JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR

Journal of Management and Social SciencesJournal of Management and Social Sciences

Penelitian ini meneliti peralihan dari kesadaran merek menuju makna merek dalam ekosistem digital yang jenuh, dengan fokus pada cara merek global seperti Pepsi dan Apple menghadapi paradoks ubiquitas. Tujuannya adalah mengidentifikasi mekanisme di mana keaslian merek dan resonansi budaya menumbuhkan loyalitas jangka panjang serta mencegah substitusi produk. Dengan menggunakan analisis kualitatif kerangka branding kontemporer dan studi kasus, studi ini menunjukkan bahwa sekadar visibilitas tidak cukup; konsumen menuntut keselarasan antara budaya internal perusahaan dan nilai eksternal, yang diwujudkan melalui narasi autentik dan strategi berpusat pada komunitas.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kesadaran merek saja tidak cukup untuk memprediksi loyalitas jangka panjang dalam ekosistem digital yang jenuh.kedalaman makna merek dan persepsi keaslian menjadi faktor kunci dalam membangun hubungan konsumen yang tahan lama.Studi ini juga mengidentifikasi keterbatasan berupa fokus pada sektor elektronik konsumen dan minuman global, sehingga generalisasi ke pasar niche atau B2B masih belum teruji.Oleh karena itu, disarankan untuk meneliti ketahanan loyalitas berbasis makna selama periode ketidakstabilan ekonomi yang berkepanjangan.

Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana loyalitas berbasis makna merek bertahan selama krisis ekonomi, dengan membandingkan sektor-sektor yang berbeda seperti barang konsumen, layanan digital, dan industri B2B; selanjutnya, studi dapat menyelidiki mekanisme kolaborasi antara merek dan konsumen dalam menciptakan narasi autentik yang relevan di lingkungan digital yang terfragmentasi, misalnya melalui platform media sosial dan co‑creation; terakhir, diperlukan pengembangan metode pengukuran yang mengintegrasikan net sentiment dan cultural salience sebagai indikator prediktif ketahanan merek, dibandingkan dengan metrik tradisional seperti reach dan impression, sehingga praktisi dapat menilai efektivitas strategi branding yang berfokus pada nilai dan identitas.

  1. Brands Taking a Stand: Authentic Brand Activism or Woke Washing? - Jessica Vredenburg, Sommer Kapitan,... doi.org/10.1177/0743915620947359Brands Taking a Stand Authentic Brand Activism or Woke Washing Jessica Vredenburg Sommer Kapitan doi 10 1177 0743915620947359
  2. Branding in a Hyperconnected World: Refocusing Theories and Rethinking Boundaries - Vanitha Swaminathan,... doi.org/10.1177/0022242919899905Branding in a Hyperconnected World Refocusing Theories and Rethinking Boundaries Vanitha Swaminathan doi 10 1177 0022242919899905
  3. Influencer Marketing Effectiveness - Fine F. Leung, Flora F. Gu, Yiwei Li, Jonathan Z. Zhang, Robert... doi.org/10.1177/00222429221102889Influencer Marketing Effectiveness Fine F Leung Flora F Gu Yiwei Li Jonathan Z Zhang Robert doi 10 1177 00222429221102889
Read online
File size330.58 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test