PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Penelitian ini mengembangkan dan menguji perangkat pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) perspektif Hindu yang dipadukan dengan prototipe sistem rekomendasi adaptif berbasis deep learning untuk meningkatkan internalisasi nilai afektif sekaligus penguasaan kognitif mahasiswa. Tujuan penelitian adalah merancang, memvalidasi, dan menguji efektivitas perangkat (silabus, RPP, modul tematik, instrumen penilaian) serta menilai kinerja teknis dan relevansi pedagogis prototipe rekomendasi. Metode penelitian menggabungkan R&D (kerangka ADDIE & Borg and Gall) dengan pendekatan design based research; evaluasi meliputi validasi ahli, pilot, analisis log sistem, data kualitatif (wawancara, observasi), dan uji efektivitas kuasi eksperimental pretest-posttest (kelompok eksperimen dan kontrol, masing-masing n≈30). Hasil utama: perangkat dinilai valid isi (ICVI rata-rata = 0,86; SCVI = 0,92) dan reliabel (Cronbachs α = 0,82); kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan pada capaian kognitif dan afektif dibanding kontrol (p < 0,01; Cohens d ≈ 0,65). Prototipe deep learning mencapai kinerja praktis (AUC ≈ 0,74; precision/recall memadai) dan relevansi rekomendasi berkorelasi positif dengan peningkatan hasil belajar. Temuan kualitatif menjelaskan mekanisme perubahan, pengalaman terstruktur, dialog nilai lintas perspektif, dan umpan balik adaptif mendorong transfer nilai menjadi tindakan. Kesimpulannya mengintegrasikan KBC yang dikontekstualisasikan dalam tradisi Hindu dan teknologi adaptif dapat menjadi model operasional untuk pendidikan agama tinggi, dengan catatan perlunya pelatihan dosen, peningkatan infrastruktur, dan penguatan kebijakan etika data untuk skala lanjut.

Perangkat pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) perspektif Hindu yang dikembangkan dalam penelitian ini menjawab tujuan penelitian terkait perangkat (silabus, RPP, modul tematik, media, dan instrumen asesmen) terbukti valid secara isi, praktis untuk dioperasikan dalam konteks perkuliahan, dan efektif dalam meningkatkan capaian kognitif sekaligus internalisasi afektif.Temuan kuantitatif dan kualitatif menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai utama cinta (prema), empati, toleransi, dan komitmen moral (dharma) dapat diperkuat melalui desain pembelajaran yang menekankan pengalaman terstruktur, praktik ritual yang dikontekstualkan, dialog nilai lintas perspektif, dan refleksi terfasilitasi.Sistem rekomendasi berbasis deep learning yang diintegrasikan berfungsi sebagai pendukung personalisasi yang mempercepat identifikasi kebutuhan belajar, memicu tindak lanjut yang spesifik dan meningkatkan relevansi jalur pembelajaran tanpa menggantikan peran pedagogis dosen.Dengan demikian, keberhasilan intervensi merupakan hasil sinergi antara fondasi teologis-pedagogis KBC-Hindu dan mekanisme adaptif teknologi yang mana teknologi berperan sebagai fasilitator diagnostik dan pemicu tindakan, bukan sebagai substitusi nilai atau praktik teologis.Keterbatasan penelitian perlu dicatat secara ringkas secara desain kuasi-eksperimental tanpa randomisasi individu, ukuran sampel terbatas, durasi intervensi satu semester, dan evaluasi model pada dataset internal membatasi generalisasi dan validitas internal.Oleh karena itu, rekomendasi penelitian lanjutan meliputi replikasi klaster randomized lintas institusi, studi longitudinal untuk menilai keberlanjutan internalisasi nilai, pengembangan rubrik validasi konten teologis yang lebih sistematis, serta pengujian arsitektur model dan protokol audit etika yang lebih matang.Secara ringkas, ini menyediakan bukti empiris dan blueprint operasional KBC yang dikontekstualisasikan dalam tradisi Hindu dapat menjadi landasan epistemologis dan praktis bagi pendidikan nilai, dan bila dipadukan dengan teknologi rekomendasi yang transparan dan diawasi secara pedagogis, dapat memperkuat internalisasi nilai kemanusiaan dalam pendidikan tinggi keagamaan.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan replikasi penelitian dengan desain klaster-randomized pada beberapa institusi Hindu untuk memperkuat validitas internal dan generalisasi hasil. Kedua, studi longitudinal dapat dilakukan untuk menilai keberlanjutan internalisasi nilai dalam jangka panjang. Ketiga, pengembangan rubrik validasi konten teologis yang lebih sistematis dapat membantu memastikan validitas konten teologis dalam perangkat pembelajaran. Keempat, eksperimen A/B dapat dilakukan untuk memisahkan efek pedagogis desain kurikulum dari efek teknologi rekomendasi. Kelima, pengujian arsitektur model dan protokol audit etika yang lebih matang dapat meningkatkan keandalan dan etika sistem rekomendasi. Keenam, investasi pada pelatihan dosen, infrastruktur teknis, dan mekanisme audit etika yang berkelanjutan diperlukan untuk memastikan skalabilitas dan keberlanjutan implementasi KBC perspektif Hindu.

Read online
File size414.88 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test