KAHURIPANKAHURIPAN

JURNAL EKUIVALENSIJURNAL EKUIVALENSI

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui potensi-potensi yang dimiliki desa di Kecamata Kulo dan upaya atau strategi yang diterapkan pemerintah dalam memaksimalkan potensi-potensi tersebut. Sebagaimana potensi yang dimiliki suatu desa dapat menjadi aspek fundamental yang membawah mereka pada kesejahteraan dan kemandirian ekonomi. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif dan studi kasus, melalui data empiris yang digunakan dalam merumuskan gambaran umum, dan wawancara yang digunakan untuk mengetahui potensi dan upaya pemerintah desa dalam mengembangkan potensi desa-desa di Kecamatan Kulo. Kedua Informasi ini akan digunakan untuk merumuskan hasil penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam desa di Kecamatan Kulo, seluruh desa tersebut memiliki potensi yang mengarah pada pertanian, peternakan, dan industri rumahan. Beberapa strategi yang dilaksanakan untuk memaksimalkan potensi ini ditempuh dengan memberikan pelatihan, dan pendidikan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dalam menciptakan daya tarik, daya saing, dan daya jual produk. Selain itu, program yang ditunjukkan untuk meningkatkan literasi dan kemelekkan digital masyarakat juga dilaksanakan untuk memperluas pangsa pasar.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat enam desa yang terletak di Kecamatan Kulo yakni Desa Abbokongang, Bina Baru, Kulo, Maddenra, Mario, dan Rijang Panua.Setiap desa memiliki potensi yang dominan mengarah pada sektor pertanian dan peternakan, beberapa desa juga telah mampu menghasilkan produk-produk olahan.Strategi yang ditempuh oleh pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi-potensi ini dilaksanakan melalui program pemberdayaan berupa pelatihan, dan pendidikan untuk memperkuat literasi digital dan kreativitas masyarakat yang dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan mereka dalam menciptakan produk industri rumahan, dan memaksimalkan kemampuan untuk menciptakan daya tarik, daya saing, dan daya jual produk pada pasar lokal, e-commerce, dan pasar nasional, khususnya dengan mempertimbangkan infrastruktur fisik dan infrastruktur digital yang dimiliki Kecamatan Kulo.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada tiga arah penelitian lanjutan yang dapat memperdalam pemahaman tentang pengembangan ekonomi desa di Kecamatan Kulo. Pertama, bagaimana pelatihan literasi digital mempengaruhi peningkatan penjualan produk agro‑rumahan di pasar lokal maupun daring, sehingga dapat diuji dengan pendekatan kuantitatif longitudinal pada kelompok petani yang mengikuti program pelatihan. Kedua, model tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mana yang paling efektif dalam memperkuat rantai nilai agribisnis berkelanjutan, yang dapat dieksplorasi melalui studi perbandingan antar desa dengan metodologi studi kasus terintegrasi. Ketiga, sejauh mana penerapan energi terbarukan, khususnya panel surya, dapat meningkatkan efisiensi proses pengolahan hasil pertanian dan mengurangi biaya produksi, yang dapat diteliti dengan analisis biaya‑manfaat dan simulasi teknis pada usaha rumah tangga di desa‑desa Kulo. Penelitian-penelitian ini diharapkan memberikan insight praktis bagi pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan dalam merancang intervensi yang lebih tepat sasaran.

Read online
File size671.16 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test