AUDIT OPINION Assets Jurnal doi 10 25273 jap v10i2 7024
  3. Pengaruh tata kelola perusahaan, kualitas audit, dan konservatisme terhadap persyaratan agunan pinjaman... ejournal.unikama.ac.id/index.php/JEKO/article/view/5419Pengaruh tata kelola perusahaan kualitas audit dan konservatisme terhadap persyaratan agunan pinjaman ejournal unikama ac index php JEKO article view 5419
  4. Kualitas Audit dan Manajemen Laba Berbasis Operasional | Prabowo | Jurnal Akuntansi dan Bisnis. kualitas... doi.org/10.20961/jab.v20i2.570Kualitas Audit dan Manajemen Laba Berbasis Operasional Prabowo Jurnal Akuntansi dan Bisnis kualitas doi 10 20961 jab v20i2 570
Read online
File size792.19 KB
Pages31
DMCAReport

Related /

ads-block-test