TRANSPUBLIKATRANSPUBLIKA

TRANSEKONOMIKA: AKUNTANSI, BISNIS DAN KEUANGANTRANSEKONOMIKA: AKUNTANSI, BISNIS DAN KEUANGAN

Transformasi digital telah merombak lanskap investasi ritel di Indonesia melalui munculnya aplikasi investasi digital dari institusi perbankan dan non-perbankan. Meskipun adopsi platform-platform ini semakin meningkat, preferensi pengguna terhadap berbagai jenis aplikasi masih belum dieksplorasi secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi pengguna dalam memilih aplikasi investasi digital, dengan membandingkan platform sekuritas perbankan dan non-perbankan. Pendekatan kuantitatif digunakan, melibatkan 124 pengguna aktif aplikasi investasi digital yang dipilih melalui sampling purposive. Lima variabel kunci dianalisis: kemudahan penggunaan, kepercayaan terhadap teknologi, kepercayaan institusional, manfaat finansial yang dirasakan, dan pengaruh sosial. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi logistik biner. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna lebih memilih aplikasi non-perbankan. Di antara variabel yang dianalisis, kepercayaan institusional muncul sebagai prediktor paling signifikan dari preferensi pengguna. Temuan ini menyarankan bahwa platform investasi digital tidak hanya perlu meningkatkan fitur teknologi, tetapi juga memperkuat reputasi institusional dan membangun kepercayaan pengguna. Temuan ini menunjukkan pentingnya memasukkan kepercayaan institusional dalam pengembangan model adopsi teknologi di sektor keuangan digital. Secara praktis, pengembang aplikasi perlu memprioritaskan membangun reputasi institusional dan kepercayaan pengguna, selain meningkatkan fitur teknologi.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengguna memilih aplikasi investasi digital berdasarkan faktor teknis dan persepsi.Penelitian ini menekankan bahwa kemudahan penggunaan dan kepercayaan institusional menjadi pembeda utama antara aplikasi mobile perbankan dan non-perbankan.Aplikasi non-perbankan menunjukkan persepsi yang lebih tinggi tentang kegunaan dan kredibilitas dibandingkan dengan aplikasi bank, menunjukkan bahwa pengguna mengevaluasi platform berdasarkan kualitas pengalaman dan reputasi penyedia, bukan hanya berdasarkan faktor tunggal seperti biaya atau keamanan.Akibatnya, bank harus melakukan perbaikan signifikan, karena pengguna di Australia sekarang menghubungkan kepercayaan dengan pengalaman pengguna dan keandalan, bukan hanya dengan institusi perbankan tradisional.Hal ini khususnya berlaku untuk pengguna umum muda yang belum memiliki banyak pengalaman menggunakan layanan keuangan digital, sehingga mereka belum yakin apa yang harus mereka harapkan.umumnya, lebih terkait dengan kesan pertama dan kemudahan penggunaan, tulis Gassy kepada CoinDesk melalui pesan langsung Twitter.Temuan utama dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan institusional menjadi prediktor utama dalam pemilihan aplikasi non-bank oleh pengguna muda.Mereka lebih cenderung memilih aplikasi dengan reputasi tinggi dalam keamanan dan pengalaman pengguna, dibandingkan mempertimbangkan faktor biaya atau afiliasi institusi.Sehingga, dalam revolusi digital saat ini di industri keuangan, persepsi pengguna menjadi penggerak utama dalam preferensi dan keterikatan terhadap aplikasi.Baik institusi perbankan maupun non-perbankan harus mengambil langkah-langkah hati-hati dan menyajikan pengalaman pengguna terbaik untuk tetap relevan.Temuan ini berkontribusi pada perluasan Model Penerimaan Teknologi dengan menunjukkan bagaimana kepercayaan institusional berinteraksi dengan kemudahan penggunaan yang dirasakan, khususnya dalam aplikasi keuangan.Hal ini menyarankan bahwa dalam konteks Indonesia, loyalitas pengguna bergeser dari jaminan institusional ke faktor yang didorong oleh pengalaman.Dari segi praktis, platform investasi digital, baik berbasis bank maupun independen, harus fokus pada peningkatan pengalaman pengguna dan komunikasi yang transparan untuk membangun kepercayaan yang berkelanjutan, terutama di antara investor pertama kali.Untuk akademisi, temuan ini menawarkan wawasan baru tentang bagaimana pengguna digital asli memandang kepercayaan, yang dapat menginformasikan model masa depan tentang adopsi layanan keuangan digital di pasar berkembang.Penelitian ini terbatas pada data yang dilaporkan sendiri dari pengguna Indonesia, dengan sampel yang didominasi oleh investor digital asli muda.Penelitian masa depan dapat mengeksplorasi data longitudinal untuk menilai bagaimana kepercayaan berkembang seiring waktu dan melakukan studi komparatif antara negara dengan tingkat literasi keuangan yang berbeda atau lingkungan regulasi.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal untuk menilai bagaimana kepercayaan pengguna terhadap platform investasi digital berkembang seiring waktu. Penelitian ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan preferensi pengguna dan mengukur tingkat kepercayaan mereka terhadap platform yang berbeda. Selain itu, studi komparatif antara negara dengan tingkat literasi keuangan yang berbeda atau lingkungan regulasi yang berbeda dapat memberikan wawasan tentang bagaimana konteks sosial dan budaya mempengaruhi preferensi pengguna. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi peran narasi dan komunikasi dalam membentuk preferensi pengguna, khususnya dalam konteks aplikasi investasi digital. Bagaimana narasi dan komunikasi yang disampaikan oleh platform investasi mempengaruhi keputusan pengguna dalam memilih platform tertentu? Apakah ada perbedaan dalam preferensi pengguna berdasarkan demografi, seperti usia, tingkat pendidikan, atau pengalaman investasi sebelumnya? Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana platform investasi dapat menyesuaikan narasi dan komunikasi mereka untuk menarik pengguna dari berbagai segmen pasar. Akhirnya, penelitian ini dapat menyelidiki peran regulasi dan kebijakan publik dalam mengurangi risiko dan meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap platform investasi digital. Bagaimana kebijakan publik dan pendekatan pendidikan masyarakat dapat membantu mengurangi keraguan pengguna terhadap aplikasi non-perbankan yang kompetitif secara teknologi? Apakah ada perbedaan dalam persepsi pengguna tentang risiko dan kepercayaan antara aplikasi perbankan dan non-perbankan? Penelitian ini dapat memberikan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan kepercayaan pengguna dan mengurangi hambatan dalam adopsi platform investasi digital.

  1. The role of customer trust in adopting digital investment tools. role customer trust adopting digital... managementpaper.net/archives/2025.v7.i1.N.404/the-role-of-customer-trust-in-adopting-digital-investment-toolsThe role of customer trust in adopting digital investment tools role customer trust adopting digital managementpaper archives 2025 v7 i1 N 404 the role of customer trust in adopting digital investment tools
  2. Investor Preferences in Choosing Digital Investment Applications: A Study on Banking and Non-Banking... doi.org/10.55047/transekonomika.v5i4.934Investor Preferences in Choosing Digital Investment Applications A Study on Banking and Non Banking doi 10 55047 transekonomika v5i4 934
  3. Analysis of Acceptance and User Experience of the Bibit Application as a Digital Investment Platform... doi.org/10.59934/jaiea.v4i3.1177Analysis of Acceptance and User Experience of the Bibit Application as a Digital Investment Platform doi 10 59934 jaiea v4i3 1177
  4. The Variety of User Experiences: Literacy Roles and Stances on Story‐Sharing Platforms - Korobkova... doi.org/10.1002/jaal.909The Variety of User Experiences Literacy Roles and Stances on StoryyAAAaSharing Platforms Korobkova doi 10 1002 jaal 909
  5. Factors Affecting Personal Investment in Mutual Funds via Mobile Applications: An Empirical Analysis... journal.srnintellectual.com/index.php/finbe/article/view/364Factors Affecting Personal Investment in Mutual Funds via Mobile Applications An Empirical Analysis journal srnintellectual index php finbe article view 364
Read online
File size446.19 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test